
di saat keluarga Vina, sedang bersantai di ruang tengah, tiba tiba ada yg bertamu.
" maaf tuan, dan nyonya, ada den fino, kata nya mau bertemu dengan tuan dan nyonya. " ( bibi)
angga dan silvi pun saling tatap,angga mengedik kan bahu nya.
" iya sudah, suruh masuk aja. " ( angga)
ia mengijin kan fino masuk, karena ia penasaran, apa yg mau di bicara kan oleh anak itu.
" tolong panggil Vina bi, suruh ke bawah. " ( angga)
" baik tuan.. ?? " ( bibi) ia pun menuju ke pintu, dan mempersilah kan fino masuk, ternyata bukan hanya fino, tapi fino membawa orang tua nya juga.
mereka pun bersalaman sekedar basa basi.
sedang kan bibi memanggil Vina, setelah itu bibi membuat kan minum untuk keluarga fino.
" gimana kabar nya, tuan angga.. ?? " ( papah fino) ia sedikit berbasa basi.
" seperti, yg anda lihat tuan, kalau kabar saya baik. " ( angga) dengan wajah datar nya.
Vina pun baru turun dari tangga, dan melihat ke arah ruang tengah, ia membulat kan mata nya, karena ia kaget, dengan ke datangan keluarga fino, memang ia sudah tau kalau fino akan ke sini, cuman ia heran, kenapa fino, harus membawa orang tua nya.
Vina pun duduk di sofa tunggal, ia sedikit takut, karena tatapan ke dua orang tua nya, begitu tajam, terutama sang mamah.
bibi pun datang, dan membawa kan minum untuk para tamu nya, setelah menari di meja, bibi pun pamit ke belakang.
" maaf ada keperluan apa, sehingga kalian datang kemari. " ( angga) ia langsung tutup poin, karena malas berbasa basi, apa lagi dulu sang anak di hina oleh keluarga fino, walau dia sudah menduga nya, mereka ada maksud tertentu, tapi ia takut salah.
papah fino, menghela napas nya, ia menatap ke arah angga,dengan ragu, karena angga menampil kan wajah datar nya.
" kita ke sini, mau melamar Vina, memang terlalu turburu buru, tapi fino takut Vina, di ambil orang..?? " ( papah fino) sedikit tertawa renyah, tapi angga sama sekali tidak menanggapi, ia masih menampil kan wajah datar nya.
" anda tau kan, kalau Vina sudah mempunyai suami, kenapa kalian berani nya, melamar anak saya. " ( angga ) dengan sedikit tegas.
" tapi maaf om, sebentar lagi kan, Vina mau bercerai dengan giandra, karena Vina cinta nya sama saya. " ( fino)
__ADS_1
angga tersenyum sinis.
" apa benar, kamu mau bercerai dengan giandra vin.. ?? " ( angga) ia menatap sang anak.
" jawab, yg jujur sayang, kalau kamu mau bercerai dengan giandra, karena kita saling mencintai. " ( fino) ia menatap ke arah Vina.
Vina benar benar, merasa bingung, ia harus menjawab apa, ia heran kenapa giandra, secepat ini mengambil ke putusan.
padahal ia minta waktu, untuk menentu kan hati nya, tapi kini fino, tidak sabaran nya, langsung ke rumah orang tua nya, bahkan fino, membawa ke dua orang tua nya.
" Vina jawab.. ?? " ( angga) sedikit meninggi kan suara nya.
nyali Vina pun menciut, karena baru sekarang sang papah meninggi kan suara nya.
" jawab yg jujur sayang, ikuti kata hati kamu, tante tau kalau kamu memilih fino kan, karena kalian saling mencintai. " ( mamah fino) ia mengelus bahu Vina.
sedang kan angga dan silvi, merasa jengah melihat keluarga fino.
Vina menghela napas nya, dan menatap ke dua orang tua nya.
silvi yg mendengar, ucapan sang anak, ia membulat kan mata nya, ia menatap sang anak dengan kejam.
