Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 317


__ADS_3

andra pun kini sudah kembali ke ruangan nya, dan ia menoleh ke arah ruangan sang kaka ipar, yg kosong, ia pun bertanya ke asisten giandra, kebetulan sang asisten tidak ikut miting di karena kan, ia harus menghendel pekerjaan lain, yg tidak bisa di tunda.


" giandra belum beres. " ( andra)


" seperti nya belum pa. " ( Leni)


Andra mengangguk kan kepala nya , sebagai jawab ban, dan meninggal kan Leni.


Leni hanya menggeleng kan kepala nya, melihat tingkah sang bos, ia pun melanjut kan kembali pekerjaan nya.


di saat ia sedang asyik mengerja kan pekerjaan nya, ternyata giandra baru selesai miting, ia pun bersiri dan membungkuk kan tubuh nyanya, sebagai tanda hormat.


" maaf pa, tadi tuan andra menanya kan anda. " ( Leni)


giandra pun menatap Leni, dan ia memutus kan untuk menemui andra.


lagi lagi Leni hanya menggeleng kan kepala nya, melihat para bos nya yg bersikap dingin.


cklek.


andra pun menoleh, dan melihat giandra yg masuk, ia kembali mengerja kan pekerjaan nya .


" ada apa ndra, tadi lo nanyain gue, ke Leni. " ( giandra) ia duduk di depan andra.


" kirain lo udah beres, ternyata belum. " ( andra) ia menatap ke arah giandra.


" kirain ada apa. " ( giandra)


" kalau lo mau pulang, pulang aja, thanks ya udah batu gue. " ( andra)


" sama sama, itu kan udah kerjaan gue" ( giandra)


" tapi kaya nya gue, mau di sini dulu, karena masih banyak kerjaan gue yg numpuk ndra. " ( giandra)


" iya, terserah lo aja, gimana baik nya. " ( andra) ia pun kembali pokus ke kerjaan nya.


" iya udah gue, balik lagi ke ruangan gue. " ( giandra)


andra hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, tanpa menoleh ke arah giandra.


giandra pun bangkit, dan menuju ke ruangan nya, di ruangan nya ia teringat sang istri dan juga anak nya, ia pun mengambil handphone nya, dan mencari nama sang istri, setelah menemukan nya, ia pun menekan tombol panggil, tak menunggu lama panggilan nya pun terhubung, terlihat wajah sang istri, yg tersenyum.


" assalamu'alaikum mas. " ( Vina) sambil menampil kan senyum manis nya.


" waalaikumsalam sayang. " ( giandra) ia membalas senyum sang istri.


" ada apa mas. "( Vina)

__ADS_1


" engga sayang, mas cuman mau ngabarin, kalau mas pulang nya sore ya, soal nya kerjaan mas udah numpuk. " ( giandra) .


" engga apa apa mas, semangat ya kerja nya. " ( Vina)


" iya sayang, mas pasti semangat. " ( giandra) .


" anak kita mana sayang. " ( giandra)


Vina pun mengarah kan kamera handphone nya ke arah sang anak.


" Hai.. ?? anak papah. " ( giandra)


" Hai.. ?? juga papah. " ( Vina) meniru kan suara anak kecil.


" aduh, papah kangen banget sama kamu nak. " ( giandra) .


" aku juga sama pah, kangen banget sama papah, tapi papah engga kengen sama mamah nih, kangen nya cuman sama aku aja. " ( Vina)


" kalau sama mamah, papah engga kengen. " ( giandra )


Vina pun mebelalak kan mata nya, dan ia pun langsung mengarah kan kamera handphone nya, ke arah diri nya, dengan wajah yg cemberut, membuat giandra gemas melihat tingkah sang istri, anday saja kini ia sedang di dekat sang istri, udah pasti ia mencibit pipi sang istri, dan mencium pipi sang istri, yg sedikit berisi.


" mas ih.. ?? " ( Vina) ia sedikit merajuk.


" apa sayang. " ( giandra)


ha.. ha.. ha..


" kenapa kamu malah ketawa mas. " ( Vina) ia memanyun kan bibir nya.


