Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 321


__ADS_3

cklek


andra pun membuka pintu nya, da terlihat bibi, yg sedang berdiri, menatap diri nya .


" ada apa bi. " ( andra)


" maaf tuan mengganggu, di bawah ada tamu tuan. " ( bibi)


andra mengkerut kan kening ny, karena ia tidak mempunyai janji dengan siapa pun.


" siapa bi, karena saya engga mempunyai janji. " ( andra)


" entah lah tuan, kata nya rekan kerja tuan. " ( bibi)


andra pun menghela napas nya.


" iya udah bi suruh aja tunggu, nanti saya ke bawah. " ( andra)


" baik tuan. "( bibi) sambil membungkuk kan tubuh nya.


" kalau gitu, saya permisi tuan. " ( bibi)


andra hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.


bibi pun pergi meninggal kan andra, sedang kan andra kembali ke kamar, terlihat sang istri yg baru ke luar dari kamar mandi.


" siapa mas. " ( kiara)


" kata nya ada rekan kerja yg mau bertemu sama aku. " ( andra) ia duduk di sisi ranjang, sambil memperhati kan sang istri, yg sedang menyisir rambut nya.


" terus, kenapa mas masih di sini engga nemuin tamu nya. " ( kiara)


" jujur aja mas malas, untuk menemui nya, kan kamu tau sendiri, kalau mas jarang menerima tamu, kalau sedang di rumah, karena waktu nya di rumah, bukan untuk orang lain, tapi untuk istri dan anak aku. " ( andra)


kiara pun tersenyum, atas ucapan sang suami, ia pun menyimpan sisir nya, dan berjalan ke arah andra, sambil menyepol rambut nya, membuat andra tertegun, melihat leher jenjang sang istri, kiara pun duduk di samping sang suami.


" sayang jangan menggoda deh. " ( andra)


" menggoda apa sih mas,orang aku engga ngapa ngapain. " ( kiara)


" itu.. ?? " ( andra) ia menunjuk leher jenjang sang istri.


kiara hanya menggeleng geleng kan kepala nya, atas sikap sang suami.


" kamu ada ada aja mas, hanya karena ini ( sambil memegang leher nya) sampai terangsang gitu. " ( kiara)

__ADS_1


" entah lah sayang, tubuh kamu itu candu buat aku. " ( andra)


" iya bagus kalau gitu, aku harap kamu seperti ini, sampai nanti kita menua. " ( kiara )


" itu pasti sayang. " ( andra) ia mengecup kening sang istri, dan tidak lupa, memeluk pinggang sang istri.


" astaghfirullah mas. " ( kiara) ia menepuk kening nya.


" ada apa sayang. " ( andra) ia menatap sang istri, sambil mengkerut kan kening nya.


" mas bukan nya di bawah ada tamu. " ( kiara)


" astaghfirullah, sayang mas lupa. " ( andra)


" iya udah kita ke bawah. " ( andra) ia pun berdiri, dan mengajak sang istri untuk menemani nya.


" mas aja yg ke sana. " ( kiara)


" engga mau, mas mau nya sama kamu, mas mau di temani sama kamu sayang. " ( andra) dengan tatapan memohon.


kiara menghela napas nya, dan akhir nya ia pun mengangguk kan kepala nya , mereka pun menuju ke bawah, untuk menemui tamu nya.


di saat mereka sampai ke ruang tamu, kiara mengkerut kan kening nya, saat melihat seorang wanita, yg sedang duduk manis.


sekitar pun tersenyum ke arah andra, ia begitu bahagia di saat melihat andra, dan tidak sedikit pun menoleh ke arah kiara.


iya tamu yg berkunjung ke rumah andra itu seli.


" malam, maaf sebelum nya ada keperluan apa kamu datang ke rumah saya." ( andra) dengan tatapan yg sulit di arti kan, ia pun duduk si sofa, dan di ikuti oleh sang istri.


andra tidak suka dengan basa basi, makan nya ia langsung tutup poin ke pada seli, tujuan dia ke sini untuk apa, sedang kan kiara hanya terdiam, dan memperhati kan interaksi antara sang suami, dan seli.


seli menghela napas nya , dan menatap ke arah andra, dan lagi lagi ia tidak melirik ke arah kiara, sedang kan kiara hanya mengedik kan bahu nya saja,


" maaf tuan, seperti nya, flasdis saya, ketinggalan di dalam mobil tuan. " ( seli)


kiara menatap ke arah sang suami, dengan tatapan tajam, membuat andra menggaruk rambut nya, yg tidak gatal.


