Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 333


__ADS_3

kini mobil andra, sudah terparkir di rumah ke dua orang tua nya.


andra memutus kan untuk ke rumah kedua orang tua nya, karena tadi di saat di perjalan nan, sang mamah menghubungi diri nya, anita sangat merindu kan cucu nya, karena besok akhir pekan, andra dan kiara memutus kan untuk menginal di rumah mamah nya.


saat mendengar, suara mobil, anita pun keluar, dan menyambut kedatangan cucu dan anak, menantu nya, dengan wajah tersenyum.


andra pun turun dari mobil, begitu pun kiara, andra langsung mengambil alih, putra nya untuk di gendong.


" assalamu'alaikum mah. " ( andra) sambil tersenyum ke arah sang mamah, tidak lupa ia mengecup telapak tangan sang mamah.


" waalaikumsalam. " ( anita) ia pun tersenyum.


kini giliran kiara, yg mengecup telapak tangan sang ibu mertua.


" sehat nak. " ( anita) sambil mengelus pucuk kepala sang menantu.


" allhamdulilah mah sehat, mamah gimana sehat. " ( kiara )


" allhamdulilah mamah sehat sayang. " ( anita)


anita pun mengambil alih, sang cucu, ia pun menggendong nya, tidak lupa mengecup pipi gembul sang cucu.


" aduh, kangen banget sama cucu omah ini. " ( anita)


" iya udah masuk yu, pasti kalian lelah. " ( anita)


kiara dan andra hanya mengangguk kan kepala nua saja, sebagai jawab ban.


mereka semua masuk ke dalam rumah, dan duduk di sofa ruang tengah, tidak lupa sang cucu ia rebah kan di atas karpet bulu nya.


" papah kemana mah. " ( andra) ia melihat sekeliling rumah nya, mencari sang ayah.


" papah kamu, belum pulang nak. " ( anita)


" papah, masih aja sibuk, padahal aku sudah menghendel pekerjaan nya. " ( andra)


" entah lah nak, mamah juga engga ngerti, mamah sering melarang nya, tapi papah kamu masih bersi kukuh ingin bekerja, mamah bisa apa. " ( anita)


" emang susah, kalau papah itu keras kepala. " ( andra)


anita hanya mengedik kan bahu nya, ia kembali bermain dengan sang cucu.


tak berselanh lama, ada suara langkah kaki, menuju ke arah mereka, tanpa menoleh ke arah nya, mereka tau kalau itu Hendra.

__ADS_1


" assalamu'alaikum.. ?? " ( Hendra)


" waalaikumsalam. " ( jawab semua )


" wah, ada cucu opah ternyata. " ( Hendra) ia pun duduk di karpet bulu nya, sebelum nya sang anak dan juga menantu nya, menyalami diri nya, setelah itu baru sang istri, di saat ia akan menggendong sang cucu, di cegah oleh sang istri.


" pah, mandi dulu sana, kamu kan habis di luar. " ( anita)


" tapi mah, papah sangat rindu, sama cucu papah. " ( Hendra) dengan wajah memelas nya.


" engga ada, sekarang kamu mandi gih. " ( anita) dengan tegas.


Hendra hanya menghela napas nya, ia tidak bisa membantah, atas ucapan sang istri.


ia pun bangkit, dan langsung berbisik ke telinga sang istri.


" temenin mandi nya. " ( Hendra ) ia berbisik ke telinga sang istri.


anita tau, apa dengan ucapan sang suami, walaupun umur nya sudah tua, tapi kalau masalah ranjang, Hendra tak akan kalah, dengan sang anak, masih jago di atas ranjang.


" opah mandi dulu ya nak. " ( Hendra) sambil mengelus kepala sang cucu.


sebelum pergi ia pun berpamitan ke sang anak, dan juga menantu nya, ia juga menatap ke arah sang istri, memberi kan kode.


anita pun mau tidak mau harus mengikuti kemauan sang suami, bukan hanya dosa yg ia dapat kan, tapi ia takut sang suami jajan di luar, jangan sampai itu terjadi, anita pun ikut pamit, dan mengekor di belakang suami nya.


