
" pah gimana, udah ada ke putusan dari sana.. ?? " ( lina) dengan tatapan, penuh harap.
" belum bak, kan kita ngasih waktu 3 hari, sabar ya sayang.. ?? " ( heru) ia mengelus rambut sang anak.
" papah kenapa engga, ambil ke putusan nya sekarang.. ?? " ( Lina)
" engga bisa nak, mereka juga harus berpikir, jangan ngambil ke putusan sepihak ya nak.. ?? " ( heru)
" kamu, harus bersabar, supaya hasil nya bisa bagus, sabar ya sayang.. ?? " ( heru)
" dari semalam, aku engga bisa tidur pah, aku terus memikir kan itu pah.. ?? " ( Lina)
" kenapa kamu, engga bisa tidur, jangan terlalu memikirkan kan ya nak, nanti kamu sakit, papah yakin, kita akan berhasil.. ?? " ( heru)
" iya pah, aku harus yakin, siapa sih yg engga tergiur dengan apa yg kita beri kan, hanya orang bodoh, yg menolak nya.. ?? " ( Lina)
" iya sayang, semangat.. ?? " ( heru)
" iya pah.. ?? " ( Lina)
" iya udah, sekarang kamu lanjut kan acara makan nya.. ?? " ( heru)
Lina hanya menjawab dengan angguk kan saja, tanpa membalas ucapan sang papah, ia pun melanjut kan sarapan nya, setelah selesai ia pun menuju kantor, untuk bekerja.
tak berbeda dengan Lina, yg sedang menunggu keputusan dari andra, kiara pun kini sedang menunggu ke putusan dari sang suami, ia berusaha ikhlas, apa pun hasil nya, ia harus bisa, menerima nya, kini ia sedang berada di balkon, tatapan nya yg kosong, sehingga ia tidak tau kalau sang suami sedang memperhati kan nya.
andra pun memeluk kiara dari belakang, membuat kiara terhenyak, tapi haya sebentar, karena ia mencium parfum sang suami.
__ADS_1
" lagi apa sayang.. ?? " ( andra) ia memeluk erat tubuh sang istri, ia juga menghirup parfum sang istri, yg begitu menenang kan.
" sayang, kenapa engga jawab .. ?? " ( andra)
" ah, iya mas.. ?? " ( kiara) sedikit gugup.
" kamu, kenapa sih yang.. ?? " ( andra)
" aku, engga apa apa yang.. ?? " ( kiara)
" kamu, masih memikir kan, tentang semalam.. ?? " ( andra) ia menatap sang istri.
" kalau aku, engga memikir kan nya, bohong mas, karena sampai sekarang pun aku ke pikiran, gimana rasa nya, di saat kita sedang sayng sayang nya, kita di tinggalin, apalagi sekarang aku lagi mengandung, gimana engga ke pikiran, padahal aku ingin di saat aku hamil, aku di manja manja sama suami, tapi ini malah di kasih beban yg begitu berat, apa aku sanggup, untuk jauh dari kamu mas.. ?? " ( kiara) ia berbicara, panjang lebar mengeluar kan isi hati nya,ia pun terisak.
" malam, aku bilang, aku bisa hidup pin anak aku, bohong mas, aku engga akan bisa, aku butuh sosok suami yg menemani aku, di kala aku sedang hamil, di saat aku melahir kan, aku pun ingin dekat selalu sama kamu mas, aku ingin kamu mendampingi aku.. ?? " ( kiara)
" tapi aku juga, engga mau kalau aku harus di madu, aku engga rela berbagi suami, aku harus bagaimana mas.. ?? " ( kiara) kini makin terisak, ia menahan sakit di dada nya.
hati nya lagi lagi tertusuk , ia tak sanggup melihat, sang istri sesakit ini,ini baru aja obrolan lan, gimana, kalau nanti dia benar benar meninggal kan sang istri, sudah terbayang, kalau dia akan hancur seperti apa, andra tak sanggup untuk membayang kan itu semua, andra pun membawa sang istri ke dalam peluk kan nya, ia pun memeluk erat sang istri, dan memberi ke tenangan dengan mengusap ngusap punggung sang istri.
setelah sedikit mereda, ia pun mereray peluk kan nya, dan menatap sang istri.
