
waktu sudah menunjuk kan pukul 08 malam, kini kiara sedang berada di balkon, ia sedang menatap gemerlap, cahaya lampu, tatapan nya kosong, kiara sedang memikir kan sang suami.
" kamu dimana mas, apa sebegitu sepesial nya wanita itu, sehingga kamu sampai belum pulang.. ?? " ( kiara) .
ingin rasa nya, kiara menghubungi sang suami, tapi ia takut, mengganggu sang suami.
kiara pun menghela napas nya, ia merasa kan dingin, akhir nya ia pun memutus kan untuk masuk ke dalam kamar, ia menutup pintu balkon.
akhir nya, kiara memutus kan untuk menghubungi andra, ia pun menberani kan diri, karena ada rasa khawatir, andra belum pulang, di saat ia menghubungi andra, ternyata yg menjawab, adalah operator.
ia langsung meletak kan handphone nya di atas nakas, dengan raut kecewa.
" saking engga mau di ganggu, kamu sampai kemati kan henphone kamu.. ?? " ( kiara) ucap Nya lirih,air mata nya kembali jatuh ke pipi nya.
" kamu tega mas,padahal kurang nya aku apa mas, kamu suda memberi kan aku harapan, tapi di saat aku sudah nyaman, kamu malah gini.. ?? " ( kiara) ia pun menelusup kan wajah nya, ke bantal, ia menangis terisak.
saking lelah nya ia sampai tertidur.
sedang kan andra, kini sedang berada di jalan, ia melakukan miting sampai malam, ia menghela napas, tubuh nya benar benar lelah.
" astaghfirullah, aku sampai lupa ngabarin istri aku.. ?? " ( andra) ia pun mengambil handphone nya, ternyata handphone nya mati,saling sibuk nya, ia lupa untuk mencharjer handphone nya.
" ah, lagian bentar lagi aku sampai apartemen.. ?? " ( andra)
dan benar saja, andra kini sudah sampai di apartemen nya, ia langsung memarkir kan mobil nya, dan menuju ke arah lip, ia memencet tombol, menuju ke unit nya.
setelah pintu lip terbuka, ia langsung berjalan menuju ke hunian nya, dan setelah di depan pintu, ia pun memencet pasword.
dan setelah pintu terbuka, andra pun masuk ke dalam.
ia membuka sepatu dan kaos kaki nya, tidak lupa jas nya, ia menggulung lengan kemeja nya, sampai sikut, setelah itu ia menuju ke dapur, untuk mengambil air minum.
setelah meneguk nya, hingga tandas, ia masuk ke kamar, dan melihat sang istri sudah tertidur pulas.
__ADS_1
ingin rasa nya, andra memeluk tubuh sang istri, tapi ia engga berani, karena tubuh nya yg masih lengket, ia pun bergegas ke kamar mandi, untuk membersihkan kan tubuh nya.
tak berselang lama bagas pun, sudah selesai.
bagas pun menuju ke lemari, untuk mengambil boxer, karena ia kalau tidur jarang memakai baju, ia hanya memakai boxer saja.
setelah itu ia pun menuju ke kasur, dan memeluk tubuh sang istri dengan erat, tapi sebelum nya ia menatap wajah sang istri, dan melihat pipi anak istri yg basah.
" mas, tau kamu pasti salah paham ya sayang, nanti mas jelas kan ya sayang, kalau kamu udah bangun.. ?? " ( andra) ia mengusap pipi sang istri, dan mengecup seluruh wajah sang istri, mulai dari kening, ke dua mata nya, hidung, dan terakhir di bibir nya.
setelah itu andra pun menutup mata nya, karena rasa lelah nya, tidak membutuh kan waktu lama, andra pun terlelap smbil memeluk erat tubuh sang istri.
sang istri lah obat di kala, ia lelah, penyemangat ia untuk bekerja.
berbeda dengan andra dan juga kiara, kini sang kaka giandra sedang bahagia, karena ternyata rumah nya besok sudah beres, tinggal beres beres aja.
kebetulan tukang nya,menambah kan para pekerja, karena ia malu dengan giandra, dan pada akhir nya rumah beres, tepat waktu nya.
