
tak berbeda jauh dengan andra, yg sedang berada di rumah orang tua nya, kini giandra pun sama sedang berada di rumah ke dua orang tua nya, sama dengan andra, setiap hari libur mereka akan menginap di rumah orang tua nya, secara bergantian, minggu sekarang di rumah orang tua nya giandra, minggu nanti di rumah Vina, itu juga berlaku dengan andra, minggu sekarang di rumah orang tua nya andra, minggu nanti di rumah orang tua nya kiara.
" coba, kalau ada kiara sama andra pasti di rumah bakal rame. " ( fitri) ucap nya lirih.
" iya engga mungkin lah mah, kan kiara lagi di rumah mertua nya, nah minggu besok kan giliran kiara nginep di sini, aku di rumah Vina. " ( giandra) menatap intens sang ibu.
terdengar helaan napas, yg berat.
" mamah pingin nya ngumpul gini gi, bakal lebih seru, kalau semua nya ada di sini, nemenin mamah. " ( fitri)
" aku juga mau nya begitu, ingin memaksa kiara untuk menginap di sini, tapi apaladaya, tak bisa berbuat apa apaa, tanggung jawab semua aku serah kan sama nya mah. " ( giandra)
terlihat wajah kekecewaan dari sang ibu, membuat giandra tak tega, giandra pun memeluk sang mamah.
" jangan sedih, dong mah, walaupun kita engga bisa berkumpul bersama, tapi setidak nya anak, cucu, dan mantu mamah bisa bertemu dengan mamah, walaupun bergiliran. " ( giandra) ia mengelus bahu sang ibu, memberi ketenangan .
" iya gi, mamah menyadari kalau sekarang kalian itu, punya keluarga, mamah nya aja yg lebay. " ( fitri)
" mamah engga lebay, sepantas nya mamah mengutara kan keinginan mamah, tapi bukan nya kita engga mau mengabul kan nya, keadaan yg tidak memungkin kan " ( giandra) ia bweucao sangat bijak.
" iya gi, seharusnya mamah bersyukur, karena anak, mantu dan cucu mamah masih meluangkan kan waktu untuk mengunjungi mamah. " ( fitri)
giandra hanya menjawab, dengan senyum man.
kini Vina pun menemui suami , dan mertua nya, sambil menggendong sang anak, lalu ia duduk di karpet bulu, dan menduduk kan anak nya, di atas karpet bulu.
fitri pun tersenyum, begitu juga dengan giandra, mereka langsung duduk di atas karpet bulu.
" cucu omah,pipi nya gembul sekali. " ( fitri) sambil mengecup pipi gembul sang cucu, dengan gemas nya.
" iya dong omah, orang makan aku banyak, makan nya pantas saja, kalau pipi aku gembul. " ( Vina) sambil meneri kan suara anak kecil.
" oh iya gi, gimana kabar nya andra dan kiara, mamah sampai lupa menanya kan . " ( fitri) ia menatap giandra.
" allhamdulilah baik mah, cuman . " ( Vina)
" cuman apa gi. " ( fitri) ia mengkerut kan kening nya, menatap giandra, penuh dengan tanda tanya.
__ADS_1
terdengar healaan napas dari giandra.
" ada satu wanita yg mengganggu rumah tangga andra dan kiara mah. " ( giandra)
" terus gimana sekarang gimana gi, keadaan andra dan kiara. " ( fitri) terlihat raut wajah, yg khawatir.
" allhamdulilah, kalau untuk sekarang baik baik saja mah, karena andra, maupun kiara bisa mengatasi nya. " ( giandra)
" tetap aja, mereka harus waspada. " ( fitri)
" itu pasti. " ( giandra)
" kamu juga harus menjaga nak, karena mamah engga mau terjadi apa apa, dengan rumah tangga adik kamu . "( fitri) .
" iya mah, aku akan selalu menjaga nya, semampu yg aku bisa. " ( giandra)
" itu baru anak mamah. " ( fitri) menepuk bahu sang anak.