" sayang, jangan nangis lagi ya, aku wngga akn sanggup melihat kamu, menangis seperti ini.. ?? " ( andra) ucap nya lirih.
" sudah yah, mas engga akan pernah ninggalin kamu sama anak kita, karena cita cita mas, sekarang ini,itu kamu dan anak kita, kita besar kan anak kita ya,kita menua bersama, sampai maut yg memisah kan kita.. ?? " ( andra) ia mengusap air mata, sang istri dengan jempol nya.
" sudah yah, jangan nangis kasian anak kita, kalau kamu nangis terus.. ?? " ( andra) ia mengecup ke dua mata sang istri.
__ADS_1
" tapi mas, itu kan cita cita kamu, ingin bekerja sama dengan perusahaan itu, sekarang bukan lagi bekerja sama, tapi kamu bisa memiliki perusahaan tersebut, aku engga mau menghalangi cita cita kamu mas . "( kiara).
" kan aku bilang, sama kamu sayang, cita cita aku sekarang, kamu dan anak kita, engga ada yg lain, kalau masalah itu mas sudah tidak peduli, karena yg terpenting ke bahagiaan keluarga kita sayang.. ?? " ( andra)
" aku engga mau, terlambat, untuk menyadari nya, kalau pasangan kita sudah jauh dari jangkauan, dan susah di gapai, lebih baik aku antisipasi dari sekarang, dan ini sudah ke putusan aku mutlak, " ( andra).
" aku, engga mau bernasin sama kaya papah, yg di tinggal sama mamah.. ?? " ( andra)
kiara pun mengkerut kan kening nya, karena ia tidak mengerti, dengan ucapan sang suami, apalagi saang suami, membawa papah mertua nya, andra pun mengerti apa yg di maksud dengan sang istri.
" jadi gini sayang, papah bersih kukuh ingin menjodoh kan aku, sampai sampai mamah di bentak dan di tampar oleh papah.. ?? " ( andra)
" apa mas, ko bisa.. ?? " ( kiara) ia membulat kan mata nya, karena ia kaget dengan ucapan sang suami, ia tidak percaya, kalau papah mertua nya sampai melakukan itu, karena terlihat palah mertua nya itu, sangat cinta terhadap mamah mertua nya, ko sekarang kenapa, papah mertua nya melakukan itu, membuat kiara kaget.
" entah lah, mungkin papah ke lepasan, sekarang mamah ninggalin papah, kata nya mamah mau nenangin pikiran dulu, aku melihat papah sangat kacau, di saat di tinggal oleh mamah, aku engga mau itu terjadi terhadap ku sayang, karena aku sudah terbiasa, hidup sama kamu.. ?? " ( andra)
" terus, sekarang mamah tinggal dimana.. ?? " ( kiara) ia menatap khawatir.
" tuk, sementara waktu, mamah mau tinggal di butik sayang.. ?? " ( andra).
" semoga mereka baik baik aja ya sayng, dan balik akur lagi.. ?? " ( kiara) sambil menampilkan kan senyuman nya, dan memberi sport ke pada suami nya.
andra pun tersenyum, dan mengangguk kan kepala nya.
" amin sayang, semoga saja, rumah tangga kita dan mamah baik baik saja, dan di kasih ke bahagiaan, ya.. ?? " ( andra)
" amin mas.. ?? " ( kiara)
__ADS_1
" jadi, engga akan menerima perjodohan ini kan. ?? " ( kiara).
andra, menggeleng kan kepala nya, sebagai jawab ban, ia pun memeluk erat tubuh sang istri, tubuh sang istri lah, yg membuat nya tenang, aplagi harum tubuh sang istri, yg membuat andra candu, dan engga bisa jauh dari sang istri.