" mah, pah, boleh nanti aku pinjam asisten nya.. ?? " ( giandra)
" emang kamu belum mempunyai asisten.. ?? " ( silvi)
" udah mah, cuman kalau banyak yg bantuin, biar cepat aja.. ?? " ( giandra)
" oh iya udah, nanti mamah akan gerak kan semua asisten rumah tangga mamah, untuk memberes kan rumah kamu.. ?? " ( silvi) ia menatap menantu nya, sambil menampilkan kan senyuman nya.
" siap mah, makasih ya atas bantuan nya, maaf ya mah, aku ngerepotin mamah.. ?? " ( giandra)
" mamah, engga sama sekali merasa di repot kan ko sayang, justru mamah bahagia, kalau anak mamah bahagia.. ?? " ( silvi)
" oh iya gi, mamah kamu udah di kabarin.. ?? " ( silvi)
" belum mah, kebetulan besok pagi aku akan mengata kan langsung ke mamah.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
" itu, ide yg bagus gi.. ?? " ( silvi)
" kalau masalah ketring, kamu udah menyiapkan kan nya gi. ?? " ( silvi)
" allhamdulilah semua nya sudah siap mah, dari ketring, dan juga aku menghubungi anak yatim, juga udah mah, tinggal waktu nya aja, yg belum di tentu kan.. ?? " ( giandra)
silvi dan angga pun, kagum dengan giandra, menantu nya mengerja kan semua nya, tanpa merepot kan orang lain, ia bisa menangani sendiri.
" kalau dekor.. ?? " ( silvi) ia menanya kan, karena giandra, tadi tidak membahas tentang dekor.
" allhamdulilah sudah mah.. ?? " ( giandra)
" kamu hebat nak, kamu gesit dalam mempekerjakan sesuatu, tanpa merepot kan orang lain.. ?? " ( silvi)
" papah bangga sama kamu, dan papah engga salah, memberi kan tanggung jawab papah kepada kamu, yaitu menyerah kan Vina, putri ke sayangan papah.. ?? " ( angga) kini ia yg ikut nimbrung.
" aku akan jaga Vina, dan membahagia kan Vina, sekuat tenaga aku pah.. ?? " ( giandra)
" papah pegang, janji kamu nak.. ?? " ( angga)
giandra pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban nya.
" berarti kita semua tinggal duduk manis aja dong, tanpa melakukan persiapan.. ?? " (silvi)
" iya mah, mamah tinggal duduk manis aja,aku engga mau kalian sampai cape, biar semua orang lain yg mengerja kan nya mah.. ?? " ( giandra)
" ah.. ?? iya sudah lah, kalau itu ke putusan kamu, mamah engga bisa, berbuat apa apa, tadi nya mamah ingin, ikut ambil dalam acara itu, tapi kamu sudah menghendel semua nya. ?? " ( silvi) dengan tatapan kecewa.
" maaf ya mah, aku bukan nya engga mau, tapi aku engga mau membuat mamah cape.. ?? " ( giandra) ia merasa sedikit bersalah.
" iya udah lah mah , engga usah sedih gitu, lagian yg di lakukan oleh giandra itu, sudah benar mah, kita kan harus sehat, supaya nanti kita bisa mengasuh cucu cucu kita mah, lagian kan nanti bakal ada acara cara lagi mah, misal kan kalau Vina 4 bulan nan, atau 7 bulanan, masih banyak acara acara lain lagi.. ?? " ( angga)
" iya juga ya pah.. ?? " ( silvi) dengan muka berseri.
__ADS_1
karena waktu sudah menunjuk kan pukul 10 malam, akhir nya mereka pun memutus kan untuk tidur.