
kini waktu sudah menunjuk kan pukul 07 pagi, Vina mengerjap ngerjap kan mata nya.
ia merasa perut nya, tertindih, dan ia melihat, ternyata itu lengan sang suami.
ia melihat tubuh nya, tanpa sehelai benang pun,dan ia juga mengingat ke jadian semalam, Vina pun tersenyum.
" ngapain, kamu senyum senyum gitu sayang.. ? " ( giandra) dengan suara khas bangun tidur.
" ah.. ?? engga apa apa. ?? " ( Vina) ia menutup wajah nya, dengan selimut, karena ia merasa malu, di kira nya sang suami masih tidur, ternyata sang suami sudah bangun, dan memperhati kan nya.
" sayang.. ?? " ( giandra) ia berusaha membuka selimut, yg menutupi wajah sang istri, dengan sekali hentak kan, wajah sang istri, sudah terlihat.
giandra tersenyum, melihat wajah sang istri yg memerah.
" kenapa malu ya.. ?? " ( giandra) sambil menaik turun kan alis nya.
" mas ih.. ?? " ( Vina) ia menepuk dada sang suami, dan ia tidak menyadari kalau, kelakuan nya itu membuat, dada nya terbuka.
giandra pun tersenyum, ke arah Vina, dan menatap tubuh Vina.
Vina pun melihat arah pandangan sang suami, ia membulat kan mata nya, ia buru buru menaik kan selimut nya, untuk menutup dada nya.
giandra pun mendekat,ke arah Vina, Vina berusaha mengalih kan pandangan nya.
" mas ih, minggir.. ?? " ( Vina) ia berusaha menahan dada giandra.
" kenapa harus minggir sayang.. ?? " ( giandra) kini jarak wajah nya, hanya beberapa centi saja.
" ak.. aku.. mau pipis mas.. ?? " ( Vina) ia sedikit gugup.
" bohong, kamu mau cari alasan san, aja sayang, kamu mau menghindar kan.. ?? " ( giandra) kini hidung nya sudah berdekatan dengan vina.
" engga.. engga.. ?? " ( Vina)
kini giandra, mendekat kan, wajah nya lebih dekat dengan wajah sang istri.
cup..
giandra pun mengecup bibir Vina.
" mas ih.. ?? " ( Vina) ia memukul dada sang suami.
" morning kiss, sayang.. ?? " ( giandra)
" ehmptz.. ?? " ( Vina) ia memanyun kan bibir nya.
__ADS_1
" bibir nya, jangan di gitu gitu sayang, minta di sun lagi.. ?? " ( giandra) sambil menikmati turun kan alis nya.
" engga.. ?? " ( Vina) ia pun menggeleng geleng kan kepala nya.
giandra hanya tersenyum gemas melihat tingkah sang istri.
kini Vina pun, melilit kan selimut untuk menutupi tubuh nya yg polos.
" kenapa harus melilit kan selimbut sayang ..?? " ( giandra)
" iya aku malu mas.. ?? " ( Vina)
" sayang, aku udah melihat tubuh kamu,dan juga sudah merasa kan tubuh kamu, jadi apa yg harus di tutup pi.. ?? " ( giandra)
" iya, tetep aja malu mas, mungkin belum terbiasa.. ?? " ( Vina)
" makan nya biasa kan dari sekarang, sayang.. ?? " ( giandra)
" nanti aja mas, iya udah aku ke kamar mandi dulu ya.. ?? " ( Vina) ia pun bangkit dari kasur, tapi ia merasa kan perih, di area sensitif nya, ia pun meringis.
" aw.. aw.. ?? " ( Vina) ia duduk kembali, di kasur.
" kenapa sayang.. ?? " ( giandra) ia pun bangkit, dan memegang bahu sang istri.
" sakit mas.. ?? " ( Vina) sedikit meringis.
" sayang, apa kamu lagi datang bulan.. ?? " ( giandra) ia menatap sang istri.
" engga mas, jadwal datang bulan aku masih lama mas, sekitar 2 mingguan lagi.. ?? " ( Vina)
" terus, itu apa sayang.. ?? " ( giandra) ia menunjuk kan bercak darah, yg berada di kasur.
Vina pun mengikuti arah talunjuk sang suami, ia mengkeeut kan kening nya.