" emang selama ini, aku bukan anak mamah. " ( giandra) ia sedikit merajuk , membuat fitri gemas, walaupun giandra sudah mempunyai anak dan istri, di depan fitri giandra masih seperti anak kecil yg menggemaskan.
giandra di luar, terlihat dingin, dan galak, tapi kalau sudah di dekat keluarga, ia menjadi sosok penyayang.
" makasih ya Allah, engkau telah memberi kan suami yg begitu tulus mencurah kan kasih sayang nya, terhadap keluarga nya, bukan hanya pada diri nya, tapi terhadap keluarga nya pun ia sangat menyayangi nya. " ( Vina) ia berbicara dalam hati nya, tidak lupa ia menampilkan senyum manis nya .
" kamu anak mamah sayang, kamu selalu membuat mamah bangga. " ( fitri) ia memeluk sang anak.
giandra pun masuk ke dalam peluk kan fitri, ia membalas peluk kan mamah nya.
" aku engga di ajak nih. " ( Vina) dengan menampilkan wajah cemberut nya, membuat fitri dan giandra menoleh,dan tersenyum.
" sayang sini. " ( fitri )
Vina pun langsung menghambur, dan masuk ke dalam peluk kan san ibu mertua.
" pa.. pa.. pa.. " sang anak memanggil .
giandra pun mereray peluk kan nya, dan mengambil sang anak.
__ADS_1
" aduh anak papah, mau peluk juga. " ( giandra)
ia pun mengambil sang anak, dan memeluk nya, dan tidak lupa ia mencium pipi gembul sang anak, sehingga sang anak tertawa , karena merasa geli.
" sudah malam, kita tidur yu, besok kita jalan santay ke taman komplek, banyak yg menjaja kan makan nan, nanti kita sarapan di sana"( fitri)
" ide bagus tuh mah, aku juga kangen dengan jajan nan, yg berada di pinggir jalan, pasti enak enak mah. " ( Vina)
" pasti dong sayang, kita manja kan lidah kita. " ( fitri)
" iya mah, walaupun harga nya murah, tapi rasa tidak kalah dengn hotel bintang lima. " ( Vina)
" kamu ada ada aja sayang. " ( giandra) ia mengacak ngacak rambut sang istri.
" oh, mas ko di acak acak sih." ( Vina)
" habis nua gemes sayang. " ( giandra) ia mencubit hidung sang istri, saking gemas nya.
" mas ih sakit. " ( Vina) ia memukul tangan sang suami.
" iya udah udah kita, masuk ke kamar untuk istirahat, besok kita bangun pagi, biar udara nya sedikit sejuk, kalau siang pasti panas, apa lagi kita akan bawa anak bayi. " ( fitri)
" iya mah. " ( Vina)
mereka pun berpisah, dan masuk ke dalam kamar masing masing, giandra yg menggendong sang anak.
setelah sampai kamar, ia pun langsung merebah kan tubuh sang anak, dengan pelan.
Vina pun langsung mengikuti nya, ia merebah kan tubuh nya di samping sang anak.
sang anak yg terlihat mengantuk, ia membalik kan tubuh nya, menghadap dada Vina, seolah tau, apa yg di ingin kan sang anak, Vina pun langsung membuka kancing piama nya, dan mengeluarkan buah dada nya, dan benar saja sang anak langsung menyedot nya, dengan rakus.
" aduh sayang pelan pelan dong. " ( giandra) mengelus pipi sang anak.
" papah jadi mau, tapi sayang, papah harus mengalah untuk kamu nak. " ( giandra)
" kamu ada ada aja mas, sebelum ini sama anak kamu, ini di kuasai dulu sama kamu, anak kamu itu sisa nya. " ( Vina)
__ADS_1
" iya sih sayang, tapi bentar lagi aku akan, yang akan menguasai kembali. " ( giandra) sambil menaik turun kan alis nya.
membuat Vina, menatap jengah ke arah sang suami.