" kamu mau bercerai dengan giandra. " ( angga)
Vina mengangguk kan kepala nya sebagai jawab ban.
" om sama tante, sudah dengar kan apa yg di ucap kan oleh Vina.. ?? " ( fino) ia tersenyum bangga.
" kita sebagai orang tua, hanya bisa mendukung nya, dan engga bisa menghalangi tuan, cinta itu tidak bisa di paksa kan, makan nya kita hanya bisa mendukung. " ( mamah fino)
" tenang aja om, saya akan menunggu Vina, sampai masa idah nya beres, kalau sudah beres baru kita melangsung kan pernikahan. " ( fino)
angga dan silvi, menatap lurus datar ke arah keluarga fino.
" tolong restui kami tan, saya janji akan menjaga Vina, dan akan membahagia kan Vina .. ?? " ( fino) ia berusaha meyakin kan ke diaa orang tua Vina.
angga dan silvi saling melirik, silvi hanya mengedik kan bahu nya, karena ia benar benar kecewa dengan keputusan anak.
__ADS_1
tapi mereka pun berpikir, kalau memang cinta, engga bisa memaksa kan.
" kalau gitu, saya serah kan semua nya sama Vina. " ( angga)
" jadi engga sabar, Vina menjadi menantu saya.. ?? " ( mamah fino) sambil tersenyum senang.
" wah.. wah.. hebat banget ya, kalian menyakiti anak saya.. ?? " ( fitri) ia ke luar dari balik pintu.
membuat yg ada di sana sok, terutama silvi, ia melihat raut wajah yg kecewa, mata nya yg sudah berkaca kaca.
" kamu,tega ya, menyakiti hati anak aku, jangan mentang mentang anak aku tidak sepadan dengan keluarga kalian, sehingga kalian, menindas anak aku dan menyakiti anak aku, kalian begitu kejam.. ?? " ( fitri) kini air mata nya sudah mengalir ke pipi nya.
" kenapa, kamu tega melakukan itu vi, kenapa..?? " ( fitri) kini ia terduduk, saking tidak kuat nya manahan tubuh nya.
silvi tidak tega melihat, sang sahabat yg begitu terpuruk , silvi pun mendekat ke arah sang sahabat, ia ingin membantu fitri untuk berdiri, tapi fitri menepis nya.
" apa salah anak aku vi, selama ini ia selalu berusaha membahagia kan anak kamu, tapi kenapa anak kamu menyakiti nya, kenapa vi.. ?? " ( fitri) ia memegang dada nya, yg begitu sakit.
" sekarang dimana anak aku.. ?? " ( fitri) ia menghapus air mata nya, yg berada di pipi.
dan menatap tajam ke arah silvi.
" semenjak kemarin, giandra udah pergi meninggal kan saya mah.. ?? " ( Vina)
" pergi kemana vin, anak saya.. ?? " ( fitri) dengan menaik kan nada suara nya.
" saya engga tau mah.. ?? " ( Vina)
fitri bangun dari duduk nya, dan menatap ke arah Vina, dan semua yg ada di sana.
" mulai detik ini, kamu bukan lagi sahabat aku, dan untuk kamu Vina, jangan panggil aku mamah, karena muali detik ini, kamu bukan menantu saya. " ( fitri) dengan menatap tajam ke arah Vina.
" makasih, atas luka yg kamu beri kan kepada anak saya, semoga kamu mendapat kan balasan,apa yg kamu lakukan ke pada anak saya. " ( fitri) sambil beranjak ke luar.
" fit, tunggu.. ?? " ( silvi) ia berusaha mengejar fitri, tapi sayang fitri ke hutu masuk ke dalam mobil nya, dan meninggal kan kediaman angga.
" jangan lupa, mampir ke karya terbaru saya, hati yg kau sakiti. "
__ADS_1