Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 270


__ADS_3

Vina pun masuk, ke dalam rumah sambil menangis, membuat silvi mengkerut kan kening nya, karena ia sedang berada di ruang tamu.


" kamu, kenapa nangis..?? "( silvi) dengan menampil kan wajah datar nnya, walau pun hati kecil nya, ia merasa khawatir.


Vina pun menoleh ke arah sang mamah, ia pun menuju ke arah sang mamah, ia memeluk tubuh silvi.


silvi pun akhir nya mengalah, dan mengusap punggung Vina, untuk menenang kan nya, setelah sedikit reda, Vina pun mereray peluk kan nya, dan menatap ke arah Vina.


" bisa kamu, jelas kan kenapa kamu menangis. "( silvi)


" mah, aku barusan bertemu dengan mamah fitri. "( Vina) ucap nya lirih.


" terus.. ?? "( silvi) dengan tatapan yg penuh dengan tanda tanya.


Vina pun, mencerita kan semua nya, kejadian yg baru saja terjadi, ia berbicara sambil terisak, ada rasa sedikit kesal, pada sang sahabat, tapi ia juga menyadari kalau sahabat nya itu, meluap kan ke kecewaan nya, siapa sih yg mau, melihat sang anak di sakiti, apa lagi ia seorang ibu, pasti akan merasa kan sakit, ketika sang anak di sakiti, kalau posisi fitri berada diri nya, ia pun sama akan, menjadi garda terdepan, untuk melindungi sang anak, walaupun sang anak sudah dewasa tetap aja, kasih sayang seorang ibu, engga akan pernah luntur.


silvi menghela napas nya, ia menatap sang anak satu satu nya.


" mamah engga bisa membela siapa siapa nak, karena posisi kamu benar benar salah, siapa yg mau melihat anak nya di sakiti, pasti ia akan marah nak, mamah juga menyadari kalau cinta engga bisa di paksa kan, coba kamu kalau dulu engga menerima giandra, menjadi suami kamu, mungkin giandra engga akan sesakit ini. "( silvi)


" iya mah, dulu kan aku merasa butuh perlindung ngan, karena fino terus menerus mengejar aku, dan aku berpikir kira nya aku akan bisa mencintai giandra, dengan seiting nya waktu, tapi nyata nya aku hanya mendapat kan nyaman saja mah. "( Vina)


" mamah bingung, harus gimana, tapi mamah engga bisa memaksa kan, kamu vin. "( silvi)


Vina pun menatap ke arah sang mamah, terlihat wajah sang mamah, yg begitu banyak menanggung beban.

__ADS_1


" terus kamu jadi, mengugat giandra. "( silvi)


" iya mah, semua sudah di urus oleh fino..?? "( Vina).


silvi menggeleng kan kepala nya, ia merasa sang anak, sudah di buta kan oleh cinta nya.


" apa pun, ke putusan kamu, mudah mudah han kamu engga menyesal vin, karena mamah merasa ada yg sedikit mengganjal, tapi mudah mudah han, ini perasaan mamah saja. "( silvi)


" InsyaAllah, akan baik baik saja mah, aku tau sifat fino, karena mengenal fino, bukan sehari atau dua hari, tapi aku berhubungan sama fini, hampir dua tahun. "( Vina) ia meyakin kan sang mamah.


" iya tetap aja kamu kecolongan, ketika fino jajan di luar, emang kamu engga jiji, karena fino sudah celap sana celup sini. "( silvi)


" itu kan dulu mah, tapi kan sekarang fino, sudah berubah, apa lagi sekarang aku juga udah engga perawan mah, bekas giandra, iya jadi nya adil. "( Vina)


" terserah kamu aja vin, susah kalau sudah cinta mati, di buta kan semua nya."( silvi).


silvi pun beranjak dari sofa, menuju ke kamar nya, karena tubuh nya benar benar lelahh, apa lagi, dengan ke jadian seperti ini, ia berat di jauhi oleh sahabat nya.


ia bersahabat dengan fitri, bukan hanya sehari atau 2 hari, tapi sudah bertahun tahun, kini persahabat tan nya pecah, gara gara anak nya menyakiti,giandra.


melihat sang mamah, masuk ke dalam kamar, Vina pun mengikuti nya, ia pun ingin merebah kan tubuh nya,ia memikir kan ucapan sang mamah, sedikit nya ada benar nya, tapi ia berusaha menepis nya, semoga saja ke putusan yg ia ambil, tidak salah.


berbeda dengan Vina, kini fino sedang menuju rumah nya, tadi nya ia mau balik ke kantor, tapi tidak mungkin, karena hati nya gelisah, ia takut Vina berubah pikiran, karena tekan nan dari orang orang terdekat nya, untuk membatal kan perceraian nya.


kini fino sidah sampai ke rumah nya, ia masuk, ke dalam terlihat sang manah yg sedang menonton TV, ia pu duduk di sisi sang mamah.

__ADS_1


" kamu kenapa, jam segini udah pulang. "( mamah fino) ia melihat jam dinding, yg masih menunjuk kan pukul 03 sore, biasa nya sang anak, pulang pukul 05 sore.


" aku barusan, habis makan siang dengan Vina, tapi di saat kita pulang, kita bertemu dengan mertua nya mah. "( fino)


" mertua, mantan kali fin, karena bentar lagi mereka akan berpisah, terus masalah nya apa. "( mamah fino) ia menatap sang anak, penuh dengan tanda tanya.


" dia memaki maki Vina mah, bahkan bukan Vina aja, yg di maki nya, tapi mamah nya giandra, memaki aku mah. "( fino)


" ko bisa, dia memaki kamu, emang salah kamu apa. "( mamah fino) ia mengucap tanpa, memikir kan kesalahan nya.


" ck.. ck.. ?? mamah , ya jelas dia marah, karena aku merebut vina dari giandra. "( fino)


" kata, siapa kamu merebut, kamu mengambil gak kamu, justru dia yg merebut, bukan kamu. "( mamah fino)


" ah, iya juga ya mah, kamu hanya menitip kan sebentar Vina, ke giandra, kenapa mereka marah, di saat kamu mengambil hak kamu..?? "( mamah fino)


" ah, iya juga ya mah, kenapa aku engga ke pikiran, sampai ke sana ya. "( fino)


" kamu itu ya, kalau apa apa itu di pikir, jangan dulu ambil kesimpulan, mereka nya aja yg engga menerima, kalau Vina di ambil, sama kamu. "( mamah fino).


" tapi mah, orang tua nya Vina masih menentang keras, aku masih ragu, dengan ke putusan Vina, aku takut Vina berubah pikiran. "( fino) dengan menampil kan wajah khawatir.


" ngapain kamu takut, ingat berkas perceraian Vina sama giandra, sudah ada di tangan kamu, apa lagi berkas nya sudah masuk ke pengadilan, mamah udah minta tolong ke pengecara, supaya mempercepat proses nya, walaupun mamah menggelontorkan uang, lumayan banyak, tapi engga apa apa, karena mamah akan mendapat kan berlian, sekarang kamu engga usah banyak pikirin yg sekarang kamu pikirin, beri perhatian ke pada Vina, supaya Vina merasa nyaman bersama kamu. "( mamah fino).


" kalau masalah orang tua nya, mamh yakin dia akan berusaha mengikhlaskan kan , kalau melihat anak nya bahagia. "( mamah fino)

__ADS_1


fino pun mengangguk kan kepala nya, karena ia membenar kan atas ucapan sang mamah, semua nya benar.


" jangan lupa, mampir ke karya aku satu lagi, hati yg kau sakiti. "


__ADS_2