Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 216


__ADS_3

keberadaan rumah sisi, benar benar tegang, tapi fino berusaha tenang, ia harus menjelaskan kan kepada orang tua sisil.


" maksud kamu apa fin.. ?? " ( papah sisil) kini ia yg bersuara.


" saya ke sini, ingin mengembali kan sisil pah.. ?? " ( fino) dengan tegas.


" iya saya tau, kamu berucap seperti itu, cuman saya mau tanya maksud kamu apa, berbicara seperti itu, mengembali kan sisil, apa maksud nya.. ?? " ( papah sisil)


" saya mengembal kan sisil, karena saya akan mencerai kan sisil pah.. ?? " ( fino) ia menatap sang mertua, yg bentar lagi akan menjadi mantan mertua.


" kenapa kamu mau, mencerai kan sisil, dia itu lagi hamil anak kamu, ini sebenar nya ada apa, coba cerita kan yg jelas, ujug ujug kalian ke sini, terus bilang kalian mau cerai, coba jelas kan sejelas jelas nya.. ?? " ( papah sisil)


mamah sisil dari tadi hanya diam, ia syok mendengar ucapan fino, sedang kan sisil hanya menunduk kan wajah nya, karena ia malu.


" sisil selingkuh pah.. ?? " ( fino) ia dengan lantang.


" engga mungkin anak saya selingkuh, kamu jangan memfitnah anak saya.. ?? " ( papah sisil) ia sedikit meninggi kam suara nya, karena ia merasa marah, dengan ucapan fino.


" jangan asal nuduh kamu.. ?? " ( palah sisil)


" iya fino, kamu jangan asal menuduh, anak saya engga mungkin melakukan seperti itu.. ?? " ( mamah sisil) kini ia yg bersuara, karena ia tidak Terima, dengan tuduhan yg di berikan oleh fino.


" saya, engga asal menuduh tante, saya mempunyai bukti nya, bahkan anak yg ada dalam kandungan sisil pun bukan anak saya.. ?? " ( fino)


papah dan mamah sisil pun, membulat kan mata nya, ia benar benar kaget dengan ucapan sang menantu.

__ADS_1


" ini apa lagi, kenapa kamu menuduh anak saya melakukan hal menjijikan seperti itu.. ?? " ( papah sisil )


" kalau, palah engga percaya, saya akan membukti kan nya, karena saya tidak asal menuduh, dengan ada nya barang bukti . ?? " ( fino) ia pun mengambil handphone nya di dalam jas nya, ia pun menunjuk kan sebuah vidio yg tadi ia rekam, dan memberi kan nya kepada papah sisil.


palah sisil pun menerima nya, betapa kaget nya, saat ia melihat vidio tersebut, sang amanah pun penasaran, ia pun turut serta melihat vidio tersebut, mereka tidak melihat nya sampai selesai, karena ia takut, terlalu dalam mengetahui kelakuan anak nya, yg menjijikan.


" apa, palah masih bilang aku fitnah.. ?? " ( fino) ia menatap ke arah sang mertua.


papah sisil pun menatap, ke arah fino , ia tersenyum, yg sulit di arti kan.


" kamu mau fitnah anak saya,itu pasti bukan anak saya, kamu mengedit nya kan.. ?? " ( palah sisil) ia berusaha menyangkal, kalau itu bukan anak nya, yg melakukan hal menjijikan.


" iya benar, kamu pasti mengedit nya kan, engga mungkin anak saya melakukan itu.. ?? " ( mamah sisil)


" iya pah, mah, itu editan, karena mas fino udah engga cinta lagi ama aku, ia ingin bercerai dengan aku, makan nya ia mengkambinh hitam kan aku, dengan tuduhan selingkuh padahal ia yg selingkuh, yg ingin balik kan dengan mantan nya.. ?? " ( sisil) ia berusaha tenang, untung nya orang tua nya, tidak percaya dengan vidio tersebut, jadi ia bisa membela diri nya.


fino menghela napas nya, ia berusaha tenang, ia tidak boleh emosi, ia berusaha mencari akal gimana cara nya, dan membukti kan kalau vidio yg ia rekam, itu asli.


akhir nya fino pun, menemukan sebuah ide.


