Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 300


__ADS_3

waktu sudah menunjuk kan pukul 07 pagi, di meja makan, semua pada kumpul.


terlihat giandra, dengan wajah, yg begitu bahagia.


" cerah amat tuh muka. "( andra)


" jelas lah, cerah.. ?? "( giandra) sambil menyuap kan nasi nya, ke dalam mulut nya.


" gimana, engga cerah ndra, orang dia sudah buka puasa. "( doni) ia menatap sang menantu.


" papah ko tau sih, kalau aku habis buka puasa. "( giandra) sedang menaik turun kan halis nya, membuat kiara malu, ia mencibit paha sang suami , agar suami nya itu diam.


" aw.. aw.. ?? sakit sayang.. ?? "( giandra) ia menggosok gosok kan paha nya, karena lumayan panas.


sang istri mencubit nya, cukup kencang.


" lebay deh mas, makan nya engga usah gitu, orang aku malu. "( Vina) sambil memanyun kan bibir nya, karena kesal dengan sang suami.


" sakit sayang, dan ngapain juga kamu harus malu, orang kita ini suami istri, sahabat di mata agama dan negara, lagian untuk bahas kaya gitu udah hal lumrah. "( giandra) ia membela diri nya.


" terserah kamu aja mas.. ?? "( Vina )


" sudah sudah, jangan bahas gituan lagi, kasian menantu mamah, kamu lagi mas, udah tua, masih aja usil. "( fitri) ia menatap tajam ke arah, sang suami.


sedang kan yg di tatap malah, asyik dengan makan nan nya.


akhir nya mereka pun makan, tanpa ada yg membahas, tentang itu lagi.


setelah beberapa menit kemudian, para laki laki pun pamit, untuk pergi ke kantor, sedang kiara dan Vina menuju taman belakang, sambil menjemur anak kiara,Vina pun melihat sang keponak kan begitu gemas.


" iya Allah, lucu banget ya, jadi engga sabar, untuk bertemu kamu nak. "( Vina) ia mengelus ngelus perut nya.

__ADS_1


" pasti mba engga sabar ya,menanti nya. "( kiara) ia tersenyum ke arah sang kaka ipar.


" iya ra, aku ingin banget bertemu dengan anak aku, gimana ya dia nanti nya. "( Vina) ia membayang kan wajah sang anak,antara perpaduan sang suami dengan diri nya.


" tapi biasa nya, kalau anak perempuan itu, akan lebih mirip dengan ayah nya mba, tapi itu sih kata orang. "( kiara)


" iya sih, mba pernah dengar itu. "( Vina) ia membenar kan ucapan sang adik ipar.


" iya mba, tapi itu perkiraan orang sih, tapi bukti nya, kalau anak aku lebih mirip ke papah nya , kata orang anak laki laki itu, akan mirip ke ibu nya, tapi bukti nya engga, anak aku malah mirip sama mas andra. "( kiara) ia memanyun kam bibir nya.


" walaupun, anak kamu lebih mirip ke, papah nya, tapi tetap lucu dan ganteng. "( Vina).


" iya sih mba, untung suami aku, ganteng kalau jelek, aku bakal lebih kecewa. "( kiara)


ha.. ha.. ha..


mereka pun tertawa, karena ke konyol lan mereka, apa lagi dengan ucapan nya.


" tapi ada rasa sedikit kecewa sih, masa aku yg ngalamin ngidam, mual dan muntah, terus harus mengandung 9 bulan, tapi anak aku malah mirip dengan papah nya, kan sedikit kesel. "( kiara)


" ah, iya juga ya mba, kalau sampai itu terjadi, akan ada perang ke tujuh.. ?? "( kiara)


ha.. ha.. ha..


mereka berdua kembali tertawa.


" aduh, kalian lagi ngapain, asyik banget ngobrol nya, apa lagi sambil ketawa begitu, kedengeran loh, sampai dalam. "( fitri) ia membawa nampan, yg berisi cemilan dan tidak lupa minuman nya, ia pun menaruh nampan tersebut di meja,danengambil sang cucu, di pangkuan anak nya.