" bisa jelas kan mas. " ( kiara)


andra pun akhir nya, menjelaskan apa yg terjadi tadi sore, tanpa ada yg ia tutup tutuppi.


sedang kam seli tersenyum senang, karena andra dan kiara pasti bertengkar, dan setelah itu terjadi, pasti andra kalut, dan perlahan seli masuk, untuk mendekati andra.


" maaf sebelumnya Nyonya, apa yg di ucap kan tuan andra benar,saya mohon jangan salah paham nona. " ( seli) ia berusaha memasang wajah bersalah nya, supaya mendapat simpati dari andra.

__ADS_1


" tenang aja,aku percaya ke pada suami ku. " ( kiara) sambil tersenyum ke arah seli.


kiara tahu, dengan pemikiran seli, dari awal ia bertemu, ia tau kalau seli menyukai suami nya makan nya ia berusaha untuk menutupi nya, dan pura pura baik.


Seli pun tersemyum kecut, karena rencana nya gagal, untuk membuat mereka bertengkar, tapi tenang aja masih banyak cara untuk memisahkan mereka.


" oh iya bukan nya, kamu mau ngambil flasdis kamu. " ( kiara) ia menatap ke arah seli.


" oh iya nyonya, saya mau mengambil flasdis" ( seli)


" bi.. ?? " ( kiara) ia sedikit berteriak.


bibi pun datang dari arah dapur.


" iya nyonya, ada yg bisa saya bantu. " ( bibi) sambil membungkuk kan tubuh nya.


" bi tolong bawa orang ini, ke mobil tuan, kata nya beliau ketinggalan flasdis nya. " ( kiara)


" baik nyonya. " ( bibi)


kiara pun menatap ke arah seli .


" nona, bisa mengikuti bibi, untuk mengambil flasdis nya. " ( kiara)


" baik nyonya. " ( seli)


seli pun mengikuti bibi, dengan perasaan kesal, niat nya lagi lagi gagal, padahal ia ingin di temani oleh andra, di saat menuju ke mobil andra, tapi sayang, malah asisten nya yg mengantar diri nya.


setelah terlihat kepergian seli dan bibi, kiara menatap ke arah sang suami, tatapan nya begitu sulit di arti kan.


" sayang, jangan menatap aku seperti itu. " ( andra)


" kamu itu mas, kalau baik itu harus liat liat. " ( kiara)


" emang kenapa sayang. " ( andra)


" aduh mas, jadi orang itu harus waspada, mas engga liat, gerak gerik seli, ia itu seperti nya tertarik sama kamu mas, dan memanfaat kan kebaikan kamu. " ( kiara)


" tapi kan sayang, yg penting aku engga tertarik sama dia. " ( andra)


" tetap aja mas, aku liat, dia itu orang nya nekad loh mas, aku yakin, masih banyak rencana rencana lain, untuk mendapat kan kamu mas. " ( kiara).


" wes.. ?? kamu hebat sayang,bisa membaca pemikiran orang. " ( andra)


" mas ih.. ?? aku lagi serius, jangan di buat bercanda deh, insting istri itu kuat loh mas. " ( kiara)

__ADS_1


" iya.. iya.. sayang, mulai sekarang mas, akan lebih waspada, menghadapi fans nya mas. " ( andra) ia berucap dengan bangga nya, dan tidak lupa ia langsung memeluk sang istri, dari samping.


sedang kan kiara, memutar bola mata nya, mendengar ucapan sang suami, yg bangga terhadap diri nya, tapi memang benar sih, kiara mengakui kalau andra itu sempurna, sudah tampan, kaya pula, makan nya para wanita ingin berlomba lomba mendapat kan andra, walaupun mereka tau suami nya itu sudah mempunyai istri dan anak.


__ADS_2