Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 337


__ADS_3

berbeda di kediaman anita dan Hendra, kini di bandara, ada seorang cewe cantik yg sedang menenteng tas brendit nya, dan tangan satu nya lagi membawa koper, ia celingak celinguk mencari taksi.


tak menunggu lama, ia pun menemukan taksi, dan sopir nya pun ke luar, menyimpan koper ke bagasi, sedang kan wanita tersebut masuk ke dalam taksi.


" mau di antar kemana, nona. " ( sopir taksi)


" ke alamat ini pa. " ( perempuan) sambil menyebut kan alamat nya.


" baik nona. " ( sopir taksi)


sang sopir pun, melaju kan kendaraan nya, ke alamat tersebut.


hanya menempuh 35 menit, akhir nya ia pun sampai.


" ini pa. " ( perempuan) ia pun mengeluar kan dia lembar, uang berwarna merah.


sang sopir pun menoleh ke arah perempuan itu, dan mengambil uang tersebut ,ketika ia akan memberi kembalian nya, perempuan itu menolak nya.


perempuan itu ke luar dari mobil, dan menunggu sang sopir, sedang mengambil kan koper nya.


" terimakasih pa. " ( perempuan).


" sama sama non. " ( sopir taksi).


perempuan itu pun menekan bel, tak menunggu lama, satpam pun ke luar dan tersenyum di saat melihat perempuan tersebut.


" nona, apa kabar. " ( satpam) sambil membuka kan gerbang.


" baik pa, mamah sama papah ada. " ( perempuan) ia pun masuk, sambil membawa koper nya.


" ada non, bahkan ada tuan kecil non. " ( satpam)


" apa pa,berarti ada ka andra dong. " ( perempuan)


" tadi ada, cuman baru aja ke luar, sama istri nya non. " ( satpam)


" yah, telat dong pa. " ( perempuan)


" telat apa nya non. " ( satpam) dengan tatapan heran.


" iya telat bertemu dengan ka andra, dan juga ka kiara. " ( perempuan) dengan tatapan kecewa.


" tenang aja non, pasti tuan andra beserta istri nya bakal balik ke sini lagi, karena tuan kecil masih di sini. " ( satpam)


perempuan itu pun berbinar, dan tersenyum .


" iya udah deh, aku ke dalam dulu ya pa. " ( perempuan)

__ADS_1


" iya non, mau saya bawa kan koper nya. " ( satpam )


" engga usah ah pa, aku bisa bawa sendiri. "( perempuan)


satpam pun mengangguk, setelah kepergian perempuan itu, satpam pun menutup kembali gerbang nya.


iya perempuan yg baru datang itu, adik nya andra, yg tinggal di luar negri, ia mempunyai usaha kecantik kan di sana, ia pulang karena rindu dengan keluarga nya .


" assalamu'alaikum. "( ciara) ia membuka pintu , dan masuk ke dalam, terlihat sang mamah dan juga papah nya yg sedang duduk di ruang tengah.


mendengar suara sang anak, Hendra dan anita pun menoleh, mereka berdiri dan menyambut sang anak.


anita pun merentang kan tangan nya, ciara pun langsung berlari , dan memeluk tubuh sang mamah, dengan erat.


" apa kabar sayang. " ( anita) ia pun melepas kan peluk kan nya.


" baik mah, mamah apa kabar. " ( ciara) ia menatap sang mamah.


" kabar mamah juga baik, sayang. " ( anita)


" hanya mamah nih, yg di tanya kabar, papah engga. " ( Hendra) ia menampil kan wajah merajuk.


ciara pun tersenyum, dan menoleh ke arah sang papah, ia langsung memeluk sang papah.


" kabar papah gimana, sehat. " ( ciara)


Ciara pun mereray peluk kan nya, dan ia duduk di antara Hendra dan anita.


" kenapa kamu engga mengabari mamah, kalau kamu mau ke sini. " ( anita)


" kan surprise mah. " ( ciara)


" dan kamu berhasil. " ( anita)


ciara mengangguk kan kepala nya, sambil tersenyum.


