Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 227


__ADS_3

di saat kiara sedang menangis, ada tangan yg melingkar di pinggang nya.


" sayang jangan nangis.. ?? " ( andra) ia mengecup tengkuk kiara.


kiara pun menatap ke arah andra.


" mas..?? " ( kiara) ia membalik kan tubuh nya.


" maaf kan mas.. ?? " ( andra) ia memeluk tubuh kiara, kiara pun membalas peluk kan nya.


" KALIAN APA APAAN.. ?? " ( dira) ia berteriak dari arah dapur.


andra pun menengok ke arah suara, tapi ia sedikit pun tidak mereray peluk kan nya.


dira,pun berusaha mereray peluk kan nya.


" kamu apa apaan ra.. ?? " ( andra) ia membentak ke arah dira.


" kamu yg apa apaan, ngapain kalian peluk peluk gini ha.. ?? " ( dira)


" aku meluk gini, karena dia istri aku.. ?? " ( andra)


" aku engga percaya, kalau dia istri kamu.. ?? " ( dira) ia menunjuk wajah kiara.


" aku engga butuh pendapat kamu, kamu mau percaya, atau engga juga terserah.. ?? " ( andra) ia sedikit tegas.


" kamu pasti bohong kan ndra.. ?? " ( dira) ia menatap ke arah andra.


" aku engga bohong, kalau kamu engga percaya, sini kamu ikut sama aku ke ruang tamu.. ?? " ( andra) ia pun menggenggam tangan kiara, kiara pun hanya pasrah, saat suami nya membawa diri nya.


sedang kan dira, ia mengekor di belakang kiara dan andra, dengan perasaan kesal, dan kecewa.


" kamu lihat, fhoto itu ( fhoto pernikahan andra dan kiara), itu menanda kan kalau aku sama istri aku, sudah menikah, apa kamu masih belum percaya.. ?? " ( andra) dengan sedikit kesal.


" itu bisa saja editan.. ?? " ( dira) ia berusaha menepis, dan ia yakin kalau ini semua bohong.


andra menghela napas nya, dan melirik ke arah kiara.

__ADS_1


" sayang, kamu duduk dulu ya, aku mau ambil sesuatu dulu.. ?? " ( andra) ia menatap kiara, ia berucap sangat halus.


kiara pun mengangguk, ia pun duduk di sofa, setelah sang istri terlihat duduk, andra pun menuju ke kamar.


" ******,kamu pasti merayu andra, dengan tubuh kamu, atau jangan jangan kamu menjebak nya.. ?? " ( dira) dengan tatapan tajam.


kiara hanya menatap sekilas, dan tersenyum sinis.


" apa, engga salah, kamu bilang aku ******, terus kamu apa.. ?? " ( kiara) dengan nada bicara yg santai, ia tidak ingin tersulut emosi nya.


" kalau aku, jelas wanita terhormat.. ?? " ( dira) dengan gaya angkuh nya.


" apa saya, engga salah dengar, kamu bilang, wanita terhormat.. ?? " ( kiara)


" iya, saya wanita terhormat.. ?? " ( dira)


" waw.. ?? kamu punya kaca engga di rumah.. ?? " ( kiara) ia menatap ke arah dira.


" iya punya lah,emang kenapa kamu menanya kan itu.. ?? " ( dira)


" emang apa hubungan nya sih, dengan kaca, mau kaca aku kecil, mau kaca aku besar, terserah aku lah, kaca kaca aku ini.. ?? " ( dira)


" emang itu urusan kamu, cuman aku mau kamu ngaca, diri kamu.. ?? " ( kiara).


" atau engga gini aja deh, kamu bilang kamu wanita terhormat, dengerin baik baik, kamu masih punya kuping kan, kalau wanita baik baik, tidak mungkin merebut laki laki yg sudah beristri, dan jaga ucapan kamu, aku bukan ******, aku memberi kan mahkota aku pun ke suami aku, yaitu andra, jadi stop kamu bilang aku ******. . ?? " ( kiara) dengan tatapan sinis.


" engga mungkin, kamu ngasih keperawanan kamu ke andra, pasti kamu bohong kan, dengerin ya, jaman sekarang engga ada ya, wanita yang masih perawan, banyak yg sudah jebol di saat menikah.. ?? " ( dira)


" engga semua perempuan seperti itu, jadi stop kamu menuduh saya wanita seperti itu.. ?? " ( kiara)


di saat dira akan berbicara, datang lah andra,membawa buku nikah.


