
Vina pun tersenyum, dan masuk ke dalam.
sedang kan mereka bertiga masih menampil kan wajah kaget nya, bahkan pucat pasi, tpi mamah fino, berusaha menetral kan perasaan nya, ia menghela napas nya, dan menatap ke arah Vina.
" udah lama nak, ko engga ngabarin. "( mamah fino) ia menampil kan senyuman nya.
Vina pun, tersenyum dan duduk di sofa, menatap mereka semua, tatapan nya sulit di arti kan.
" iya sayang, ko engga ngabarin, tau gitu aku kan bisa jemput kamu. "( fino) sambil menampil kan senyuman nya.
" maaf tuan, nyonya saya permisi dulu ke luar, karena masih ada kerjaan yg harus saya kerja kan. "( asisten) ia beranjak dari sofa.
" engga usah, kamu diam aja di sini, mau kemana. "( Vina) dengan menampil kan senyum sinis nya.
" maaf nona, saya masih ada kerjaan, yg harus selesai sekarang. "( asisten )
" engga usah, kamu duduk dulu aja, cuman sebentar ko, saya mau ngomong sama kalian. "( Vina)
asisten pun akhir nya, duduk kembali.
" emang kamu ngomong apa sayang. "( fino) ia duduk di sisi Vina, ia pun ingin memegang bahu Vina, tapi butu butu Vina tepis, membuat fino mengkerut kan kening nya.
" kamu, kenapa. "( fino)
" kamu bilang aku kenapa, intropeksi diri kamu no, apa yg kamu lakukan, ke pada aku. "( Vina) sambil tersenyum sinis.
" aku, engga pernah melakukan apa apa sayang, emang aku melakukan apa. "( fino) ia berusaha tenang, padahal hati nya ketar ketir.
" iya kak, emang anak mamah, punya salah apa. "( mamah fino) ia berusaha membela sang anak.
" waw... ?? masih aja mengelak. "( Vina)
mereka bertiga pun, terdiam, tak ada satu kata untuk yg ke luar dari mulut nya.
" kenapa, kalian engga jawab..?? "( Vina) ia sedikit menaik kan nada suara nya.
lagi lagi, tak ada suara, yg menjawab pertanyaan Vina.
" aku begitu bodoh, lagi lagi aku di bohong ngi oleh kamu fino, aku ngasih ke percayaan sama kamu, ke sempat tan sama kamu, tapi lagi lagi aku harus menelan ke kecewaan, ternyata kamu cuman, memanfaat tin aku aja, aku rela melepas kan giandra, demi bajingan seperti kamu, aku benar benar menyesal no, aku doa kan semoga kamu merasa kan apa yg aku rasa kan. "( Vina) ia menatap ke arah fino, dengan tatapan yg begitu tajam, ia menangis bukan karena patah hati, tapi lebih ke rasa kecewa, yg ia rasa kan.
__ADS_1
ia pun merasa menyesal, telah melepas giandra.
" maaf, mimpi kamu sama mamah kamu, engga bisa di kabul kan,karena gagal total."( Vina) ia menghapus air mata nya, yg berada di pipi nya.
" selamat atas ke gagalan kamu, kalau gitu saya permisi, dan makasih ya, atas luka, yg kamu toreh kan. "( Vina) ia pun beranjak dari sofa, tapi di saat ia akan melangkah kan kaki nya, tangan nya di cekal oleh fino.
" vin, aku mohon maaf sama kamu, aku cinta sama kamu vin, tolong beri aku kesempatan. "( fino) dengan tatapan memohon.
" engga ada ke sempat tan lagi no, aku sudah kecewa, aku di buta kan , oleh cinta kamu. "( Vina).
" engga vin, aku engga mau putus sama kamu. "( fino) masih dengan tatapan memohon.
" beri satu kali lagi, ke sempatan untuk fino nak, apa yg kamu dengar, itu tidak sesuai, apa yg kamu dengar. "( mamah fino) ia berusaha membela sang anak.