" ini mah, kita lagi ngebahas, tentang ke mirip pan anak nya kiara. "( Vina)


fitri pun mengkerut kan kening nya, ia bingung dengan ucapan sang menantu nya.

__ADS_1


" emang ada apa dengan cucu mamah. "( fitri)


" iya mah, kata nya, keponak aku, lebih mirip sama papah nya, ke timbang sama mamah nya. "( Vina)


" kamu itu ada ada aja nak, lebih bagus anak kamu mirip dengan andra, dari pada sama orang lain, jadi pertanyaan kan. "( fitri)


" iya mah, kan aku juga bilang gitu mah. "( Vina)


" syukurin sayang, anak kamu begitu menggemas kan gini.. ?? "( fitri) sambil mencium pipi gembul cucu nya.


" syukurin sih pasti mah, aku bersyukur sekali, apa lagi, dia itu sangat tampan, seperti papah nya, cuman aku sedikit kecewa, karena wajah nya, engga ada mirip aku mah, semua ke mas andra, setidak nya, hidung nya ke, atau engga mata nya, aku kan yg hamil, bukan mas andra. "( kiara) memanyun kan bibir nya.


" dengerin mamah sayang, anak bayi itu bisa berubah ubah, siapa tau nanti,anak kamu bakal lebih mirip, dengan kamu, kalau masih bayi itu, akan berubah ubah sayang, kamu dan abang kamu juga dulu gitu sayang, pas lahir mirip dengan mamah, udah besar, mirip dengan papah kamu, apa lagi abang kamu, semua nya mirip dengan papah, bukan nya wajah nya, tapi sifat nya juga. "( fitri)


" iya juga ya mah, abang giandra, lebih mirip ke papah, ke timbang ke mamah, apa lagi sifat nya, yg kaya kulkas. "( kiara) ia membenar kan ucapan sang mamah, memang ada benar nya juga.


" nah makan nya, kamu itu engga usah kecewa gitu, mungkin aja nanti anak kamu mirip sama kamu. "( fitri)


" iya mah, tapi bentar mah, lebih baik mirip sama papah nya aja deh, engga apa apa. "( kiara) sambil cengengesan.


" loh, ko kamu malah berubah pikiran gitu. "( fitri) kini ia menatap bingung sang anak.


" iya ra, tadi aja menggebu gebu, pingin anak kamu mirip dengan kamu, ko sekarang kamu sekarang ko malah berubah pikiran. "( Vina) ia menatap bingung, karena ucapan sang adik ipar.


" iya lucu aja mba, mah, kalau anak aku mirip aku, kan aku cewe."( kiara) ia tersenyum ke arah, mamah nya, dan juga Vina.


" kamu itu ada ada aja nak,iya kan persi kamu persi cowo nya. "( fitri)


" iya mah, tapi tetep aja, aku engga ke bayang, udah ah, aku berharap anak aku mirip sama papah nya, kan papah nya ganteng, dan karisma nya itu, beh.. ?? begitu terpesona. "( kiara) sambil membayang kan wajah sang suami, yg semakin hari, semakin tampan, apa lagi sekarang menjadi hot dedy, membuat para ciwi ciwi, berlomba lomba, untuk mendapat kan perhatian dari sang suami, untung nya sang suami acuh, dan tidak mempeduli kan nya.


sedang kan Vina dan fitri, hanya menggeleng kan kepala, melihat tingkah kiara, apa lagi sifat nya yg masih pimplan.

__ADS_1


fitri pun memutus kan, membawa sang cucu, di bawa ke dalam rumah, karena sang cucu sudah terlelap.


sedang kan kiara Vina, masih asyik mengobrol, tapi kini mereka membahas tentang, pengalaman nya, di saat kiara sedang hamil., sampai lahir ran.


__ADS_2