" kamu masih engga percaya, kalau aku sudah menikah.. ?? " ( andra) ia menunjuk kan buku nikah.


dira pun membulat kan mata nya, ternyata memang andra sudah menikah.


" tapi kenapa, kamu kemarin terbuay dengan ciuman aku.. ?? " ( dira) ia berusaha memanasi kiara.

__ADS_1


tapi kiara biasa biasa saja, walupun dalam hati nya sakit, saat mengingat kejadian kemarin.


" itu, suatu kehilapan, buat aku jadi jangan pernah mengatakan hal hal menjijik kan seperti itu.. ?? " ( andra )


" kata nya wanita terhormat, dan menyebut aku ******, tapi kamu sendiri yg ******. " ( kiara) dengan senyuman meledek.


dira mengepal kan tangan nya, karena ia di ledek oleh kiara.


" yang ****** di sini, siapa ya, aku atau kamu, sepertinya kamu juga mengerti, dengan ucapan saya, dan menyimpulkan kalau di sini, yg pantas, di sebut wanita ****** itu kamu, bukan aku.. ?? " ( kiara) ia menunjuk wajah dira.


" jaga ucapan loh, yg ****** itu tetap lo.. ?? " ( dira) ia berteriak ke arah kiara.


" jaga ucapan kamu dira, aku bisa menjeblos kan kamu ke dalam penjara, atas pencemaran nama baik, .. ?? " ( andra) dengan tatapan sinis, dan tegas.


dira yg mendengar ucapan andra pun sedikit kaget, karena baru sekarang andra, marah sama dira.


" kamu berani membentak aku.. ?? " ( dira)


" aku berani, karena kamu berani mengusik kehidupan istri aku.. ?? " ( andra) ia menekan kata istri.


" ndra, aku kemarin udah bilang, aku mau nikah sama kamu, aku ke sini inginhidup bersama kamu, sekarang cerai kan dia untuk aku.. ?? " ( dira) ia semakin menjadi.


" emang kamu siapa, nyuruh aku mencerai kan kiara, dengan ra kamu itu masa lalu aku, masa depan aku sekarang itu kiara, istri aku, jadi mulai sekarang, kamu setop, untuk mendekati aku, dan jangan pernah mengusik rumah tangga aku.. ?? " ( andra)


" kalau engga gini aja ndra, aku mau ko, jadiin aku yg ke 2 , yg penting aku bisa hidup sama kamu ndra, aku mohon.. ?? " ( dira) dengan tatapan memohon.


" maaf, istri aku cuman satu, untuk selama nya, jadi sekarang kamu ke luar dari apartemen aku.. ?? " ( andra) sambil menunjuk, ke arah pintu.


" tapi ndra.. ?? " ( dira) masih berusaha untuk meyakin kan andra.


" SAYA BILANG KE LUAR.. ?? " ( andra) ia menininggi kan suara nya.


dira pun mau tidak mau, ia beranjak dari sofa, sebelum ia menuju keluar, ia menatap ke arah andra, dan berganti ke arah kiara.


" denger, baik baik ndra, aku engga akan menyerah, untuk mendapat kan kamu lagi, aku akan selalu berusaha, karena aku tau di hati kamu masih ada nama kamu, dan cinta kamu itu, hanya untuk aku, bukan wanita ****** ini, dan untuk kamu ( ia menunjuk ke arah kiara) , kasian banget kamu hanya di jadi kan pelampiasan, oleh andra,aku tanya sama kamu, apa pernah andra mengata kan cinta sama kamu, kalau belum pernah, berarti ucapan aku benar, kalau andra masih mencintai aku, dan kamu hanya sebagai pelampiasan saja, dan tempat pulang nya itu aku, bukan kamu, jadi kita liat saja di sini siapa, yg akan mendapat kan andra seutuh nya, kamu atau aku.. ?? " ( dira) dengan tatapan sinis, setelah mengucap kan itu semua, dira pun berjalan menuju ke luar.


sedang kan kiara, ia terdiam,ia masih memikir kan ucapan dira barusan, apa benar, dia hanya di jadi kan pelampiasan saja, karena selama ini, memang benar kalau andra belum pernah mengata kan cinta, untuk diri nya.

__ADS_1


__ADS_2