" engga usah ngelak, aku mendengar semua nya, aku bukan yg dulu,yg mudah kalian tipu. "( Vina) menatap sinis ke arah fino, dan mamah fino.
" jadi lah suami, dan ayah yg baik no, karena bentar lagi kamu akan punya anak. "( Vina)
" dan hilang kan rasa tamak kamu itu, syukuri apa yg kamu punya, sebelum Alloh mengambil semua nya. "( Vina) ia pun menepis cekalan fino, dan menuju ke luar, tanpa menoleh ke arah mereka bertiga.
HA... ??
" gimana ini no, Vina udah tau semua nya. "( mamah fino) terlihat gusar.
" aku juga bingung mah, aku harus bagaimana, semua nya gagal. "( fino).
" kamu bujuk lagi aja no, jangan sampai kmu gagal, mungkin sekarang Vina lagi emosi, besok kamu temui lagi, aku yakin, Vina akan luluh.. ?? "( asisten) ia mengelus bahu fino.
" nah, benar itu no,mamah setuju, mungkin sekarang Vina lagi emosi, kalau besok kamu bujuk pasti luluh, mamah yakin no, karena terlihat jelas kalau Vina masih mencintai kamu.. ?? "( mamah fino)
" benar mah, besok aku menemui nya lagi, mudah mudah han, Vina luluh mah. "( fino)
" iya nak, jangan sampai gagal, padahal ini tinggal sedikit lagi, tapi kenapa bisa ketahuan, tapi mamah harus yakin kalau Vina luluh. "( mamah fino)
" iya udah kalau gitu , aku ke depan dulu ya.. ?? "( asisten)
fino, hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
" mamah juga mau pulang dulu, kamu lanjut kan lagi pekerjaan kamu. "( mamah fino).
__ADS_1
" iya mah, hati hati. "( fino).
mamah fino pun meninggal kan ruangan fino, kini tinggal fino, ia menghela napas nya, ia berharap Vina bisa luluh, dan bisa bersama, karena jauh di lubuk hati nya, ia masih mencintai Vina, ia pun beranjak dari sofa, menuju ke kursi ke besar ran nya ia mulai mengerjakan pekerjaan nya.
sedang kan Vina kini baru sampai rumah, ia menghela napas nya, setelah sedikit tenang ia pun masuk ke dalam rumah, dan di sambut oleh bibi.
" mamah, dimana bi. "( Vina)
" mamah ada di taman belakang non. "( bibi) Vina hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.
" vi, aku ke atas dulu ya. "( Vina)
" iya non..?? "( bibi).
Vina pun menuju ke kamar nya, sedang kan bibi menutup pintu nya, setelah itu bibi menuju ke dapur, di saat bibi baru mau masuk, berpapasan dengan silvi.
" bi.. ?? "( silvi)
" eh, iya nyonya.. ?? "( bibi).
" barusan siapa bi.. ?? "( silvi)
"nona Vina. "( bibi)
" oh,iya udah aku ke kamar dulual ya bi, gerah. "( silvi)
" iya nyonya."( bibi).
mereka pun meninggal kan tempat tersebut, masuk ke tempat masing masing.
kini Vina, sedang merebah kan tubuh nya, ia menatap lurus ke arah depan, begitu banyak beban, dan ke kecewaan yg ia miliki, betapa menyesal nya, ia berpisah dengan giandra, padahal giandra begitu menyayangi nya begitu tulus, tapi ia malah melepas kan nya.
ia mengambil hasil USG , dan menatap nya.
" sehat selalu nak, kamu masih punya mamah, maaf kan mamah telah menyakiti papah kamu. "( Vina) ia mendekap foto USG.
dan tak terasa, ia menutup mata nya, karena ia lelah, akhir nya Vina pun tertidur.
" jangan lupa mampir ke karya aku yg baru , hati yg kau sakiti "
__ADS_1