
giandra pun menuju ke kamar nya, dan di ikuti oleh Vina, setelah masuk ke dalam kamar, giandra pun menuju ke kamar mandi.
Vina pun menyiap kan pakaian ganti, untuk sang suami.
tak berselang lama, giandra pun ke luar dengan melilit kan handuk sebatas pinggang, andra pun menoleh ke arah sang istri, dan terlihat baju ganti nya, giandra pun mengambil baju ganti tersebut, dan memakai nya di dalam kamar mandi, lagi lagi Vina merasa ada yg hilang, terhadap sosok sang suami, yg biasa nya sang suami, memakai baju nya, di depan nya, tapi kini ia malah masuk ke dalam ke kamar mandi.
cklek..
giandra pun sudah memakai, pakaian lengkap nya, ka pun langsung ke meja rias nya, dan menyisir rambut nya, tidak lupa ia menyemprot kan parfum nya, ke tubuh nya.
" ayo, kita makan malam.. ?? " ( giandra) tak ada sedikit pun, ke lemburan yg biasa ia lakukan ke pada sang istri, ia harus membiasa kan diri, hidup tanpa istri tercinta nya, karena sang istri bentar lagi, akan bersatu dengan cinta nya.
Vina pun mengangguk dan mengekor, di belakang giandra.
mereka pun sampai di meja makan, seperti biasa nya, Vina melayani giandra, mereka makan tanpa ada suara sedikit pun, hanya ada dentingan sendok.
hanya memakan waktu 15 menit, mereka makan malam, akhir nya selesai.
" kamu, tidur duluan aja, saya mau ke ruang kerja dulu, ada pekerjaan yg harus segera di selesai kan.. ?? " ( giandra) ia sambil beranjak, dari tempat duduk nya,tanpa menoleh ke arah sang istri, dan ia menuju ke ruang kerja nya.
Vina hanya mengangguk dan menahan air mata yg akan ke luar, karena ia benar benar merasa ke hilangan, sosok suami nya, yg lemah lembut.
Vina pun menuju ke kamar, ia menunpah kan air mata nya, saking lelah nya menangis, Vina pun tertidur.
waktu sudah menunjuk kan tengah malam, giandra pun meregang kan otot nya, dan melirik jam, ternyata sudah tengah malam, ia memberes kan berkas yg berserak kan, dan menutup leptop nya.
giandra menuju ke kamar nya.
cklek
terlihat sang istri, yg tertidur pulas, ia pun duduk di sisi ranjang, dan terlihat sisa air mata, di pipi nya.
" maaf kan aku sayang, aku harus terbiasa, hidup tanpa kamu, karena aku tau kamu, masih cinta kan sama fino, aku engga mau, kamu hidup terpaksa dengan aku, aku rela melepas kan mu, asal kamu bahagia, love you sayng.. ?? " ( giandra) ia mengecup kening sang istri, tak terasa air mata nya, sudah mengalir di pipi nya.
giandra pun membenar kan, selimut sang istri, dan merebah kan tubuh nya di samping sang istri, ia memeluk erat tubuh Vina, akhir nya ia pun terlelap.
Matahari mulai terbit, dan menerobos ke celah jendela, Vina mulai mengerjap ngerjap kan mata nya, ia pun melihat jam ternyata sudah menunjuk kan pukul 08 .
" astaghfirullah, ternyata sudah siang.. ?? " ( Vina) dengan wajah kaget, dan melihat ke sisi ranjang nya, ternyata giandra sudah tidak ada.
__ADS_1
Vina pun buru buru ke arah kamar mandi, dan ia membersih kan tubuh nya,hanya memakan waktu 25 menit, ia pun sudah rapih dan wangi, ia pun menuju ke bawah.
" bi.. bi.. ?? " ( Vina)
" iya non.. ?? " ( bi ipah) ia ke luar dari dapur.
" bi, mas giandra udah berangkat .. ?? " ( Vina)
" sudah non.. ?? " ( bi ipah)
" kenapa ya, mas giandra engga bangunin aku.. ?? " ( vina)
" kata nya non, tidur pulas banget, jadi tuan giandra, engga tega bangunin non. ?? " ( bi ipah)
" gitu ya.. ?? " ( Vina ) sambil duduk di kursi, ia menopang kan dagu nya, dan memanyun kan bibir nya.