" habis nya mas gemas sama kamu sayang, melihat wajah kamu, membuat mas ingin mencium bibir kmu. " ( giandra).


" ih.. ?? mesum. " ( Vina)


" biarin mesum, sama istri aku ini. " ( giandra)


" terserah mas. " ( Vina) kini memasang wajah jutek nya.


" sudah sudah jangan marah marah, mas juga kangen lah sama mamah nya, kangen sekali. " ( giandra)


Vina pun hanya tersenyum malu, saat mendengar ucapan sang suami.


" cieu.. cieu.. ?? ada yg malu malu nih. " ( giandra)


" tau ah mas, udah sana kerja, kata nya kerjaan mas banyak. " ( Vina)


" iya deh, mas mau kerja dulu ya sayang , tunggu mas di rumah. " ( giandra)

__ADS_1


" siap papah, semangat bekerja nya, nanti kalau pulang, hati hati di jalan nya. " ( Vina) kini ia mengarah kan kamera handphone nya, ke arah diri nya, dan juga anak nya.


" siap kesayangan papah, laksa na kan, kasih papah semangat dong. " ( giandra)


Vina pun mengecup kamera handphone nya,dan membuat giandra ke girangan.


" makasih sayang, semangat nya. " ( giandra)


" sama sama papah. " ( Vina)


" iya udah, kalau gitu aku tutup ya, "assalamu'alaikum sayang. " ( giandra)


" Walaikumsalam mas. " ( Vina)


mereka pun menutup sambungan tlpn nya, dan giandra menyimpan handphone nya, di atas meja, dan ia kembali mengerja kan pekerjaan nya, giandra tidak menyadari kalau aktivitas nya, di lihat oleh Leni.


" berbeda banget,kalau udah sama sang istri, terlihat ramah dan hangat, coba kalau di luar, sangat dingin, seperti engga tersentuh, untuk menampil kan senyum man nya aja, kaya yg malas. " ( Leni) ia berguman dalam hati.


" ngapain juga aku, harus mikirin itu sih, lebih baik aku, mengerja kan pekerjaan aku aja. " ( Leni) ia kembali pokus ke berkas berkas yg menumpuk.


Di lain tempat seli sedang mencari alasan untuk bertemu dengan andra, entah lah, setelah bertemu dengan andra hati nya, ingin bertemu kembali dengan andra, rasa ingin memiliki nya, begitu besar.


Gio pun masuk ke ruangan nya, dan melihat seli yg sedang melamun.


" lo ngapain melamun. " ( Gio) ia pun menuju ke arah seli.


" gue lagi memikir kan, calon suami gue. " ( seli)


" jangan bilang, kalau lo, lagi mikirin andra. " ( Gio) dengan tatapan sinis nya.


" emang kenapa, kalau gue mikirin andra, hak hak gue. " ( seli) ia balik menatap sinis ke arah Gio.


" apa yg lo mau, dari diri andra. " ( Gio)


" gue mau memiliki dia seutuh nya. " ( seli)


" jangan berharap, lo mau memiliki nya, gue peringat kan lo, sekali lagi sel, jangan macam macam sama andra, kalau lo engga mau hancur, hidup lo. " ( Gio)


" tanang aja, lo engga usah khawatir rin gue, karena gue yakin, kalau gue bakal baik baik saja. " ( seli)


" terserah lo, gue udah ngingetin lo berkali kali lipat, jangan pernah menyesal. " ( Gio)


" gue, engga akn pernah menyesal Gio, karena gue yakin kalau gue bakal berhasil, dan akan menjadi istri andra, hidup gue bakal bahagia" ia tersenyum senang.


Gio hanya menggeleng geleng ken kepala nya saja, melihat kelakuan seli.


" terserah lo, karena gue yakin, kalau andra beda dengan cowo cowo di luar sana, ia itu laki laki setia, dan engga mata keranjang " ( Gio)

__ADS_1


ia pun pergi meninggal kan seli, yg menatap sinis ke arah Gio, karena kali ini rencana nya, tidak di dukung oleh Gio.


__ADS_2