
setelah sedikit tenang, andra pun menagkup pipi sang istri.
" sayang tadi kamu ke kantin ko lama, apa mengantri di sana nya. " ( andra) ia pun mengecup bibir ranum sang istri.
kiara hanya menjawab dengan menggeleng kan kepala nya saja.
" terus kenapa. " ( andra) ia menatap heran ke arah sang istri.
" tadi ada insiden mas, di saat aku mau ke ruangan kamu. " ( kiara)
" insiden apa sayang. " ( andra)
" di saat aku mau, ke ruangan kamu, aku melihat seli sedang memarahi ob mas " ( kiara)
" loh kenapa, seli memarahi ob, sayang. " ( andra) dengan tatapan heran.
" itu semua gara gara kecerobohan dia mas, tapi menyalah kan ob. " ( kiara)
" coba kami jelas kan. " ( andra)
akhir nya kiara pun, menjelaskan semua nya, dari awal sampai akhir, engga ada yg di tutup pi oleh dia, andra hanya menyimak saja.
" begitu mas, jujur aku merasa risih, dengan keberadaan seli, ia menunjuk kan bahwa dia juga punya rasa sama kamu, ingin lebih dari sebatas patner kerja, memang kamu engga menanggapi, tapi aku takut dia nekad mas. " ( kiara)
andra hanya menghela napas nya, dan menatap ke arah kiara, apa yg di ucap kan oleh sang istri ada benar nya, walaupun ia yakin akan tahan godaan dari para pelakor, tapi tetap aja, ada di kala nya ia lengah, maka dengan mudah nya, para pelakor masuk ke dalam rumah tangga nya, dan menghancurkan nya, jangan sampai itu terjadi, ia harus mengantisipasi sebelum nya.
" mas, apa masih lama kamu bekerja sama dengan perusahaan seli. " ( kiara)
andra pun menoleh ke arah sang istri.
" emang nya kenapa sayang. " ( andra) ia menatap intens ke arah kiara.
" aku ingin cepet cepet kamu, menyelesai kan kerja sama kamu, dengan perusahaan nya seli mas. " ( kiara)
" tinggal beberapa bulan lagi sayang, tapi mudah mudah han cepet sih sayang. " ( andra) ia mengelus rambut sang istri.
" iya mas, aku berharap satu bulan lagi selesai nya. " ( andra)
" iya sayang, doa kan saja ya, mungkin ke depan nya, nanti yg akan mewakili aku giandra, paling kalau penting banget, baru aku yg turun tangan. " ( andra)
__ADS_1
kiara pun menatap ke arah sang suami, ia tersenyum senang, tanpa banyak kata ia langsung memeluk sang suami.
" makasih mas, maaf ya aku seperti anak kecil. "( kiara) ia mendongak kan wajah nya untuk melihat wajah sang suami.
" sama sama sayang, engga usah mengucap kan terimakasih, karena aku sangat bahagia kamu begitu prosesif sama aku. " ( andra)
" tapi jangan berlebihan ya sayang karena walau bagaimana pun, hati aku tetap milik kamu. " ( andra) ia mengecup kening sang istri.
kiara pun hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawab ban.
" kamu harus selalu begini ya mas, sampai nanti kita tua. " ( kiara)
" pasti sayang, setelah anak anak kita menemukan ke bahagiaan nya, kita akan menua bersama, hanya maut yg memisah kan kita. " ( andra)
" kalau bisa ya mas, aku pingin kaya kisah vanesa enggel dan suami nya, meninggal bersama, dan di kubur di satu liang bersama. " ( kiara)
" kenapa kamu punya pemikiran seperti itu sayang. " ( andra)
" entah lah mas, kalau aku meninggal duluan, aku engga mau kamu nikah lagi, aku engga akan rela. " ( kiara) ia berucap lirih.
" kamu itu ada ada aja sayang, sejauh itu pemikiran nya, terus kalau aku meninggal duluan gimana. " ( andra) tangan nya mengelus rambut sang istri.
" kirain aku, kamu bakan nikah lagi sayang. " ( andra)
" iya engga tau juga sih, kalau aku masih muda, dan cantik terus ada pangeran tanpan, iya aku nikah lagi lah. " ( kiara)
" dasar kamu yang, kamu mah licik. " ( andra)
" licik apa nya sayang, " ( kiara)
" iya kamu mah engga ikhlas aku nikah lagi, kamu malah niat mau nikah lagi. " ( andra) ia mencapit hidung sang istri.
membuat sang istri, menjerit ke sakitan.
" udah ah, jangan bahas itu lagi, udah sore kita pulang. " ( kiara) ia bangkit dari sofa, dan menuju ke ruangan pribadi sang suami, untuk mengajak pengasuh nya pulang, sedang kan andra ia memberes kan berkas berkas yg harus segera di selesai kan.
lima menit kemudian mereka pun bersiap untuk pulang ke rumah andra.
berbeda dengan pasangan andra dan sang istri, yg begitu bahagia, seli sangat kesal bahkan ia tidak berhenti menggerutu, membuat gio kesal.
__ADS_1
" kamu kenapa sih, dari tadi ngomel terus. " ( gio ) ia menatap sinis ke arah seli.
" aku lagi kesal, kecewa, pokok nya campur aduk. " ( seli)
" iya kenapa. " ( gio)
" asal kamu tau, usaha aku lagi lagi gagal untuk mendapat kan andra. " ( seli)
gio tersenyum mengejek, membuat seli kesal.
" lo mah, malah mengejek. " ( seli )
" gue itu udah, bilang sama lo, berhenti untuk mendapat kan andra, karena bagaimana pun lo ngejar andra, engga akan lo dapat, karena gue tau sipat andra, dan keluarga nya. " ( gio)
" tapi gue yakin andra bakal jatuh ke tangan gue, gue harus berusaha, usaha gue engga akan sia sia, mungkin untuk sekarang andra belum melirik gue, tapi ke depan nya kan engga tau. "( seli) dengan percaya diri nya.
lagi lagi gio senyum mengejek.
" lo engga percaya, dengan ucapan gue. " ( seli) dengan tatapan sinis nya.
" gue engga percaya karena, sampai kapan pun andra engga bakal menjadi milik lo, encam kan itu. " ( gio)
" gimana kalau kita taruhan saja " ( seli) ia berdiri dan menuju ke arah gio.
gil pun bangkit, dan bersidekap dada.
" ok, gue berani bertaruh, karena gue yakin lo bakal kalah. " ( gio)
" gue tau sipat andra, sipat keluarga nya, karena mereka menentang keras untuk menyakiti kaum wanita, dan menolak keras yg nama nya selingkuh." ( gio) dengan tegas.
" tapi kalau gue ke bukti, bisa mendapat kan andra gimana. " ( seli)
" gue engga percaya, kalau lo bakal mendapat kan andra. " ( gio)
" kita bukti kan saja. " ( seli) ia menatap tajam ke arah gio.
" terserah lo, gue yakin kalau lo, engga bakal mendapat kan andra, mending mulai dari sekarang lo mundur, takut hidup lo menderita, kalau lo terus berusaha mendapat kan andra, lo tau kan, bagaimana kuasa nya keluarga andra, dan kejam nya seperti apa untuk menakluk kan para musuh nya, jadi gue saran kan lo mundur, dan gue juga engga mau, nanti akan berakibat patal dengan perusahaan gue, cam kan itu. " ( gio) ia menatap sinis ke arah seli.
karena malas dengan ocehan seli, yg engga ada ujung nya, lebih baik ia pulang, dan memberes kan berkas berkas, yg akan di bawa ke rumah.
__ADS_1