
kini andra, sudaha berada di rumah, ia langsung masuk, dan di sambut oleh sang istri, yg sedang duduk di ruang tengah, dengan sang anak yg berada di pangkuan nya.
" assalamu'alaikum, ke sayangan papah. "( andra) ia pun duduk di samping sang istri.
" waalaikumsalam papah. "( kiara) ia tersenyum ke arah sang suami, dan mengambil punggung tangan suami, lalu mengecup nya, andra pun membalas dengan mengecup kening sang istri, di saat ia akan mengecup kening sang anak, di halang oleh sang istri.
" loh, kenapa sayang, engga boleh sun anak aku. "( andra) dengan wajah cemberut nya.
" engga boleh, mas kan baru dari luar, aku takut kalau mas membawa virus, cepet sana bebersih dulu, setelah bebersih, mas kembali lagi ke sini, baru mas boleh cium anak kita. "( kiara)
andra pun mengangguk, ia mengerti, kenapa sang istri begitu propesif ke pada sang anak, karena takut terjadi apa apa, pada sang anak.
" iya udah, sekarang kamu bebersih gih mas, aku sudah siapin baju ganti kamu di atas kasur. "( kiara)
walupun kiara, mempunyai anak, ia tidak lupa menunaikan ke wajiban nya, sebagai istri, ia masih saja menyiap kan untuk sang suami.
ia harus pintar pintar membagi waktu, mana untuk suami nya, mana untuk sang anak.
" sayang, makasih ya, padahal engga usaha repot repot, aku kasian sama kamu, biar saja aku ambil sendiri, kamu pokus aja sama anak kita, "( andra) ia menyelip kan rambut, ke telinga sang istri.
" engga apa apa mas, itu semua sudah jadi ke wajiban aku, lagian yg jaga anak kita, bukan hanya kamu atau aku, tapi mamah juga sering menjaga anak kita, jadi selagi anak kita ada yg jaga, aku luang kan untuk istirahat. "( kiara)
" oh iya sayang, kapan kita bakal ada kan akikah, buat sang anak, kalau bisa minggu minggu ini, mumpung aku ada waktu luang. "( andra)
" aku ngikutin aja, terserah kamu mas, aku Terima beres nya aja. "( kiara)
" iya udah, nanti aku akan bicara kan lagi sama mamah fitri, dan mamah anita. "( andra)
" iya mas. "( kiara).
" iya udah ah, kapan aku mau gendong nya, padahal aku ingin Cepet cepet pulang, karena ingin mengajak anak aku.. ?? "( andra )
" iya udah, sana cepet mandi. "( kiara)
__ADS_1
andra pun mengangguk, dan sebelum beranjak ia mengecup bibir sang istri, membuat kiara membulat kan mata nya, ketika mendapat kan, kecupan sang suami.
sedang kan si pelaku malah, cuek dan masuk ke kamar mereka, kiara hanya menggeleng kan kepala nya,dengan sikap sang suami.
ia melirik ke kanan, dan ke kiri, untung saja engga ada yg melihat.
" papah kamu mesum ya bang, moga aja kamu engga mesum seperti papah kamu. "( kiara) ia mengecup pipi sang anak.
" nak.. ?? "( fitri) kini ia duduk di sofa tunggal.
kiara pun mendongak kan wajah nya, dan melihat sang mamah, sambil menampil kan senyum manis nya.
" andra udah pulang nak.. ?? "( fitri)
" udah mah, mas andra udah pulang,barusan ia masuk kamar, ada apa gitu mah, apa mamah butuh sesuatu. "( kiara.)
" ah, engga ada sayang, mamah cuman mau menanya kan, abang kamu, apa abang kamu udah pulang juga. "( fitri)
" oh, gitu ya. "( fitri)
" emang ada apa mah, apa mau di tanya kan, sama mas andra, kalau abang giandra sekarang di mana. "( kiara)
" nanti aja lah, di saat andra sudah kembali. "( fitri)
" andra pasti ke sini lagi kan sayang.. ?? "( fitri)
" iya pasti lah mah, mas andra balik lagi ke sini, orang anak dan istri nya ada di sini. "( kiara).
fitri pun mengangguk, ia membawa sang cucu dalam gendong ngan, mereka pun, mengobrol ke sana ke mari, sehingga di saat mereka asyik mengobrol ternyata andra sudah ke luar dari kamar, dengan wajah fresh nya, ia pun langsung duduk si sofa, fitri tau kalau sang menantu nya, ingin menggendong cucu nya, yg kini sedang berada di sisi nya.
setelah anak nya berada di gendongan nya, ia pun langsung mengecup pipi gembul sang anak dengan gemas.
" ndra.. ?? "( fitri)
__ADS_1
" iya mah.. ?? "( andra) ia mendongak kan wajah nya, menatap ke arah sang mertua.
" kamu engga bareng sama giandra. "( fitri)
" oh, abang ke betulan tadi di saat mau pulang berpapasan dengan abang,di parkiran , tapi ia bilang kalau abang mau ke rumah Vina, mau mengantar pesan nan vina. " ( andra) tanpa ia sembunyi kan, sama sekali.
" apa, memang Vina mau apa. "( fitri) dengan tatapan penasaran nya.
" kata nya mau udang saus tiram, yg berada di depan kantor. "( andra).
fitri pun, hanya mengangguk kam kepala nya sebagai jawab ban.
" aku melihat abang, sangat bahagia, bukan nya aku mau ikut campur dalam hal ini, cuman aku ingin yg terbaik buat abang mah tapi balik lagi ke pada mamah, yg mau merestui hubungan giandra mah, aku melihat abang giandra, akhir akhir ini ini kurang bersemangat, baru tadi aku melihat senyum bahagia abang mah, biar kan masa lalu kita tuyul, dan kita buka lembaran baru. "( andea) dengan bijak.
" entah lah ndra, mamah juga mengingin kan itu semua, menerima, tapi hati kecil mamah menolak.. ?? "( fitri ) ucap nya lirih.
" coba mamah melawan nya mah, dan menerima takdir, InsyaAllah mamah akan hidup tenang ." ( andra)
ia pun mengangguk kan kepala nya,apa yg di ucapan kan oleh sang menantu, ada benar nya.
" aku yakin, mamah bisa melewati itu semua, kasian mah abang, aku engga tega, apa. lagi bentar lagi anak nya akan lahir ke dunia, pasti abang ingin mendampingi nya, dan merawat nya, jadi sebelum terlambat, mamah harus memberi restu untuk mereka, kerasa sama aku mah, betapa bahagia nya di saat tau sang istri hamil, dan setelah lahir merawat nya, suatu ke bahagiaan yg engga bisa di ukur, dengan apa pun, sekali lagi maaf, aku sudah menasehati mamah, karena aku ingin abang giandra bahagia. "( andra) menampilkan senyum manis nya.
fitri terdiam, semua orang, menasehati dia,untuk memberi restu kepada sang anak.
" mah.. ?? "( andra).
" ah , iya nak."( fitri) ia terhenyak.
" mamah melamun. "( andra)
fitri hanya menggeleng geleng kan kepala nya, ia menghela napas panjang nya, dan menatap ke arah sang cucu, anak dan menantu nya,apa ia harus merestui hubungan sang anak, yg harus rujuk dengan Vina.
sedang kan kiara, dari tadi hanya sebagai pendengar, ia tidak berani ikut obrolan sang mamah, dan juga suami nya, ia lebih baik menjadi pendengar saja.
__ADS_1