
Vina baru saja ke luar dari toilet, ia melihat ibu mertua nya, buru buru pulang, Vina pun mengkerut kan kening nya, ia pun menghampiri sang suami.
" mas.. ?? " ( Vina) .
" iya sayang, ada apa.. ?? " ( giandra) ia menatap sang istri.
" mas itu, mamah sama papah kenapa buru buru, terus kenapa udah pulang.. ?? " ( Vina)
" mamah sama papah mau ke rumah sakit sayang.. ?? " ( giandra)
" loh, emang siapa yg sakit sayang.. ?? " ( Vina) .
" kiara.. ?? " ( giandra)
" emang kenapa dengan kiara mas,pantas saja dia engga ke sini.. ?? " ( Vina)
" emas belum tau pasti nya, soal nya mertua nya kiara belum memberitahu kenapa kuara bisa masuk rumah sakit.. ?? " ( giandra)
" iya udah sekarang kita ke sana.. ?? " ( Vina) dengan nada khawatir nya.
" iya nanti sayang, kalau tamu pada pulang, kan engga enak kalau kita, sebagai tuan rumah meninggal kan mereka begitu aja.. ?? " ( giandra) ia memberi pengertian kepada sang istri, ia begitu senang tak kala sang istri memperhati kan keluarga nya.
" kamu kenapa nak, bibit dionyong monyong ngin.. ?? " ( silvi) yg baru datang, ke betulan mereka baru bertemu dengan pemilik panti asuhan, yg ingin sedikit berbagi rezeki ke pada anak anak yg berada di panti.
" ini mah,Vina ingin cepet cepet ke rumah sakit, sedang kan di sini kan masih ada tamu.. ?? " ( giandra)
" emang, kalian mau ke rumah sakit, mau ngapain .. ?? " ( silvi)
" mau menjenguk kiara mah.. ?? " ( giandra)
" emang, kenapa dengan kiara.. ?? " ( silvi)
" kita belum tau pasti, ada apa dengan kiara, karena mertua nya, tidak memberitahu kondisi kiarakiara. " ( giandra ) ucap nya lirih, karena ia juga sangat menghawatir kan sang adik.
di saat mereka, sedang memikir kan kondisi kiara,pa rafi datang.
" maaf mengganggu, kami semua ijin pulang, karena bentar lagi waktu nya magrib... ?? " ( pa rafi)
" oh iya silah kan pa, makasih atas kehadiran nya.. ?? " ( giandra) ia tersenyum ke arah pa rafi.
" sama sama pa, kalau begitu kita semua pamit, assalamu'alaikum.. ?? " ( pa rafi)
" waalaikumsalam.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
mereka pun berjabat tangan, sedang kan anak anak silih berganti, mengecup punggung tangan giandra, beralih ke arah Vina, silvi dan angga.
setelah semua, para tamu pamit, giandra, Vina, dan juga ke dua orang tua silvi, mereka pun menuju ke rumah sakit, dengan posisi rumah yg masih berantak kan,tapi mereka tidak mempeduli kan,ke adaan rumah,biar lah asisten nya,yg membersih kan,asisten yg berada di rumah silvi pun, ikut membersih kan rumah giandra,angga yg membawa mobil nya, demi keselamatan mereka semua nya.
awal nya giandra yg menyetir, tapi tidak di perboleh kan oleh angga, karena angga melihat, pikiran giandra sedang tidak baik baik saja, demi keselamatan mereka semua, akhir nya angga, yg memutus kan untuk menyetir, di samping ada sang istri silvi, dan di belakang sang menantu dan juga anak nya.
angga melihat giandra, yg begitu khawatir, terhadap sang adik, ia begitu gelisah, dan berkali kali ia menghela napas, Vina berusaha menenangkan sang suami.
fitri baru saja sampai rumah sakit, ia buru buru menuju ke ruangan sang anak.
" mah pelan pelan.. ?? " ( doni) ia sedikit mengejar sang istri, yg sedikit berlari.
" aku pingin cepet cepet ke temu, sama anak aku pah, aku benar benar khawatir.. ?? " ( fitri)
" iya mah, papah tau, tapi pelan pelan mah jalan nya, nanti mamah jatoh.. ?? " ( doni)
tapi sayang fitri tidak menggubris ucapan sang suami, ia buru buru menuju ke ruangan sang anak, tanpa basa basi ia langsung masuk, dan terlihat di sana sang anak lagi terbaring di atas bongkar, dengan wajah pucat, dan tangan nya tertancap jarum infus.
