Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 291


__ADS_3

kini waktu menunjuk pukul 08 pagi, semua orang sudah kembali ke aktivitas masing masing.


Vina sedang menyiram tanaman sang mamah, semenjak hamil, Vina lebih sering bercocok tanam di halaman belakang, padahal sebelum hamil, ia sangat anti untuk bercocok tanam, karena kata nya kotor, tapi setelah hamil, dia sangat menyukai nya,benar kata orang, kalau lagi hamil, apa yg kita suka, jadi engga suka, begitu pun sebalik nya,pase itu, yg di rasa kan Vina sekarang.


bahkan Vina meminta,ke pada sang papah kalau halaman belakang di jadi kan kebun, angga pun mengikuti ke mauan sang anak, apa lagi, kemauan sang anak, di dukung penuh oleh sang istri, karena sang istri pun suka bercocok tanam, mau tidak mau angga pun mengikuti, wanita ke sayangan nya.


di taman belakang bukan hanya, terdapat tanaman hias,di situ juga terdapat bunga anggrek, mawar, melati, dan bunga bunga lain nya, bukan hanya tanaman hias dan bunga.


Vina pun menanam, bawang, cabe, dan perbumbuan yg lain nya,tidak lupa ia menambah kan pohon buah buah han, tapi hanya sedikit karena saking tempat nya tidak memungkin kan.


" nak, jangan terlalu lelah.. ?? "( silvi) ia menatap sang anak, dengan tatapan khawatir.


" iya engga mah, aku hanya menyiram saja, kalau yg bagian yg merawat, aku serah kan sama pa salim ( tukang kebun) , karena aku udah engga bisa jongkok lama lama, he.. he.. he.. ?? "( Vina) dengan menampil kan gigi putih nya.


" iya pasti nak, karena sekarang perut kamu makin membesar. "( silvi)


" iya mah, berdiri lama lama juga, aku engga kuat. "( Vina)


" kalau engga kuat, kenapa masih melakukan pekerjaan ini sayang "( silvi) ia mengelus rambut sang anak.


" entah lah,tapi aku suka mah, engga tau kenapa, tubuh aku meminta untuk merawat tanaman yg aku tanam. "( Vina).


" mungkin karena, anak kamu perempuan, jadi suka nya bercocok tanam, padahal kamu dulu sangat anti nak, di bawa ke kampung halaman mamah pun,kalau mamah sama nenek pergi ke sawah, kamu engga pernah ikut, karena kamu takut kotor. "( silvi )


" iya ya mah, tapi kenapa ya,sekarang aku suka banget bercocok tanam, bisa bisa menghabia kan beberapa jam, aku di sini. "( Vina) ia pun heran, dengan sikap nya.


" begitulah nak, kalau lagi hamil, kadang yg kita suka, menjadi engga suka, begitu sebalik nya, mamah dulu juga mengalami, pase itu sayang, tapi setelah melahir kan, mamah kembali lagi normal sayang, mamah engga jadi engga suka lagi. "( silvi).


" gitu ya mah, ternyata orang hamil itu, kaya gitu ya mah. "( Vina)


" iya sayang, tapi jangan di jadi kan beban, karena mamah engga mau kamu jadi ke pikiran. "( silvi).


" iya mah, kalau itu pasti.. ?? "( Vina)


" kamu udah lama berdiri, sekarang kita duduk dulu.. ?? "( silvi) ia pun mematikan keran nya.

__ADS_1


" iya mah.. ?? "( Vina) ia pun menyimpan selang nya di bawah, biar pa salim yg memberes kan selang nya, karena perut nya, sudah merasa tak enak, saking lama nya berdiri.


di meja, sudah tersedia air putih, karena sebelum ia menyiram tanaman, ia mengambil satu botol air, untuk ia minum.


ia pun duduk, dan langsung meminum nya, hampir setengah nya, ia menuguk air tersebut.