" mas, apa jangan jangan, aku masih suci.. ?? " ( Vina)
giandra pun , satu pemikiran dengan ucapan sang istri, karena di saat ia akan memasuki, area sensitif sang istri sangat susah, beberapa kali ia gagal, giandra pun menatap sang istri.
" mas, ih.. ?? " ( Vina) ia menggoyang goyang kan lengan nya.
" iya sayang.. ?? " ( giandra)
" jadi gimana nih mas.. ?? " ( Vina)
" aku sepimikiran, dengan kamu, apa kita coba, menghubungi fino, untuk menanya kan ini semua.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
" ide bagus mas, soal nya aku penasaran.. ?? " ( Vina)
" iya udah, kamu masih punya nomer si fino.. ?? " ( giandra)
" masih ada mas, soal nya aku cuman mblokir aja, aku belum menghapus nomer nya, karena waktu itu, ke buru kamu menghubungi aku, dan setelah nya, aku di sibuk kan dengan persiapan, pernikahan kita.. ?? " ( Vina)
" kirain, masih cinta, dan berharap balik kan lagi sama si fino.. ?? " ( giandra)
" iya engga mungkin lah mas, kalau aku mau balik kan lagi, sama si fino aku engga mungkin, menikah sama kamu.. ?? " ( Vina)
" bener nih.. ?? " ( giandra)
" iya bener mas, buat apa aku bohong walaupun belum ada cinta, tapi aku sudah nyaman sama kamu mas, dan aku akan berusaha untuk membuka hati aku untuk mencintai kamu mas, makan nya bantu aku ya mas.. ?? " ( Vina) ia menatap dalam, mata giandra.
giandra pun tersenyum, dan mengangguk kan kepala nya.
" aku akan berusaha, dan membuat hati kamu hanya ada nama aku, sayang.. ?? " ( giandra) ia mengelus pipi sang istri.
" makasih mas, jangan pernah menyerah ya mas, membuat aku jatuh cinta sama kamu.. ?? " ( Vina)
" iya sayang.. ?? " ( giandra) ia mengecup kening sang istri.
mereka pun akhir nya berpeluk kan, walaupun hanya sebentar.
" iya udah, kamu mandi gih, sementara aku mau menghubungi fino, untuk mengajak nya bertemu.. ?? " ( giandra)
Vina pun mengangguk dan ia pun berusaha bangkit, tapi lagi lagi area sensitif nya sakit, ia kembali duduk di pinggir ranjang.
tanpa ba bi bu, giandra langsung mengangkat tubuh Vina, karena ia tak tega melihat sang istri, yg susah berjalan.
Vina pasrah, karena ia tidak mungkin berjalan, ke arah kamar mandi, dengan keadaan tubuh nya, yg sakit.
giandra pun menurun kan sang istri, di atas closet, setelah itu ia pun mengisi bet up, dengan air angat, dan menetes kan aroma terapi, setelah penuh, ia pun menuju sang istri.
" sayang mau sendiri, atau mau aku bantu.. ?? " ( giandra)
" sendiri aja mas.. ?? " ( Vina)
" iya udah, aku ke dalam ya, kamu berendam lah, dengan cara berendam, bisa membuat tubuh kamu rilek.. ?? " ( giandra)
Vina hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawaban, giandra pun meninggal kan sang istri, tapi sebelum meninggal kan sang istri, giandra mengecup kening sang istri.
Vina pun masuk ke dalam bet up, dan benar saja apa kata suami nya, kalau kini tubuh nya, sedikit lebih rileks.
sedang kan gaiandra, ia segera menghubungi fino, panggilan pertama tidak di angkat, dan pada panggilan ke dua, akhir nya fino mengangkat nya.
__ADS_1
awal nya fino, engga mau bertemu, dengan giandra, tapi bukan giandra nama nya, kalau ia engga bisa membuat fino menuruti kemauan nya, dengan sedikit ancaman akhir nya, fino pun mau menemui giandra, di saat jam makan siang.
" kira kira, apa ya, yg akan di bicara kan oleh fino kepada giandra, apa kalian tau, pasti kalian penasaran, tunggu ya, cerita selanjut nya, maaf up nya sedikit di karena kan, anak lagi sakit, jadi lebih pokus untuk mengurus anak dulu, di usaha kan kalau anak suda sembuh baru bisa up agak banyak. "