" oh iya mah, kata nya tadi ada ka andra." ( ciara)


" ada sayang, kaka kamu sama istri nya lgi pergi. " ( anita)


" oh gitu ya mah, tapi bakal balik lagi kan mah. " ( ciara)


" entah lah sayang, mamah juga engga tau, emang kenapa sayang. " ( anita)


" aku pingin ketemu ka andra sama ka kiara mah. " ( ciara)


" tinggal tlpn aja sayang. " ( anita)

__ADS_1


" jangan mah, nanti engga surprise lagi mah. " ( ciara)


" iya terus giman dong sayang."( anita)


" iya mudah mudah han aja, ka andra dan ka kiara pulang ke sini mah, tapi kata nya al ada di sini mah, otomatis ka andra ke sini untuk mengambil al. " ( ciara)


" iya sayang, al ada di sini, tapi mamah tadi berpesan kalau nanti ke maleman, engga usah jemput al, biar kan saja al menginal di sini. " ( anita)


" emang engga rewel mah. " ( ciara)


" dia mah pengertian sayang, dia engga pernah rewel, pernah waktu itu ka kiara masuk rumah sakit,dan harus menginap di sana selama beberapa hari, otomatis al tidak bisa tinggal di sana, pada akhir nya al tinggal di sini, karena mamah nya ka kiara harus bergiliran dengan ka andra menunggu di rumah sakit. " ( anita)


" tapi, engga rewel mah al nya. " ( ciara)


" engga sayang, engga sama sekali rewel, cuman papah kamu yg rewel nya m" ( anita) ia menatap sekilas ke arah sang suami.


ciara pun mengkerut kan kening nya, saat mendengar ucapan sang mamah, yg mendengar papah nya rewel.


" kenapa malah papah yg rewel mah. " ( ciara)


" iya karena mamah kamu lebih perhatian sama al, sedang kan papah malah di cuekin. " ( Hendra) akhir nya ia pun, membuka suara nya, setelah dari tadi diam, dan hanya menjadi pendengar.


" iya Allah pah, hanya karena itu papah merajuk. " ( ciara) ia pun menggeleng geleng ken kepala nya, karena sifat sang papah yg masih manja terhadap sang mamah.


" iya begitu lah nak, umur sudah tua, tapi sifat manja papah kamu, masih ada, malah sekarang mah lebih. " ( anita)


" masa mah. " ( ciara)


anita hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.


" biarin, manja juga sama istri sendiri, bukan sama perempuan lain. "( Hendra)


sontak saja anita dan ciara menatap tajam ke arah Hendra, membuat Hendra bergisik ngeri.


" silah kan, kalau papah mau seperti itu , aku engga mau jadi anak papah, dan aku akan ambil harta papah semua nya, biar papah miskin, dan engga bisa makan apa apa. " ( ciara ) dengan tegas.


" kalau aku mah silah kan aja, kalau papah mau seperti itu, tapi sebelum melakukan nya, kamu harus di sunat dulu. " ( anita) dengan menampil kan senyum depil nya.


membuat Hendra bergidik ngeri, mendengar ucapan anita, kalau ciara engga masalah, karena ia masih bisa bekerja, tapi kalau ancamaan sang istri, membuat ia beegisik ngeri.


" gimana mas. " ( anita)


" engga ah sayang, lagian aku mana berani melakukan itu semua, kamu tau kan kalau aku itu cinta mati sam kamu, engga mau jauh dari kamu. " ( Hendra)


ucapan Hendra, membuat ke dua wanita yg berada di samping nya, menatap jengah.


" udah ah, aku mau ketemu ponak kan, ganteng aku dulu, kalian lanjut aja mesra mesraan nya. " ( ciara)

__ADS_1


ia pun bangkit dan menuju kamar ke dua orang tua nya, tanpa menoleh lagi ke arah sang mamah dan papah nya.


__ADS_2