" kenapa kamu diam, berarti apa yg saya ucap kan benar, kalau kamu mengedit vidio itu, dan kamu mengiya kan, ucapan anak saya, kalau kamu mengejar ngejar mantan kamu.. ?? " ( papah sisil) dengan nada tegas.


sisil pun tersenyum,ia senang membuat fino di pojok kan.


" iya benar, kalau saya mengejar mantan saya, karena saya memang mencintai dia, dan saya menikahi sisil, karena keterpaksaan saja, dan sebatas tanggung jawab, saya pernah bilang kalau kita melakukan hubungan intim, karena kita mengingin kan nya, bukan hanya aku yg mau, tapi sisil juga, lagian di saat aku menggauli nya, ternyata sisil udah tidak perawat lagi.. ?? " ( fino)

__ADS_1


" kamu tega ya mas, ngomong seperti itu, kamu itu pertama bagi aku kamu yg telah mengambil mahkota ku.. ?? " ( sisil) kini ia pura pura menangis.


" lagi lagi kamu kurang ajar ya fin, dan lagi lagi kamu memfitnah anak saya.. ?? " ( palah sisil).


" saya tidak pernah memfitnah, emang saya berucao apa ada nya, tanpa ada yg di tutupi, saya sering bermain dengan wanita, bahkan saya pernah merasa kan seorang perawan, tapi di saat saya bermain dengan sisil, terasa sempit, seperti sudah di pakai berkali kali.. ?? " ( fino) ia berbicara sangat lantang, tanpa malu sedikit pun.


papah sisil yg geram pun kini merasa kesal, ia pun melayang kan tonjok kan nya.


" kurang ajar kamu.. ?? " ( papah sisil) ia melayang kan sebuah tinjuan nya, tapi fino yg sudah tau, kalau papah sisil akan menonjok nya, ia pun buru buru menghindar.


" jangan pernah anda sentuh saya, bahkan menyakiti saya.. ?? " ( fino) ia menatap ke arah papah sisil.


papah sisil pun terdiam, dengan ancaman fino, ia tidak bisa berkutik, kalau sampai ia melakukan ke salahan nya, bisa bisa saham yg di beri kan fino akan di cabut, kalau di cabut, tentu saja sangat bahaya, bagaimana dengan nasib para karyawan,ia memikir kan saja sudah bergidik ngeri, bukan itu aja ia akan kehilangan kemewahan nya.


" saya punya bukti lagi.. ?? " ( fino) ia pun kini berkutan di handphone nya , dan mencari vidio, di mana selingkuhan sisil baru masuk ke rumah nya, akhir nya ia pun menemukan nya.


mamah sisil membulat kan mata, melihat kenyataan,yg ia lihat ia melihat rekaman CCTV.


" apa masih mau mengelak, kalau anda engga percaya, saya akan vidio cal, dengan bibi, dan memperlihat kan mobil,milik selingkuhan sisil..?? " ( fino) ia baru tersadar, kalau selingkuhan nya tuh masuk ke rumah, dan untung nya fino, mengguna kan CCTV, tanpa sepengetahuan fino tentu nya.


tak menunggu lama, fino pun akhir nya menemukan nya.


ia pun segera memberi kan handphone nya, di sana menampilkan kan kalau ucapan nya, benar ada nya, orang tua sisil merasa malu, dengan kelakuan sang anak.


" jadi bagai mana pah, mah, apa masih mengelak, kalau sampai kalian mengelak, kalian keterlaluan..?? " ( fino)

__ADS_1


" sudah ah, saya mau pamit undur kan diri, yg jelas saya sudah mengembali kan sisil dengan cara baik baik, kalau gitu saya pamit om.. ?? "( fino) tanpa persetujuan, dari orang tua sisil, ia pun berjalan, dan meninggal kan


orang tua nya sisil, ia malas untuk berdebat lagi.


__ADS_2