Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 184


__ADS_3

semenjak dari cafe tadi, Vina lebih banyak diam,ia tidak seceria tadi.


" kamu baik baik aja kan.. ?? " ( ira)


" aku, baik baik aja ra.. ?? " ( Vina) ia berusaha tersenyum, walupun hati nya terluka.


" bener kamu engga apa apa.. ?? " ( ira)


" iya ira sayang, aku baik baik aja.. ?? " ( Vina)


" iya udah, kalau gitu aku meja aku dulu.. ?? " ( ira) ia pun beranjak dari meja Vina, dan menuju meja ira.


Vina pun menghela napas panjang nya, ia berusaha menekan perasaan nya, ia juga berusaha konsen dalam mengerja kan pekerjaan nya.


waktu sudha menunjuk kan pukul 04 sore, waktu nya pulang, Vina pun meregang kan otot nya, ia pun bersiap siap untuk pulang.


" kita pulang duluan ya.. ?? " ( ira)


" siap, duluan aja ya.. ?? " ( Vina)


" ok, bay.. ?? " ( ira) sambil melambay kan tangan nya, Vina pun mengangguk dan membalas lambay yan tangan sang sahabat.


setelah semua nya rapi,Vina pun menuju ke lobi.


di lobi, tidak terlalu berlalu lalang karyawan karena sudah sebagian, pada pulang.


Vina pun menuju parkiran, tapi di saat ia akan membuka pintu, ternyata ada yg mencekal tangan nga, Vina tau siapa pemilik tangan itu.


" lepas fin, kamu mau apalagi.. ?? " ( Vina ) ia berusaha melepas kan genggaman tangan fino, tapi sayang, genggaman tangan fino terlalu kuat.


" fin aku mohon, kamu mau apalagi fin, aku sudah bilang kalau kita udah engga ada hubungan apa apa lagi .. ?? " ( Vina) ia masih berusaha melepas kan genggaman fino.


" aku engga akan,melepas kan kamu vin, aku akan berusaha mendapat kan kamu, bagaimana pun cara nya.. ?? " ( fino)


" engga akan fin,karena aku engga mau, harus berhubungan lagi dengan kamu.. ?? " ( Vina)


" aku akan memaksa vin, sampai aku dapat kan kamu, kalau engga bisa cara lembut, aku akan merebut kamu dengan kasar, bahkan aku bisa menghamili kamu, kalau itu perlu, supaya kamu engga bisa lari dari aku.. ?? " ( fino) ia menatap tajam ke arah Vina.


Vina yg melihat tatapan fino, ia bergidik ngeri, dan cengkraman fino, makin kencang, Vina makin meringis karena cengkraman tangan nya fino, makin kuat.


" fin, aku mohon lepas, ini sakit fin..?? " ( Vina) dengan tatapan memohon, dan tak terasa air mata nya menetea saking menahan sakit nya.


fino yg melihat air mata Vina, ia melepas kan genggaman nya, dan ia melihat pergelangan tangan Vina, yg memerah.


" maaf.. ?? " ( fino) ia menampil kan wajah bersalah.


sedang kan Vina, hanya mengalih kan tatapan nya, ke arah lain, kini ia sangat takut, menatap mat fino.


fino yg ia kenal penyayang,lembah lembut, berubah menjadi fino yg kasar.


" aku mau pulang.. ?? " ( Vina) ucap nya lirih.


" kamu boleh pulang, mana HP kamu. ?? " ( fino) ia menasah kan tangan ny.


" buat apa.. ?? " ( Vina ) ia menatap arah fino.

__ADS_1


" aku mau membuka blokir, nnt aku..?? " ( fino)


" tapi fin.. ?? " ( Vina)


" engga ada tapi tapian.. ?? " ( fino) ia kembali menatap vin tajam, nyali Vina pun menciut, dan ia mengambil HP nya,di dalam tas.


ia pun mengitak ngatuk HP nya, dan membuka blokir ran nya.


" sudah, sekarang aku mau pulang.. ?? " ( Vina) sambil menunjuk kan HP nya.


fino pun tersenyum senang, dan ia pun mempersilah kan Vina untuk masuk ke dalam mobil nya.


" vin.. ?? " ( fino) di saat Vina sudah duduk di jok mobil nya.


Vina pun menatap sebentar, lalu ia pun mengalih kan nya, dengan memakai sabuk.


