
kini vins sedang bersiaplah siap untuk pergi ke kantor, setelah rapih ia pun menuju ke bawah, untuk sarapan, di saat ia ke bawah, ternyata sang mamah dan juga papah nya sudah ada di meja makan.
" pagi mah, pah.. ?? "( Vina) ia duduk di kursi.
" pagi juga nak. "( silvi) sambil menampil kan senyuman nya.
" nak, mau makan apa. "( silvi)
" aku mau makan, nasi goreng mah."( Vina)
" iya udah, mamah ambilin ya. "( silvi)
" engga usah mah, aku ambil sendiri aja. "( Vina)
silvi hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.
" nak, apa kamu ngalamin, mual mual, atau ngidam. "( silvi) sambil menyuap kan nasi nya.
" allhamdulilah mah, dia engga rewel, dia ngerti mah.. ?? "( Vina) sambil menampil kan senyum man nya, dan meyakin kan kalau dia baik baik saja.
" sabar ya sayang. "( silvi ) ia mengelus rambut sang anak.
" aku baik baik aja ko mah,tenang aja. "( Vina)
" atau engga, kita bilang sama giandra ya nak, nanti mamah, akan bicara baik baik sama giandra. "( silvi)
" engga usah mah, aku benar benar malu, kalau aku harus bertemu lagi dengan giandra mah, biar kan dia bahagia mah, dan mendapat kan cinta yg tulus, giandra itu laki laki baik, dan harus mendapat kan yg baik pula mah. "( Vina)
" tapi nak, bagaimana pun anak kamu butuh seorang ayah. "( silvi)
" aku tahu itu mah, tapi mungkin nanti kalau anak ini udah besar, dan menanya kan ayah nya, aku akan mempertemu kan mereka mah. "( Vina)
silvi menghela napas nya,ia pasrah dengan ucapan sang anak, ia engga mau menjadi kan beban untuk sang anak, lebih baik ia mengalah, dan mengikuti yg di minta sang anak.
sedang kan angga lagi lagi menjadi pendengar.
mereka pun kembali sarapan, tanpa ada yg berbicara sepatah kata pun, hanya ada suara dentingan sendok dan garfu.
setelah beberapa menit kemudian, mereka pun akhir nya selesai.
" maaf non, di depan ada den fino. "( bibi)
" ada apa lagi, dia mau ke sini. "( silvi ). dengan suara lantang nya.
" biar, mamah yg urus. "( silvi) di saat ia beranjak dari kursi, tangan di cekal oleh sang suami.
__ADS_1
" biar kan mah, biar Vina yg hadapi, kita tidak boleh ikut campur. "( angga).
" kamu selesai kan, urusan kamu dengan fino. "( angga) dia berucap dengan tegas.
" iya pah. "( Vina)
walapun malas, tapi ia harus menghadapi nya benar apa kata papah nya, ia harus menyelesai kan semua nya, walaupun ia anggap kemarin, ia sudah menyelesai kan nya.
Vina pun beranjak, dari kursi, untuk menemui fino.
" papah, kenapa melarang mamah. "( silvi) dengan mengerucut kam bibir nya.
" biar kan, mereka menyelesai kan nya, kita engga boleh ikut campur. "( angga)
silvi hanya menghela napas nya, dan menatap sang suami.
" papah belum berangkat. "( silvi) ia menatap ke arah angga.
" mamah, ngusir nih..?? "( angga).
" engga, siapa yg ngusir. "( silvi)
" iya udah, papah berangkat, tapi papah mau lewat pintu sana.. ?? "( angga) sambil telunjuk nya, mengarah pintu garasi.
" malas.. ?? "( angga).
silvi mengerti, kalau sang suami malas bertemu dengan fino, makan nya ia lewat pintu samping.
" awas, jangan ikut campur, urusan Vina dan juga fino. "( angga) ia kembali memberi kan ultimatum, ke pada sang istri.