" nak, nanagi sore kamu bisa antar mamah.. ?? "( silvi)


" emang mau kemana mah. "( Vina) sambil tangan nya menyimpan, botol di meja.


" mamah mau, belanja bulan nanti sayang, sekalian, kita liat liat baju bayi. "( silvi)


" mamah, bukan nya pamali, kata nya kan, kalau kandungan aku udah tujuh bulan, baru boleh, beli baju, kalau sekarang kan masih kurang 7 bulan. "( Vina) ia menarap sang mamah.


" iya, ya.. ?? sayang, mamah sampai lupa, kalau usia kandungan kamu masih memasuki 6 bulan, tunggu satu bulan lagi dong. "( silvi)


" iya mah, sabar aja, engga akan lama ko, bulan depan kita langsung belanja, baju baju si dede. "( Vina)


" ah.. ?? iya sayang, mamah jadi pingin cepet cepet, bulan depan, biar mamah bisa membeli kan baju yg banyak untuk cucu mamah. "( silvi)


" iya nak, tapi engga ke bayang kalau mamah pasti bakal kalap, kalau sudah pergi belanja. " ( silvi) dengan tatapan berbinar, dan begitu antusias.


" terserah mamah, asal ada batasan nya. "( Vina).


silvi hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.


" oh iya nak, perasaan mamah engga pernah cek rumah kamu. "( silvi).


" ah, iya mah, udah lama banget, aku engga pernah nengok ke sana. "( Vina).


" iya nak, kenapa.. ?? "( silvi).


" entah lah mah, masih ada rasa yg sulit aku arti kan. "( Vina) tatapan nya sendu.


" mamah berharap, mamah nya giandra, bisa merestui hubungan kamu, dan giandra. "( silvi)

__ADS_1


" amin mah, semoga keinginan kita tercapai ya mah. "( Vina)


" amin sayang, kalau kamu mendapat kam restu dari mamah nya giandra, mungkin mamah bisa belanja bareng dengan mamah nya giandra "( silvi) tatapan mata nya, penuh dengan harap.


" iya mah. "( Vina).


" oh iya sayang, nanti sore kamu mau kan atemenin mamah, berbelanja.. ?? "( silvi).


" engga akan sore ko, paling sekitar pukul 02 siang, kita berangkat nya, karena engga baik kalau, wanita hamil berkeliaran malam malam, engga baik untuk kesahatan kamu, dan kata orang tua dulu, pamali.. ?? "( silvi)


Vina pun mengangguk kan kepala nya sebagai jawab ban.


" gimana sayang, kamu mau. "( silvi) ia kembali bertanya.


" maaf mah, seperti nya aku sudah ada janji. "( Vina) dengan tatapan tak enak.


" janji sama siapa nak.. ?? "( silvi ) ia sedikit kecewa dengan ucapan sang anak, karena menolak pergi dengan nya, malah pergi dengan orang lain.


" sama mas giandra. "( Vina) ucap nya lirih.


" emang kalian mau kemana. "( silvi) dengan tatapan penasaran nya, kalau tadi, dengan tatapan kecewa, kalau sekarang tatapan penasaran, karena sang anak mau pergi dengan giandra.


" aku mau ke rumah mas giandra mah. "( Vina)


" ha.. ?? mau ngapain nak, kamu ke rumah nya. "( silvi) ia membulat kan mata nya, karena kaget.


" entah lah, aku juga engga tau mah, karena semalamaa giandra menghubungi aku, kalau mamah nya minta untuk aku ke rumah mas giandra mah.. ?? "( Vina)


" mungkin, beliau mau membicara kan hal yg penting sayang,semoga aja beliau akan membahas tentang restu, dan akhir nya ia akan merestui hubungan kamu. "( silvi)


" amin mah, itu yg aku harap kan.?? "( Vina)


" semoga saja sayang.. ?? "( silvi)


Vina hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, sang mamah, walaupun hati nya sedikit ragu, tapi ia berusaha menekan perasaan itu.

__ADS_1


__ADS_2