" kamu hati hati di jalan ya.. ?? " ( fino) ia tersenyum manis ke arah Vina.


Vina pun tersenyum, dan hNya mengangguk kan kepala nya saja.


Vina pun melaju kan mobil nya, dan menuju ke rumah nya.


di sepanjang perjalanan ia mikir kan ucapan fino, ia harus bisa mencari jalan ke luar, dalam masalah ini.


" apa aku harus, meminta bantuan sama mamah.. ?? " ( Vina) ia berbicara sendiri.


" iya kaya nya, aku harus minta bantuan sama mamah.. ?? " ( Vina)


" mamah bilang kan, ada yg mau sama aku.. ?? " ( Vina)


beberapa menit kemudian, Vina pun sampai, ia pun buru buru masuk.


" assalamu'alaikum... ?? " ( Vina)


" waalaikumsalam.. ?? " ( bibi)


" mamah mana bi.. ?? " ( Vina)


" nyonya lagi di taman belakang non.. ?? " ( bibi)


" baik kalau gitu, aku ke taman belakang dulu. ?? " ( Vina)


" oh iya bi, bisa minta tolong,bawain tas sama leptop aku ke kamar aku.. ?? " ( Vina)


" iya non.. ?? " ( bibi)


Vina pun mengangguk kan kepala nya, dan menyodor kan tas nya, dan leptop nya, kepada bibi.


bibi pun menerima nya, dan menuju ke kamar Vina, sedang kan Vina menuju ke taman belakang.


" mah.. ?? "( Vina)


" eh... ?? sayang, udah pulang.. ?? " ( silvi)


" udah mah,.. ?? " ( Vina) ia pun mengambil punggung tangan sang mamah, dan mengecup ny.

__ADS_1


Vina pun duduk di bangku, dan di ikuti oleh silvi.


" kamu kenapa nak.. ?? " ( silvi) ia menatap sang anak , dan ia melihat sang anak sedang tidak baik baik saja.


Vina pun menghela napas nya, dan ia pun akhir nya mencerita kan kejadian yg menimpa diri nya.


silvi yg mendengar ucapan sang anak, merasa kaget dan khawatir.


" jadi aku harus gimana mah.. ?? " ( Vina) ia menatap sang mamah.


" mamah juga bingung nak, harus gimana.. ?? " ( silvi)


" mah.. ?? " ( Vina)


silvi pun menatap sang anak.


" satu satu cara nya aku harus nikah mah, biar fino engga ganggu aku lagi.. ?? " ( Vina)


" ide bagus tuh nak, emng kamu sudah punya pengganti fino.. ?? " ( silvi)


Vina pun menggeleng kan kepala nya.


" kamu mah nak, ada ada aja, pingin nikah, tapi belum ada pasangan nya.. ?? " ( silvi)


" terus gimana mah.. ?? " ( Vina)


mereka pun terdiam sejenak, dan ia menatap sang mamah.


" mah... ?? " ( Vina)


" iya nak.. ?? " ( silvi)


" mamah kan, kemarin bilang kalau ada yg suka sama aku.. ?? " ( Vina) ia menatap sang mamah.


" ah, iya sayang mamah baru sadar, iya ada sayang, iya sakan cinta sama kamu sayang.. ?? " ( silvi)


" siapa mah.. ?? " ( Vina)


" kamu tau, vin giandra anak nya tante fitri, pasti kamu mengenal ny.. ?? " ( silvi)


" apa mah, bener.. ?? " ( Vina) ia meyakin kan kembali ucapan sang mamah.


" iya mamah serius nak, beberapa kali dia menanyakan kamu nak, bahkan pas tau kamu putus dia sangat semangat, untuk mendapat kan kamu.. ?? " ( silvi)


" iya udah mah, aku mau menikah sama giandra.. ?? " ( Vina)


ia yakin kalau giandra laki laki baik dan bertanggung jawab, apalagi giandra anak sahabat dari mamah nya.


" tapi nak, kamu kan tidak mencintai giandra.. ?? " ( silvi)


" mamah engga mau, kamu melampias kan kekeksalan nya, ke giandra. ?? " ( silvi)


Vina pun terdiam, dan ia mulai berpikir, apa yg di ucap kan oleh sang mamah ada benar nya,


Vina pun terdiam, ia harus bagaimana.

__ADS_1


__ADS_2