
giandra kini memilih untuk ke kantin, karena perut nua, sudah tidak bisa di tahan lagi, karena minta di isi.
setelah makan di kantin, giandra pun menuju ke atas, ia ingin menanya kan kepada asisten andra, apa dira sering ke sini.
" jeni.. ?? " ( giandra) ia menghampiri meja asisten andra.
" iya tua, ada yg bisa saya bantu.. ?? " ( jeni) sambil bangkit, dari bangku, dan menatap giandra.
" saya cuman mau menanya kan, apa kemarin kemarin, di saat saya engga ada, apa si dira sering ke sini.. ?? " ( giandra) ia menatap jeni.
jeni bingung, ia harus berkata apa , apa harus jujur,atau gimana,kalau ia jujur, ia takut terjadi apa apa dengan giandra dan andra, benar benar posisi sulit.
" jeni, saya minta kamu jawab jujur, jangan ada di tutup tutuppi.. ?? " ( giandra) ia menatap tajam ke arah, jeni.
membuat nyali jeni, makin menciut jeni pun menghela napas nya, sebelum ia menjawab.
semoga jawab ban nya akan tidak akan ada perselisihan, di antara giandra dan juga andra.
" jeni.. ?? " ( giandra) sedikit menaik kan nada suara nya.
jeni pun mendongak kan wajah nya, ia menatl giandra.
" iya tuan, nona dira pernah ke sini, tapi berakhir dengan pengusiran.. ?? " ( jeni)
" kamu, berkata jujur jen, apa aku bisa pegang kata kata mu.. ?? " ( gaindra).
" tuan, bisa pegang kata kata aku, kalau tuan engga percaya, tuan bisa cek CCTV, jadi tau kronogi nya.. ?? " ( jeni) ia berucap, penuh dengan ke yakinin, bahwa apa yg di ucap kan nya, sesuai dengan kenyataan nya.
" iya udah, saya percaya sama kamu. ?? " ( giandra) ia pun berlalu ke ruang ngan nya.
" akhir nya, untung saja engga banyak bicara , kalau engga, aku bisa keceplosan, bisa bahaya.. ?? " ( jeni) ia menghela napas nya, dan kembali mengerjakan pekerjaan ny.
giandra pun masuk ke ruangan nya, ia duduk dan kembali mengerjakan pekerjaan nya.
tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul 04 sore, giandra pun, ingin ke rumah sakit, untuk menjenguk sang adik, ia pun menghubungi sang istri.
" assalamu'alaikum mas.. ?? " ( Vina)
" waalaikumsalam sayang.. ?? " ( giandra)
" ada apa mas.. ?? " ( Vina)
" sayang, mas mau minta ijin,.. ?? " ( giandra).
__ADS_1
" mau kemana mas.. ?? " ( Vina)
" aku mau, ngejenguk kiara sayang.. ?? " ( giandra)
" kenapa mendadak mas, kalau gitu aku bisa ikut mas.. ?? " ( Vina)
" maaf sayang, mas ngedadak, tadi nya engga akan, cuman sekalian lewat aja, jadi sekalian mampir.. ?? "( giandra)
" oh iya udah.. ?? " ( Vina)
" jangan kecewa sayang, kamu kan bisa besok ke sana, ajakin mamah.. ?? " ( Vina) .
" iya mas.. ?? " ( Vina)
" iya udah kalau gitu mas,berangkat dulu ya. ?? " ( giandra) .
" iya sayang, assalamu'alaikum.. ?? " ( Vina) .
" waalaikumsalam.. ?? " ( giandra) ia pun menyimpan, hendphone nya ke dalam saku jas nya.
hanya membutuhkan waktu, 15 menit.
akhir nya ia sampai di rumah sakit, giandra pun langsung menuju ke ruangan sang adik.
ia membuka, pintu ruangan, ternyata sang adik lagi duduk, dan andra, seperti nya lagi di kamar mandi, karena ada suara gemericik air.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( giandra) sambil berjalan ke arah sang adik, yg berada di bangkar.
" waalaikumsalam bang. ?? " (kiara) ia mendongak kan wajah nya, dan melihat sang abang, makin mendekat ke arah nya.
ia pun mengambil punggung tangan giandra, dan mengecup nya.
