Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 336


__ADS_3

apa yg di pikir kan oleh kiara, ternyata terbukti, sang suami tidak membiar kan sang istri begitu saja, awal nya andra bisa menahan nya, tapi makin sini, ia tidak bisa menahan nya, apa lagi melihat tubuh molek sang istri, semenjak melahir kan, tubuh sang istri makin berisi.


kiara ke luar kamar mandi dengan wajah cemberut, berbeda dengan andra yg menampil kan wajah segar.


" engga usah cemberut gitu sayang, ingat kita habis melakukan ibadah. "( andra)


" tau ah,kan udah tadi malam. " ( kiara) ia duduk di meja rias, membuka handuk yg ada di kepala nya.


" kurang sayang. " ( andra) sambil memakai kaos nya.


" kamu mah engga akan ada habis nya. " ( kiara)


" bagus dong, aku kan pria normal . "( andra)


" iya, kamu mah mesum. " ( kiara)


" wajar sayang , mesum juga kan sama istri sendiri, dari pada sama cewe lain mesum nya gimana. " ( andra )


kiara mendelik kan mata nya, ia juga menatap tajam ke arah sang suami, tapi andra malah tak menghirau kan nya, ia masih sibuk dengan urusan nya.


" awas aja kalau sampai, seperti itu aku potong junior kamu. " ( kiara) ia berkacak pinggang.


membuat andra tersenyum gemas, ia pun menghampiri sang istri, ia menangkup pipi sang istri.


" sebelum kamu bertindak, pasti mamah aku udah terlebih dahulu menindas aku sayang. " ( andra)


" itu harus. " ( kiara)


" awas ah, aku mau pake baju dulu. " ( kiara) ia melepas kan tangan andra, dari pipi nya, setelah itu ia pun menuju ke walk in closet.


sedang kan andra ia, menyiair rambut nya, dan tidak lupa ia menyemprot kan minyak wangi ke baju nya.


setelah semua selesai, mereka pu menuju ke bawah menemui sang anak.


terlihat anak nya sudah rapi dan wangi, sang anak lagi bermain dengan omah opah nya.


" aduh anak mamah udh wangi aja. " ( kiara) kini ia duduk di karpet bulu.


" iya dong mah, aku kan udah mandi. " ( anita) ia menirukan suara anak kecil.


" maaf ya mah, udah merepot kan mamah. " ( kiara) dengan menampil kan wajah bersalah.


" engga ko nak, justru mamah senang melakukan ini semua, lagian jarang jarang mamah mengurus cucu mamah. " ( anita )

__ADS_1


" iya tetep aja mah aku engga enak. "( kiara )


" enak kin aja nak. " ( anita ) dengan menampil kan senyum menggoda nya.


" udah lah sayang, mamah engga akan merasa di repot kan, mending kita menghabis kan waktu kita berdua mumpung anak kita ada yg jaga. " ( andra )


" iya nak, kalian pergi aja sana, habisin waktu kalian untuk berduaan, mumpung anak ada yg jaga. " ( anita)


" engga ah, takut merepot kan mamah sama papah. " ( kiara )


" engga nak, sana kalian pergi kemana, biar anak kalian, bersama kami. " ( anita ) ia pun memangku sang cucu, dan membawa nya ke kamar.


kiara pun menghela napas nya, mau tidak mau ia pun mengikuti sang suami.


tiba di kamar ia menatap wajah suami nya.


" mas, emang kita mau pergi kemana. " ( kiara)


" kamu mau nya kemana , sayang. "( andra)


kiara hanya mengedik kan bahu nya, karena ia bingung harus pergi kemana.


" iya udah ganti baju aja, gimana nanti aja. " ( andra)


kiara pun mengkerut kan kening nya, ia melihat tatapan sang suami, apa ada yg salah dengan penampilan nya, ia pun memasti kan nya, dan menatap diri nya, tapi engga ada yg salah.


kiara pun menghampiri sang suami.


" mas.. ?? " ( kiara)


" eh.. iya sayang, ada apa. " ( andra)


" apa ada yg salah dengan penampilan aku mas. " ( kiara)


" engga ada sayang, justru sangat sempurna, malahan aku ingin menguryng kamu di kamar sayang, engga rela harus membagi keindahan tubuh kamu. " ( andra)


membuat kiara membulat kan mata nya, saat mendengar ucapan sang suami, ia pun memukul dada bidang sang suami.


" dasar kamu mas, mesum. " ( kiara) ia tau dengan pemikiran sang suami, pasti ujung ujung nya ke situ.


" udah yu ah, ke buru sore, kita berangkat, kalau kita di sini terus, kapan kita berangkat nya. " ( kiara) ia bergegas meninggal kan sang suami, yg masih betah, duduk di sofa.


" tunggu sayang. " ( andra) ia pun mengikuti langkah sang istri.

__ADS_1


sedang kan kiara, tak menghirau kan sang suami, ia pun turun, dan terlihat di ruang tengah ada papah dan ibu mertua nya, yg sedang duduk, tapi ia tidak melihat sang anak.


" mah, pah. " ( kiara)


sang mertua pun mendongak kan kepala nya, dan melihat ke arah sang menantu, mereka pun tersenyum.


" mau berangkat nak, kirain mamah udah berangkat. " ( anita) sambil menampilkan kan senyum manis nya.


" belum mah, ini baru mau berangkat. " ( kiara)


" oh, iya udah sana kalian berangkat, tenang aja anak kalian aman di tangan mamah . " ( anita)


" oh iya mah, al dimana. " ( kiara)


" anak kamu lagi tidur sayang. " ( anita)


kiara pun melirim jam, ternyata emang waktu nya sang anak tidur.


" maaf ya mah, jadi ngerepotin mamah. " ( kiara) dengan raut wajah yg tidak enak.


" engga masalah nak, mamah engga merasa di repot kan sayang, justru mamah senang, merasa ada teman,mau di titipin setiap hari juga engga apa apa sayang. " ( anita)


" tuh sayang, al kita titipin aja di sini, kita buat lagi aja adik buat al. " ( andra) dengan enteng nya.


kiara langsung menatap tajam ke arah suami, tapi yg di tatap malah acuh.


" itu ide bagus sayang, biar tambah rame. " ( anita)


" tuh sayang, dapat dukungan dari mamah, gimana kalau kita hanimoon sayang. " ( andra)


" mas ih.. ?? al masih kecil, masih memikir kan adik buat al, nanti aja ah, kalau al udah 2 tahun, atau 3 tahun, aku belum siap untuk punya anak lagi, masih pingin pokus dulu untuk al,aku ingin memberi kan perhatian dan kasih sayang yg pul untuk al, nanti kalau al punya adik, pasti perhatian nya akan terbagi dua. " ( kiara)


" iya juga sih, tapi mamah minta jangan sampai 3 tahun ya, karena mamah ingin menyaksi kan pertumbuhan cucu cucu mamah. " ( anita) dengan tatapan memohon.


kiara yg melihat tatapan memohon, ibu mertua nya, ia menjadi tak tega, akhir nya ia pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban nya.


" iya udah sekarang kalian berangkat lah, ke buru malam. " ( anita).


" iya udah mah kalau gitu kita berangkat. " ( andra)


" assalamu'alaikum.. ?? " ( andra da anita)


mereka pun mengecup punggung tangan anita dan Hendra, secara bergantian, setelah itu mereka pun berangkat.

__ADS_1


__ADS_2