
waktu, sudah menunjuk kan pukul 12 siang, giandra pun siap siap untuk pergi ke restoran, tempat ia miting, di saat ia di lip, ia berpapasan dengan andra.
" baru mau berangkat. "( andra)
" iya gue mau berangkat. "( giandra)
" ok, hati hati ya, dan sory udah ngerepotin elo. "( andra)
" it 's ok, udah tugas gue, asal jangan lupa. "( giandra) ia menaik turun kan halis nya.
andra mengerut kan kening nya, ia masih mencerna ucapan giandra, sedang kan giandra, ia tau dengan ke bingung ngan andra.
" bonus ndra.. ?? "( giandra)
" oh, kalau itu, santay bro, gue akan usaha kan buat lo, mendapat kan bonus. "( andra)
" iya, harus dong, lo harus beri gue bonus, kan lo tau bentar lagi bini gue, mau melahir kan, jadi gue harus banyak tabungan. "( giandra)
" lo, ada ada aja, kaya yg miskin aja lo. "( andra)
giandra hanya menyengir saja,dan bertepatan, kini mereka sudah berada di lantai satu, mereka berpisah, andra menuju ke kantin, sedang kan giandra menuju ke arah parkiran, setelah itu ia masuk ke dalam mobil, dan menuju ke resto, tempat ia miting.
hanya memakan waktu 20 menit, ia pun sudah sampai ke resto, ia langsung masuk dan menanya kan ke pada pelayan, tpat yg sudah ia boking, ia pun di antar oleh pelayan untuk ke ruang VIP, ternyata klayen nya belum datang, jadi ia pun menunggunya, tak berselang lama, ada suara pintu terbuka, giandra pun menoleh, dan tersenyum ke arah klayen nya.
" selamat siang nona.. ?? "( giandra) ia menjulur kan tangan nya, dan du sambut oleh klayen nya.
" siang juga tuan. "( bela) dengan menampil kan senyum manis nya .
bela dan giandra pun duduk di kursi masing masing.
" apa mau makan dulu, atau mau langsung membahas proyek. "(giandra ) langsung tutup poin.
" boleh kita makan dulu, kebetulan ini, sudah masuk ke jam makan siang. "( bela)
" oh boleh, kalau gitu saya yg akan memanggil kan pelayan. "( giandra).
bela hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.
__ADS_1
setelah pelayan datang, mereka pun memesan makan nan, dan juga minum nya.
" apa ada lagi tambahan nyonya, tuan. "( pelayan) sambil membungkuk kan tubuh nya, melirik ke arah giandra dan juga bela.
" kalau untuk saya engga ada, entah lah kalau untuk klayen saya. "( bela) ia menatap giandra.
" untuk saat ini, kaya nya cukup. "( giandra)
" baik kalau gitu, saya permisi dan mohon untuk menunggu. "( pelayan) ia membungkuk kam tubuh nya, dan meninggal kan bela dan juga giandra.
setelah ke pergian pelayan, bela pun menatap ke arah giandra.
giandra yg merasa di tatap oleh bela, ia pun mengerut kan kening nya.
" adaada apa nona, apa ada yg ingin anda bicara kan, atau mau kita mulai, membahas proyek..?? "( giandra).
" ah, nanti saja , setelah kita makan.. ?? "( bela).
giandra hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
" ehmptzz.. ?? "( bela).
giandra kini menatap ke arah bela, karena mungkin bela ingin bertanya, terlihat dari wajah nya yg bingung.
" kalau mau bertanya, tinggal bertanya saja. "(giandra).
" gini tuan, sebenar saya mau bertanya. "( bela) ia sedikit ragu .
" kamu, mau bertanya apa. "( giandra) dengan menampil kan wajah datar nya.
" saya mau bertanya, kenapa anda yg menemui saya , bukan seharus nya, tuan andra, kan tuan andra ceo nya. " ( bela)
" oh, kalau masalah itu, tuan andra engga bisa hadir, karena pekerjaan nya, yg menumpuk, dan engga bisa di tinggal, beliau baru saja masuk, karena seminggu cuti untuk menemani sang istri., yg baru melahir kan. "( giandra) kini ia tahu, kalau sebenar nya bela, akan menjadi pelakor.
terlihat dari gerak gerik nya, awal nya giandra hanya mengira itu perasaan nya, tapi di saat bela menanya kan sang adik ipar, sekaligus bos nya, ia baru merasa kan yakin, dengan perasaan nya.
" oh, gitu ya, berarti tuan andra, tipe tipe laki laki yg siaga ya. "( bela) dengan mata berbinar.
__ADS_1
" bukan hanya siaga, tapi ia sangat baik, dan memeperlaku kan istri nya, dengan baik,dia juga sangat MENCINTAI, istri nya, apa lagi sekarang, di tengah tengah keluarga kecil nya, sudah punya jagoan, yg melengkapi keluarga mereka. "( giandra) ia tersenyum dengan, sulit yg di arti kan, ia juga menekan kata mencintai supaya bela menyadari, dan juga mundur.
wajah bela, terlihat merah, ia mengepal kan tangan nya, ia melampias kan nya,dengan cara seperti itu, tapi ia berusaha menetral kan perasaan nya, dan jangan sampai ia terlihat oleh giandra, bisa berabe urusan nya.
sedang kan giandra, ia hanya tersenyum sinis, tak kalah melihat bela yg menahan amarah nya.
" aku juga ingin mempunyai suami seperti tuan andra. "( bela)
giandra hanya menggelang kan kepala nya, setelah mendengar ucapan bela.
" tapi sayang nya, tuan andra, hanya satu, dan engga bisa berbagi. "( giandra)
di saat bela akan menjawab pertanyaan giandra, pintu terbuka, dan nampak lah pelayan, yg sedang mbawa pesan nan nya, akhir nya mereka pun makan dalam diam , bela mengurung kan pertanyaan nya.
setelah makan, mereka pun langsung membahas proyek , hanya memakam waktu 15 menit, akhir nya mereka pun selesai, setelah memakan waktu 15 menit, mereka pun selesai dengan acara makan mereka pu memulai miting, membahas proyek yg sekarang sedang berjalan.
hampir 2 jam, akhir nya, mereka pun selesai.
" jujur saja, saya suka dengan apa yg anda, jelas kan, tapi saya harus bilang dulu pada tuan andra, karema beliau yg akan menentu kan. "( giandra).
" saya berharap, tuan andra menyetujui, atas konsep yg saya buat. "( bela)
giandra hanya mengangguk kan kepala nya saja sebagai jawab ban.
" kalau,sampai andra menyetujui nya,aku akan menjalan kan rencana berikut nya,aku yakin andra akan menyetujui konsep yg aku buat . "(bela) ia berucap dalam hati.
giandra pun berdehem, untuk membayar kan lamun nan bela, ia tahu dengan pikiran bela.
" ah iya tuan, kalau begitu saya permisi, duluan. "( bela)
giandra mengangguk kan kepala nya sebagai jawab ban, ia pun membiar kan bela untuk pergi ke luar, sedang kan giandra masih merilek kan tubuh nya.
" aku engga akan, membiar kan kamu menghancur kan rumah tangga adik saya, liat saja, sampai mana ke gigihan kamu, untuk mendapat kan andra. "( giandra) ia mengepal kan tangan nya, ungkap pan amarah nya.
setelah sedikit, lega dan amarah nya sedikit berkurang, ia pun memutus kan untuk meninggal kan resto, dengan hati yg sedikit gelisah, dan bingung.
ia kembali ke kantor, sambil membawa froposal bela.
__ADS_1