" iya... ?? "( silvi)
" iya udah papah berangkat.. ?? "( angga).
seperti biasa silvi mengecup punggung tangan sang suami, dan angga mengecup kening sang istri.
setelah mengantar, ke pergian sang suami, silvi pun menuju ke taman belakang, ia ingin menyiram tanaman nya.
sedang kan fino dan juga Vina, mereka sedang berada di ruang tamu, mereka saling diam karena fino bingung harus berbicara apa.
" kamu mau apa ke sini, aku mau kerja. "( Vina) dengan nada ketus.
" aku mau, minta maaf vin. "( fino) dengan tatapan memohon.
tapi buru buru Vina, memaling kan wajah nya.
__ADS_1
" kamu minta maaf untuk apa. "( Vina)
" atas ke jadian kemarin vin, aku semalaman engga bisa tidur, karena memikir kan kamu, tolong maaf kan aku. "( fino).
" aku udah memaaf kan kamu no, "( Vina)
" benar vin, berarti kita masih bisa melanjut kan hubungan kita. "( fino) dengan tatapan beebinar.
" aku tau, kamu pasti mau kan, karena kamu masih cinta sama aku, kamu engga bisa jauh kan dari aku. "( fino) dengan percaya diri nya.
Vina tersenyum remeh.
" memang aku masih cinta sama kamu, bahkan masih sayang sama kamu. "( Vina)
" tuh, kan apa kata aku, berarti kita masih pacaran kan vin. "( fino)
" kalau untuk itu, maaf aku engga bisa. "( Vina)
" kenapa vin, engga bisa, bukan nya kamu masih cinta sama aku.. ?? "( fino) ia menatap ke arah Vina.
" makan nya, kalau aku ngomong itu, jangan di potong. "( Vina)
" aku memang masih cinta sama kamu, tapi rasa cinta aku, sudah hilang di saat, aku tau kamu membohongi aku, dan memanfaat kan aku. "( Vina) dengan tatapan sinis nya.
" tapi vin.. ?? "( fino)
" tapi apa no, kamu mau menyangkal lagi, mau menyangkal seperti apa, aku engga akan percaya lagi sama kamu, kemu tega memanfaat kan aku, hanya demi harta, asal kamu tau,aku dari dulu engga mau,membuka jati diri aku, bukan nya aku engga bersyukur, tapi aku ingin menilai, orang orang yg dekat dengan aku tulus atau tidak. "( Vina)
" kamu jangan bodoh deh vin, dulu giandra juga, kalau dia menikah dengan kamu, karena dia ingin memimpin perusahaan papah kamu,masih untung aku datang, jadi dia engga jadi menguasai perusahaan kamu. "( fino) dengan tersenyum remeh.
" kamu tau, tanpa meminta, giandra sudah di beri, tapi sayang nya giandra bukan kamu, dia menolak, karena dia engga mau hidup di bawah ketiak papah saya , dia orang nya mandiri, bahkan untuk rumah pun, dia membeli nya dengan hasil jerih payah nya, dia juga memberi kan saya kartu ini.. ?? "( Vina) sambil menunjuk kan kartu tanpa limit, membuat fino menoleh, dan membulat kan mata nya.
" ko, bisa seorang asisten punya kartu itu.. ?? "( fino)
" bisa lah, kamu tau kan perusahaan permana, seperti apa, jadi jangan asal berbicara sebelum kamu, tau kenyataan nya, dan sekarang silah kan ke luar, saya mau kerja , tentang hubungan kita, maaf saya engga bisa, ingat kamu punya istri, yg mengandung anak kamu. "( Vina).
di saat ia akan, berbicara ternyata handphone nya berbunyi, ia pun mengangkat nya, dan melihat di ternyata itu dari asisten nya, mau tidak mau, ia pun harus mengangkat nya, ia pun menekan tombol hijau.
" ada apa. "( fino) dengan nada ketus nya.
fino membulat kan mata nya, di saat ia menerima telpon nya, tanpa banyak kata, ia meninggal kan Vina.
sedang kan Vina, hanya mengedik kan bahu nya, ia pun masuk ke dalam, untuk mengambil tas nya, karena ia harus sberangkat ke kantor.
" jangan lupa, mampir ke karya aku yg satu lagi, hati yg kau sakiti. "
__ADS_1