( kalian pasti tau, apa yg akan, terjadi selanjut nya, skip aja ya 😅😅🤭)


berbeda dengan keadaan di ruang tengah, andra menatap ke arah sang istri.


kiara yg di tatap, oleh suami nya, ia pun menoleh ke arah suami nya.


" ada apa mas. " ( kiara )


" kita mandi bersama yu. " ( andra ) dengan menaik turun kan alis nya.


" iya Allah mas, kamu mesum banget sih, engga tau malu banget. " ( kiara) ia menatap ke arah sang suami.


" mesum dari mana sayang, orang aku ngajak mandi bareng, salah nya dimana. " ( andra)


" iya aku tau, jalan pikiran kamu mas, bukan hanya mandi bareng, tapi ujung ujung nya kamu minta itu. " ( kiara) ia memanyun kan bibir nya.


" iya engga apa apa sayang, mas minta itu, sama istri sendiri, emang ada yg salah, kalau mas minta nya sama cewe lain, baru itu salah. " ( andra)

__ADS_1


kiara langsung emnatao tajam ke arah sang suami.


" makan nya, ayo kita mandi bareng, biar kan al sama pengasuh nya. " ( andra)


kiara pun tidak bisa membantah, akhir nya ia pun mengikuti sang suami, sebelum nya ia menyerah kan sang anak ke pengasuh nya.


dan kini di kamar masing masing, sedang mengejar kenikmatan.


waktu sudah menunjuk kan pukul delapan malam, setelah mereka makan malam, dan melaksana kan shalat berjamaah isya, mereka pun sedang duduk di karpet bulu, tak lupa al yg sedang merangkak ke sana ke mari.


berbeda dengan para wanita, yg sedang bermain dengan al, kini para lelaki sedang berada di ruang kerja, mereka sedang membahas pekerjaan.


" ndra.. ?? " ( Hendra)


" iya pah. " ( andra) ia pun menatap ke arah Hendra.


" papah mendengar, ada cewe yg ingin mendekati kamu. " ( Hendra) ia menatap intens ke arah sang anak .


" iya pah, papah ko tau. " ( andra)


" papah pasti tau lah nak, orang mata, dan telinga papah ada dimana mana . "( Hendra).


andra menepuk jidat nya, ia baru engeh kalau papah nya mempunyai mata mata, orang yg selalu menjaga nya, dari kejauhan.


" terus gimana ndra, apa masih mengejar kamu. " ( Hendra)


" masih pah. " ( andra)


" jangan sampai kamu terjebak ndra, jangan pernah mengulangi kesalahan papah dulu. " ( Hendra)


ia andra tau dengan kisah kelam, rumah tangga orang tua nya dahulu, Hendra dan anita menceritakan pengalaman rumah tangga nya dulu, seperti apa.


mereka mencerita kan pengalaman nya, untuk memberi contoh , dan menjadi kan pengalaman nya, tidak terulang lagi,dalam rumah tangga nya.


" papah tenang aja, aku engga akan melakukan ke salah han pah, karena apa ada giandra yg selalu melindungi aku. " ( andra)


" tapi tetap aja, kamu harus waspada nak. " ( Hendra)


" itu pasti pah. " ( andra)


" kalau ada apa apa, kamu bilang sama papah, tapi papah yakin kalau kamu bisa mengatasi nya, itu tidak seberapa buat kamu, hanya kerikil kecil, yg hanya sekali tendangan, pasti hilang. " ( Hendra)


" ia, tapi tetap aja kamu jangan lengah. " ( Hendra)

__ADS_1


" iya pah, aku kan selalu waspada. " ( andra)


" iya udah kita ke luar, papah ingin bermain dengan cucu papah. " ( Hendra) ia pun menuju ke luar, dan di ikuti oleh andra.


__ADS_2