
" ma.. ma.. ?? " ( aldo)
ia berceloteh, sambil di pangku oleh pengasuh nya.
kiara dan andra pun menoleh ke arah sang putra, yg sedang di gendong oleh pengasuh nya, kiara pun bangkit dan mengambil alih sang putra, dari pengasuh nya.
" Sus, makan dulu aja ya, biar nanti gantian. " ( kiara)
" baik nyonya. " ( pengasuh) ia pun membungkuk kan tubuh nya, dan menuju ke dapur untuk makan malam.
sedang kan kiara menduduk kan aldo di pangkuan nya, baru saja duduk, sang anak minta gendong ke sang papah, karena ia baru menyadari kalau di sisi nya, ada sang papah.
" aduh anak papah wangi banget, udah mandi ya nak. " ( andra) ia mencium pipi gembul sang anak, membuat sang anak ke gelian.
" udah lah, kasian anak kamu. " ( kiara) ia memegang lengan sang suami, karena ia melihat sang anak yg mulai lelah, di buat tertawa oleh papah nya.
andra pun menyudahi, kecupan nya.
" sayang kalau tambah lagi anak, kaya nya seru. " ( andra) sambil menatap ke arah sang istri.
" belum ke pikiran mas, karena umur dede al, masih kecil, nanti saja lah mas , kalau umur dede al minimal 2 tahun, baru kita rencana kan lagi, lagian aku pingin memberi perhatian pul, sama anak kita mas, kan kalau nanti aku hamil lagi, kasih han dede al, perhatian nya, harus terbagi. " ( kiara)
" iya juga sih yang, iya udah engga apa apa, kalau di tunda, asal jatah nya aja jangan si tunda. " ( andra)
kiara hanya menggelng geleng kan kepala nya, saat mendengar ucapan suami nya.
" kamu itu mas, kalau bicara itu harus liat liat, engga tau tempat banget." ( kiara)
" biarin sayang, lagian cuman kita bertiga, dan wajar aku ngomong seperti itu orang kita udah sah. " ( andra) ia berusaha membela diri nya.
" terserah mas deh, kalau ngomong sama mas, engga ada ujung nya. " ( kiara)
andra tak menjawab, ia malah pokus mengajak sang anak berbicara, di saat mereka sedang asyik mengajak main bebi al, tiba tiba di arah pintu datang lah bibi bersama seli.
__ADS_1
" udah ada ketemu. " ( kiara) ia menatap ke arah seli.
seli pun menunjuk kan, flasdis.
" syukur kalau udah ketemu. " ( kiara ) ia menghela napas nya.
seli pun hanya menjawab dengan senyum manis nya, sedang kan andra tidak sama sekali melirik seli, ia masih pokus ke sang anak.
tak berselang lama, pengasuh sang anak datang, dan mengambil aldo dari pangkuan andra.
" sayang mas duluan ya, ke meja makan. " ( andra).
" iya mas, nanti aku nyusul. " ( kiara)
" sel, aku tinggal dulu ya , soal nya perut minta di isi " ( andra) tanpa menunggu jawab ban, ia pun menunggu di meja makan.
" gimana sel, apa kamu masih mau gabung kita makan lama, atau mau pulang. " ( kiara )
" oh gitu ya. " ( kiara)
" iya nyonya,boleh kah saya menumpang makan di sini . " ( seli)
" oh, boleh kalau gitu ayo kita meja makan. " ( kiara) ia pun bangkit, dan mengajak seli untuk ke meja makan.
" rencana apa lagi yg akan kamu buat. " ( kiara) ia bebicara dalam hati.
andra pun mengkerut kan kening nya, di saat ia melihat seli ikut ke meja makan.
" maaf tuan, saya mau menumpang makan di sini, apa boleh. " ( seli)
" boleh, silah kan duduk. " ( andra) walau pun ia keberatan, tapi engga mungkin ia mengucap kan nya, jujur saja ia kurang nyaman dengan sikap seli, anday saja seli engga mempunyai sipat licik, mungkin ia akan ikhlas memberi seli makan, tapi karena sifat seli seperti itu, membuat hati nya gak rela, memberi makan seli makan.
seperti biasa kiara pun mengambil nasi, dan lauk pauk nya, untuk suami nya, setelah terisi , kiara pun memberikan ke pada sang suami, baru ia mengisi piring nya, untuk diri nya, gerak gerik kiara, tidak luput dari perhatian seli, yg mana ia merasa iri, karena melihat keharmonisan antara andra dan kiara, ingin rasa nya ia berada di posisi kiara.
__ADS_1
" lihat saja, posisi kamu bentar lagi, akan tergeser oleh aku, kamu itu engga cocok dengan andra, yg cocok jadi istri nya andra itu aku. " ( seli) ia berucap dalam hati.
" sel, kamu ko malah melamun, bukan nya ngambil nasi, tadi kamu bilang ingin makan. " ( kiara)
" ah.. iya.. maaf, aku tadi melamun karena aku ingin berumah tangga seperti kalian. " ( seli)
" jangan terlalu bermimpi sel, kalau kata aku mah, karena setiap orang orang itu, mempunyai takdir masing masing. " ( kiara)
seli hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, dan membenarkan ucapan kiara.
" memang kamu udah punya calon. " ( kiara) ia sedikit memancing.
" kalau di sebut belum, emang belum sih, tapi aku sudah mempunyai laki laki, yg membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama. " ( seli)
" mantaf.. ?? laki laki mana yg membuat kamu jatuh cinta. " ( kiara) lagi lagi ia memancing ucapan seli.
" ada deh, doa kan saja ya, semoga apa yg aku ingin kan bisa tercapai. " ( seli)
" amin, aku doa kan, tapi aku minta satu hal sama kamu. " ( kiara) ia menelan nasi nya, yg sudah ia kunyah.
" apa itu nyonya. " ( seli) ia memicing kan mata nya.
" jangan pernah kamu merusak hubungan orang, apa lagi kalau laki laki itu sudah mempunyai keluarga, cari lah laki laki yg masih bersetatus lajang, masa kamu bersetatus seorang gadis, mau nikah sama laki laki yg tidak perjaka. " ( kiara)
seli pun terdiam, dan menatap ke arah kiara, yg sulit di arti kan.
" maaf bukan nya aku menyinggung, tapi aku berucap karena sayang sama kamu. " ( kiara)
seli menghela napas nya, dan memaksa kan tersenyum, di depan kiara, kini ia sudah tak berselera makan lagi, karena mendengar ucapan dari kiara, membuat nafsu makan nya ilang, tapi ia berusaha untuk memakan nya, walaupun sedikit sedikit, ia engga mungkin memakan makan nan nya, karena takut andra dan kiara curiga.
" maaf ya sel, sekali lagi, atas ucapan aku yg lancang ini. " ( kiara).
" engga apa apa nyonya, saya mengerti, mungkin nyonya berbicara seperti itu, karena sayang sama aku, dan perhatiin ke aku. " ( seli) lagi lagi ia memberi senyuman terpaksa nya.
__ADS_1