" gimana de, keadaan kamu sekarang. "( giandra) ia mengusap pucuk rambut sang adik.
" allhamdulilah baik bang, besok juga, sudah di perboleh kan pulang, cuman aku harus istirahat total bang, engga boleh melakukan aktivitas dulu.. ?? " ( kiara) ia memanyun kan bibir nya.
" iya engga apa apa de,itu kan demi ke baik kan kamu juga. " ( giandra)
" tetep aja bang, kalau aku hanya berdiam diri, tubuh aku,engga enak.. ?? " ( kiara)
" bersabar lah de, kan itu sementara, engga seterus nya.. ?? " ( giandra).
" iya bang.. ?? " ( kiara)
__ADS_1
di saat kiara dan giandra mengobrol, pintu kamar mandi pun terbuka, dan menampil kan sosok andra, yg hanya melilit kan handuk, sebatas pinggang.
" mas, ko engga bawa baju salin sih.. ?? "( kiara) ia sedikit protes.
" iya, kan mas kira, engga akan ada orang yang.. ?? " ( andra) ia sedikit menggaruk tengkuk nya, yg tidak gatal.
" untung nya,yg masuk ke sini nya bang giandra, kalau cewe gimana, suster misal kan. ?? " ( kiara) masih posisi merajuk.
" iya maaf sayang, mas benar benar, engga tau, iya udah mas sekarang ngambil baju dulu, mau pake baju dulu, soal nya mas ke dingin nan.. ?? " ( andra)
kiara hanya mengangguk kan kepala nya saja, sedang kan dan memperhatikan kan suami nya, yg sedang mengambil dan membawa baju ganti nya.
" de.. ?? " ( giandra ) ia menatap sang adik, ketika andra masuk ke dalam kamar mandi.
kiara pun mendongak kan wajah nya.
" apa kamu tau, tentang dira.. ?? " ( giandra) ia berucap dengan sangat hati hati.
" aku tau bang, masalah dira, emang ada apa kaka bertanya seperti itu.. ?? " ( kiara)
" iya abang, hanya khawatir aja de, takut nya terjadi ke salah pahaman, antara kamu dan andra,.. ?? " ( giandra) dengan tatapan khawatir.
kiara tersenyum, karena ia tau sang abang sedang menghawatir kan diri nya, ia tidak mungkin memberitahu tentang ke jadian kemarin, takut sang abang marah sama suami nya, ia takut suami nya di hajar oleh sang abang.
giandra sangat sayang sama kiara, siapa saja yg pernah menyakiti kiara, ia akan menjadi barisan terdepan untuk membela sang adik, dulu saja ia pernah di olok olok oleh teman nya, giandra tidak segan langsung menghajar teman nya, sampai mendapat kan koe sing, apalagi sekarang, kalau tau kiara di sakiti oleh andra, dan mantan nya itu sampai harus berbaring di rumah sakit.
Walupun pada akhir nya, andra tetap bersama nya, dan lebih meninggal kan sang mantan, tapi tetap saja kiara takut, sang abang akan menghajar nya, karena awal nya menyakiti kiara.
" de.. ?? " ( giandra) ia mengelus bahu sang adik, membuat lamunan kiara buyar, dan mental sang kaka.
" eh.. ?? iya bang..?? " ( kiara) ia menatap sang abang.
" kamu, kenapa gugup gitu.. ?? " ( giandra).
" aku engga gugup ko bang .. ?? " ( kiara)
" apa, ada yg kamu sembunhi kan dari abang.. ?? " ( giandra) ia menatap sang adik, penuh dengan menyelidik.
" engga ada yg aku sembunyi kan ko bang, emang apa yg harus di sembunyi kan dari abang, walaupun aku menyembunyi kan, tetap saja akan ketahuan oleh abang.. ?? " ( kiara) ia memanyun kam bibir nya,membuat giandra gemas.
" jangan pernah kamu menyembunyikan hal sekecil apa pun dari abang de, karena abang engga mau, di sakiti, abang akan menjadi garsa terdepan kalau ada yg menyakiti adik abang.. ?? " ( giandra )
kiara, hanya mengangguk kan kepala nya, dan merentang kan ke dua tangan nya, giandra tau apa yg di maksud dengan sang adik, ia pun memeluk lansung sang adik.
__ADS_1