
satu bulan kemudian, kini setatus Vina dan giandra sudah menjadi janda dan duda.
giandra menerima dengan ikhlas,walau pun hati nya,tak ke rela,tapi ia harus berusaha kuat,tidak berbeda dengan Vina, ia pun sama merasa kan, apa yg giandra rasa kan. ada secuwil, rasa tak rela di saat ia sudah berpisah dengan giandra, kini Vina bekerja di kantor sang papah, dengan jabatan staf biasa, karena Vina engga mau, memperlihat kan , kalau dia anak pemilik kantor tersebut nya , makan nya ia ingin bekerja jadi staf biasa, walaupun nanti dia naik jabatan, tapi atas kerja kerasa nya, bukan karena papah nya.
Vina melihat tanggal, ia membulat kan mata nya ternyata ia sudah telat , hampir satu bulan, ia telat mens.
Vina pun memijit kening nya, ia takut kalau dia hamil, bukan nya apa apa, karena ia sudah bercerai dengan giandra, bagaimana dengan setatus anak nya.
Vina menghela napas nya, ia harus benar benar membukti kan, apa ia hamil, atau engga.
kini Vina pun ijin pulang, dengan alasan tidak enak badan, dan kantor pun mengijin kan, kini ia menuju ke rumah sakit, karena ia ingin membukti kan apa ia sedang mengandung, atau engga.
ia pun daftar, dan sekarang ia sedang menunggu giliran, dengan wajah was was.
" nona Vina..?? "( suster)
Vina pun mendongak, dan melihat ke arah suster.
" silah kan masuk nona. "( suster) ia mempersilah kan Vina masuk.
Vina pun mengangguk, dan berjalan menuju ke ruangan dokter.
" selamat siang nona. "( dokter)
" siang dok..?? "( Vina).
" nona, sudah telat berapa lama. "( dokter)
" kalau, engga salah hampir satu bulan dok, tapi kalau saya lagi hamil, tapi saya engga merasa kan tanda tanda, seperti orang orang, kata nya kalau hamil pasti merasa kan mual mual, dan pusing, tapi aku engga merasa kan itu semua . "( Vina) dengan tatapan polos nya. dokter pun tersenyum, mendengar ucapan Vina.
" engga semua mengalami nya nona, ada yg mual, ada juga yg engga..?? "( dokter)
__ADS_1
" oh, gitu ya dok, kirain sama. "( Vina) sambil menyengir kuda.
" nona ,sudah mencoba pakai tespek. "( dokter).
Vina menggeleng kan kepala nya.
" soal nya, saya baru menyadari di kala, saya melihat kalender, kalau saya telat datang bulan."( Vina)
" iya sudah, sekarang nona tidur di bongkar ya, kita cek lewat USG. "( dokter)
Vina pun mengangguk, dan kini ia merebah kan tubuh nya di bongkar.
dokter pun mengoles kan jel nya ke atas perut Vina, setelah itu dokter pun menggerak kan alat USG tersebut, dokter pun tersenyum.
" liat nona, ini janin nya ya. " ( dokter)
Vina pun membulat kan mata nya, ia kaget, tak terasa air mata nya, jatuh ke pipi nya, ia nangis karena ia bahagia, ternyata di perut nya, sudah anak giandra.
Vina menghela napas nya, ia tidak mungkin menggugur kan kandungan nya, karena 0bagaimana pun anak ini darah daging nya.
ia bertekad akan, membesar kan sang anak tanpa, bantuan dari giandra, kalau masalah fino, mungkin ia akan memberitahu, kalau menerima syukur, kalau engga juga engga apa apa, entah kenapa, di saat ia berpisah dengan giandra,ada rasa kehilangan, dan perasaan ke pada fino pun, ia sulit mengartikan , makan nya ia jarang bertemu, walaupun fino sering meminta bertemu, bisa di hitung dengan jari, kalau ia bertemu dengan fino, hanya beberapa kali saja, itu pun terpaksa, karena fino yg terus memaksa nya.
kini Vina, sedang mengelap perut nya, dengan tisu, karena bekas jel.
Vina pu beranjak, dan duduk lagi di kursi, ia mendengar penjelasan dari dokter, apa saja yg boleh ia lakukan, sama yg tidak boleh.
bukan hanya itu, tapi ia juga menanya kan makan kan, yg boleh di makan, sama yg engga.
setelah selesai, ia pun menuju ke apotik, untuk menebua obat nya, yg di resep kan oleh dokter, tak menunggu lama, kini obat nya pun sudah ada di tangan nya, ia pun ke luar dari rumah sakit, dan menuju mobil nya.
" apa, aku harus bertemu dengan fino. "( Vina) ia ingin menjelas kan ke pada fino, karena ia ingin cepat selesai, permasalahan nya, ia engga mau menunda nunda lagi,kalau fino menerima, syukur kalau engga, berarti hubungan kita putus.
__ADS_1
Vina pun menjalam kan mobil nya menju ke kantor fino, hanya memakan waktu 15 menit, Vina pun kini sudah sampai di kantor nya fino.
orang orang kantor tau, siapa Vina,mereka mempersilah kan Vina masuk, bahkan sebagian orang menunduk kan kepala nya, tanda hormat ke Vina, dan di balas oleh Vina dengan angguk kan dan senyuman.
Vina pun menuju ke atas, dengan menaiki lip.
ting
setalah, terbuka ia pun menuju ke ruangan fino, ia tidak melihat sekretaris fino, di saat ia akan membuka hendel pintu, ia mendengar samar samar,ada seseorang yg membawa nama nya, ia pun mengurung kan niat nya, ia lebih tertarik untuk mendengar pembicaraan orang, yg berada di dalam.
ha.. ha.. ha..
" mamah jadi engga sabar, ingin cepat cepat menjadi kan, Vina menantu mamah, biar mamah bisa hidup enak. "( mamah fino) ia tau dari suara nya, kalau itu pasti mamah nya fino.
" aku juga sama mah, aku ingin cepet cepet mas fino menikah, biar aku hidup nikah, walaupun aku engga ikhlas berbagi, tapi sementara ya mas, setelah kamu mendapat kan harta nya, kamu tinggalin dia. "( sekretaris fino)
" iya sayang, itu kan tujuan aku, apa lagi bentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, aku engga mungkin berpaling lah dari kamu, Vina kan hanya tambang mas buat keluarga kita. "( fino)
" bodoh banget dulu, si Vina, mau mau nya kita kibulin, bahkan bertekuk lutut, sama aku, memang aku sama mantan istri aku sudah pisah, karena aku di jebak, padahal aku masih punya istri, selain dia. "( fino)
" mungkin Vina cinta mati sama kamu mas, mana ada sih cewe yg menolak, dengan pesona kamu mas, aku juga rela di jadi kan yg ke dua, tapi dengan seiring nya waktu, kamu bisa aku miliki, apa lagi bentar lagi, kita akan punya anak. "( asisten)
" iya sayang, itu semua buah dari kesabaran kamu, dan kamu harus rela berbagi, dengan Vina. "( mamah fino.)
" aku rela mah, karena apa yg fino, lakukan untuk masa depan rumah tangga kita. "( asisten)
prok.. prok.. prok..
mereka semua menoleh ke arah pintu, betapa kaget nya, di saat melihat orang tersebut.
" jangan lupa, mampir ke karya aku satu lagi ya, hati yg kau sakiti "
__ADS_1