" kamu kenapa nak, mana yg sakit.. ?? " ( fitri) dengan nada khawatir, air mata nya pun, sudah mengalir di pipi nya.
" aku engga apa apa mah, maaf ya udah buat mamah khawatir.. ?? " ( kiara)
" mamah jelas khawatir, karena anak mamah terbaring di rumah sakit, kamu kenapa nak, ko bisa masuk ke rumah sakit sih.. ?? " ( fitri)
" aku engga apa apa ko mah. ?? " ( kiara)
" bener mah aku engga apa apa.. ?? " ( kiara)
" iya fit, kalau kiata hanya butuh istirahat, karena kandungan nya lemah.. ?? " ( anita) kini ia menghampiri sang besan, dan menantu nya.
" ma.. maksud nya, kamu hamil nak.. ?? " ( fitri) ia menatap kiara, penuh dengan tanda tanya.
" iya mah, aku sedang mengandung, anak nya mas andra, bentar lagi mamah akan mendapat kan cucu.. ?? " ( kiara)
" allhamdulilah, mamah sangat bahagia, pah bentar lagi mamah akan menjadi omah.. ?? " ( fitri) ia langsung memeluk sang suami.
" iya mah.. ?? " ( doni)
" jaga kandungan kamu dengan baik nak.. ?? " ( doni)
" iya pah.. ?? " ( kiara)
" nit, kita udah tua, bentar lagi kita akan menjadi omah.. ?? " (fitri)
__ADS_1
" iya nit, engga kerasa ya, dulu kita masih gadis, sekarang sudah mau punya cucu lagi.. ?? " ( anita)
" iya ya nit, moga kita panjang umur, biar kita liat cucu cucu kita tumbuh dewasa.. ?? " ( fitri)
" amin.. ?? " ( anita)
suara pintu pun terbuka,semua orang menoleh ke arah pintu, dan ternyata giandra, yg sedang menetral kan napas nya, ia buru buru menuju ke sang adik, tanpa mempedulikan tatapan, orang orang yg berada di sana.
" de, kamu kenapa, mana yg sakit de.. ?? " ( giandra) ucap nya lirih, ia sedikit seseguk kan.
giandra pun memeluk kiara, kiara membiar kan sang kaka memeluk tubuh nya, ingin rasa nya andra mereka peluk kan, giandra terhadap sang istri, tapi ia urung kan niat nya, karena ia melihat giandra yg begitu khawatir terhadap sang istri, giandra pun mereka peluk kan nya, ia melihat wajah sang adik.
" mana yg sakit de, kamu jangan bikin kaka khawatir.. ?? " ( giandra)
" aku engga apa apa bang, aku cuman butuh istirahat aja, karena bentar lagi abang akan menjadi om.. ?? " ( kiara)
" apa de, kamu lagi hamil, bentar lagi abang bakal jadi om.. ?? " ( giandra)
" iya bang.. ?? " ( kiara)
" allhamdulilah de.. ?? " ( giandra)
" awas minggir, udah habis waktu nya lo deket deket istri gue.. ?? " ( andra) .
" uh.. ?? dasar suami posesif... ?? " ( giandra)
" biarin, ingat ya dia itu istri gue.. ?? " ( andra)
" iya, tapi dia juga adik gue. ?? " ( giandra)
" sudah sudah, kalian itu ya, setiap bertemu pasti saja, bertengkar.. ?? " ( anita)
" selamat ya de, bentr lagi kamu akan menjadi ibu, jaga dia dengan baik.. ?? " ( Vina)
" iya ka, makasih atas doa nya, semoga kaka cepet nyusul.. ?? " ( kiara)
" amin de, doa kan saja ya, semoga kaka cepet menyusul.. ?? " ( Vina)
" kamu engga kb kan nak .. ?? " ( anita)
" engga tan, aku engga kb, karena mas gi melarang aku untuk kb.. ?? " ( vina)
" bagus, biar kamu cepet nyusul, dan keluarga kita biar bertambah.. ?? " ( anita)
__ADS_1
" iya tan, doa kan saja.. ?? " ( Vina)
mereka pun kini mengobrol ngaler ngidul, para lelaki seperti biasa mereka kalau bertemu pasti, membahas tentang bisnis.