
Vina kini sudah berada di kamar, ia melihat sekeliling kamar, ia pun menuju ke kasur, ia mengkerut kan kening nya, karena ada sebuah amplop di kasur.
Vina pun mengambil nya, dan membuka nya, ia membulat kan mata nya ternyata surat itu dari giandra.
" untuk istri ku, yg bentar lagi akan menjadi mantan istri 😁.
mungkin di saat kamu udah, membuka surat ini, aku sudah pergi, makasih ya vin, udah mau jadi istri aku, hampir dua bulan, kita berumah tangga, hidup aku begitu berarti,dan berwarna, makasih udah memberi aku sedikit ke bahagiaan, maaf tadi aku ngikutin kamu vin, aku tau jawab ban kamu, kalau kamu lebih memilih, cinta kamu, ke timbang aku.
seperti yg semalam aku bilang, aku akan mundur, jujur aku sangat mencintai kamu vin, tapi cinta aku hanya bertepuk sebelah tangan ya vin, miris banget ya hidup aku, padahal aku sudah membuat kamu nyaman, dan berusaha membahagia kan kamu, tapi nama fino begitu kokoh, di dalam hati kamu, makan nya lebih baik aku mundur, mencintai, tidak harus memiliki ya vin, aku sadar akan hal itu, kalau masalah rumah,aku memberi kan nya,ke pada kamu,memang tidak seberapa,anggap saja kenang kenang ngan, semoga kamu bahagia ya vin, dengan cinta kamu,maaf kalau mau bercerai, urus aja sama kamu ya, aku Terima beres, sekali lagi selamat tinggal, semoga kamu bahagia.
dari giandra. "
Vina pun meremas surat tersebut , air mata nya mengalir di pipi nya, ada rasa yg sulit di arti kan.
Vina pun berlari, ke walk in closet, dan melihat koper kurang dua, ia pun menggeleng kan kepala nya, dan membuka lemari,tempat menyimpan baju giandra.
ia membulat kan mata nya, ternyata baju nya sudah engga ada.
" mas, kamu kenapa ninggalin aku mas, kenapa engga nunggu aku mas,hati aku bimbang, aku belum benar benar mengambil ke putusan, tolong balik lagi mas.. ?? " ( vina) ia merosot kan tubuh nya, ia menangis sejadi jadi nya.
Vina pun berlari, dan mengambil handphone nya.
ia pun mencari nama suami nya, setelah menemu kan nya, ia pun menekan tombol panggil.
terhubung, tapi giandra tidak mengangkat nya, tak pantang menyerah Vina pun terus menghubungi giandra, tapi lagi lagi ia harus menelan pil pahit, karena giandra tidak mau mengangkat telpon nya.
tak menyerah, Vina pun mengirim pesan ke giandra.
p
p
p
p
__ADS_1
mas, tolong angkat telpon aku.
mas
mas
mas, kamu jangan tinggal lin aku, kamu balik lagi ke sini mas, aku belum pasti, memberi kan ke putusan.
mas
tapi tak ada satu pun pesan nya yg di balas, gimana mau di balas, di buka pun engga, vina pun melempar handphone nya, ke kasur, ia pun menjatuh kan tubuh nya, di kasur, ia menatap lurus, ke depan.
apa yg harus ia lakukan, ia ingin balik dengan fino , tapi di saat giandra tak ada di sisi nya,meninggal kan dia, hati nya terasa kosong.
vina benar benar bingung dengan perasaan nya, vina pun memutus kan untuk membersihkan kan tubuh nya, dan setelah itu ia mau ke tuamh orang tua nya.
tapi di saat, ia akan ke kamar mandi, handphone nya berbunyi, ia kira itu giandra, ternyata dari fino, vina pun menghela napas nya, ia pun menekan tombol hijau.
" hallo.. ?? " ( vina)
tapi vina tidak menjawab nya, karena ia masih melamun.
" hallo vin, kamu masih di sana kan, kamu baik baik aja kan, atau aku perlu ke rumah kamu,untuk menjelas kan nya." ( fino)
" engga usah no, aku baik baik aja ko.. ?? " ( vina)
" baik baik aja gimana, aku tau kamu habis nangis.. ?? " ( fino).
" engga.. ?? " ( vina)
" kamu engga pandai, membohong vin.. ?? " ( fino).
" ataw aku ke sana ya vin, aku engga mau kamu kenapa napa ya, kita hadapi bersama, aku akan menjelas kan ke orang tua kamu. " ( fino)
" bener no, aku engga apa apa, beri aku waktu aja no, aku sekarang hanya kaget aja, karena giandra, pergi ninggalin aku. " ( vina)
__ADS_1
" apa vin, ko bisa, tapi bagus sih, dia sudah menyadari kalau, kamu itu lebih cinta sama aku, jadi kamu engga susah susah untuk menjelas kan ke pada giandra, jadi sekarang rintangan kita hanya, orang tua kamu kan, kita jalanin dulu aja, nanti juga orang tua kamu mengerti, kalau cinta itu tidak bisa di paksa, lagian kan kita engga langsung menikah, harus menunggu masa udah kamu, jadi selama menunggu masa idah kamu, kita bisa meyakin kan orang tua kamu, oh iya kamu sudah dapat pengacara, untuk mengurus perceraian kita. " ( fino).
vina hanya menghela napas nya, ia bingung harus berbuat apa.
" no, kasih aku waktu ya, untuk mengambil ke putusan.. ?? " ( vina)
" bukan nya, kamu sudah memutus kan untuk balik sama aku.. ?? " ( fino).
" iy.. iya.. ?? aku hanya menenang kan pikiran aku dulu no.. ?? " ( vina).
" iya udah, tapi jangan lama lama ya vin, aku cinta sama kamu, aku engga sabar untuk membina mahligay rumah tangga kita. " ( fino)
" ehmptzz.. ?? iya udah aku tutup dulu ya, soal nya,aku mau mandi gerah. " ( vina)
" iya udah sayang, love you.. ?? " ( fino).
" ehmptzz.. ?? " ( vina) ia pun memati kan sambungn telpon nya, tanpa menunggu jawab ban dari fino.
vina pun kembali mengecek handphone nya, ternyata pesan nya, belum di buka, padahal ia melihat, terlihat di lihat 5 menit yg lalu, berarti benar, kalau giandra tidak peduli dengan nya, ia pun kembali memberi pesan, ke pada giandra.
mas, segitu marah nya, sama aku.
tapi hanya centang 2 , vina pun memutus kan untuk membersih kan tubuh nya, setelah mandi ia memutus kan untuk ke rumah orang tua nya.
sedang kan di tempat l berbeda, giandra kini sedang berada di res area, ia melihat pesan masik dari sang istri, yg bentar lagi menjadi mantan nya, pikiran nya.
ia hanya melirik sekilas, tanpa mau membalas pesan dari sang istri.
giandra pun merebah kan punggung nya, ke kursi.
" maaf kan aku vin, bukan nya aku engga mau, mengangkat telpon kamu, atau membuka pesan kamu , karena aku masih ingin menyendiri, aku engga mau lebih dalam mencintai kamu, aku takut kecewa lagi vin.. ?? " ( giandra) ia berbicara sendiri.
setelah cukup beristirahat, giandra pun kembali, mengendarai mobil nya, ia berusaha konsen, dalam menyetir.
ia juga menkean perasaan, yg sedang kacaw.
__ADS_1