" kata tuan, kalau non sudah bangun, jangan lupa untuk sarapan, non mau sarapan apa.. ?? " ( bi ipah)
" aku mau, nasi goreng aja bi.. ?? " ( Vina)
" mau, bibi alasin.. ?? " ( bi ipah)
" baik non..?? " ( bi ipah) ia pun menuju ke dapur, dan mengambil air, untuk Vina.
tak menunggu lama bibi pun, sudah membawa air minum, dan menyimpan nya di meja.
" ada lagi yang, non butuh kan. " ( bi ipah)
" engga ada non.. ?? " ( Vina)
" iya udah, kalau gitu bibi ke belakang lagi, kalau perlu sesuatu, non panggil bibi aja. " ( bi ipah)
Vina hanya mengangguk kan kepala nya, dan bibi pun menuju ke belakang,kembali mengerja kan pekerjaan nya.
berbeda dengan giandra, ia baru mendapat kan informasi, kalau cabang di surabaya, tidak ada yg pegang, direktur nya baru saja ke luar, dan sekarang lagi cari pengganti, giandra pun berpikir, apa dia saja, yg menempati posisi tersebut.
giandra pun menuju ke ruangan andra.
cklek
__ADS_1
andra pun menatap sebentar, dan ia pun kembali menatap leptop.
" kenapa muka lo kusut banget.. ?? " ( andra) tanpa mengalih kan tatapan nya.
giandra pun duduk di kursi, dan menghela napas nya.
" di surabaya, kata nya butuh direktur.. ?? " ( giandra)
andra pun mengalih kan tatapan nya, dan menatap ke arah giandra, dengan tatapan bingung.
" kenapa, emang lo bertanya .. ?? " ( andra)
akhir nya giandra pun, mencerita kan masalah nya.
" emang lo, udah tau ke putusan istri lo.. ?? " ( andra) ia menatap ke arah sang kaka ipar.
" belum, ke putusan nya, nanti siang, tapi gue yakin kalau Vina, akan balik ke fino, karena Vina masih cinta, sama fino, gue engga mau maksa ke hendak gue, gue akan berusaha ikhlas untuk melepas kan Vina, asal Vina bahagia, cinta bukan harus memiliki, tapi melihat Vina bahagia, gue juga ikut bahagia, mungkin dengan gue pergi dari kota ini, gue bisa melupa kan Vina. " ( giandra)
" lo yakin, dengan ke putusan lo.. ?? " ( andra) ia menatap giandra.
" InsyaAllah, gue yakin ndra, tapi gue mohon sama lo, jangan pernah lo kasih tau ke pada siapa pun, kalau gue pindah ke sana.. ?? " ( giandra)
andra menghela napas nya, dan menatap sang kaka ipar, sekaligus sang sahabat yg ada di saat ia butuh kan.
" kalau itu, ke putusan lo, gue cuman mendukung lo, dan semoga ke putus san yg lo ambil, terbaik untuk hidup lo.. ?? " ( andra) ia menpuk baju sang sahabat, tersirat di wajah nya, yg begitu kacaw, andra tidak tega melihat keadaan giandra.
andra pun memeluk tubuh giandra.
" menangis lah, jika membuat lo lega.. ?? " ( andra) ia menepuk punggung sang sahabat.
giandra pun akhir nya menangis, menumpah kan ke sedihan nya.
sedikit mereda, giandra pun mereka peluk kan nya.
" lo, nanti mau cafe, tempat istri lo janjian.. ?? " ( andra) ia menatap ke arah giandra.
giandra hanya menjawab,dengan angguk kan saja.
" apa pun ke putusan, yg lo dengar nanti, lo harus kuat ya..?? " ( andra) ia menepuk bahu snag sahabat.
__ADS_1
lagi lagi giandra, hanya mengangguk kan kepala nya, dan ia pun pamit menuju ke ruangan, untuk mengerja kan pekerjaan nya.