
setelah melaksana kan shlat isya, mereka semua, mereka menuju meja makan.
di sana sudah ada kiara, yg sedang mempersiap kan makan malam.
awal nya Vina menolak, untuk ikut makan malam, tapi pada akhir nya ia mengikuti makan malam, karena fitri yg menyuruh nya.
akhir nya mau tidak mau, Vina pun mengikuti, mereka yg akan makan malam..
Vina duduk di sebelah giandra, Vina juga menyiap kan makan nan untuk giandra.
giandra tersenyum senang, karena ia bahagia di perlakukan seperti itu, walaupun hal kecil yg di lakukan oleh Vina, tapi sungguh ia merasa di hargai oleh Vina.
sedang kan yg berada di sana, tersenyum dalam diam, karena melihat tingkah giandra.
Mereka makan dalam diam, hanya ada suara dentingan sendok, setelah beberapa menit, akhir nya mereka pun selesai, di saat Vina akan membersihkan kan piring kotor, di larang oleh fitri.
karena fitri, engga mau membuat Vina lelah, apa lagi posisi nya sekarang, yg sedang hamil besar, jadi ia engga mungkin membiarkan kan Vina untuk bekerja, walupun ringan, tetap aja ia engga mau terjadi apa apa, dengan Vina.
lagi lagi Vina menurut, apa yg di ucap kan oleh fitri, ia engga bisa membantah nya.
mereka pun menuju ruang tengahtengah, mereka duduk di sofa.
fitri menatap mereka semua, dengan tatapan serius.
fitri menghela napas nya, dan kini mata nya hanya menatap satu orang, yaitu hanya menatap Vina.
Vina yg di tatap fitri , hanya menunduk kan kepala nya, karena ia benar benar bingung, gelisah, supaya campur aduk.
tapi tangan nya di genggam, oleh giandra, dengan erat, menanda kan kalau ia sedang memberi ke kuatan, ke pada Vina.
" vin..?? "( fitri)
" iya tantan .. ?? "( Vina) ia mendongak kan wajah nya , dan menatap fitri.
fitri menghela napas nya, tatapan nya begitu sulit di arti kan, sedang kan sang suami, mengelus bahu sang istri, untuk memberi ke kuatan, doni tau kalau sang istri,masih ragu, dan butuh ke berenian, dalam mengambil sebuah keputusan.
" giandra dan Vina,jujur mamah masih berat untuk mengambil sebuah ke putusan ini, sebener nya mamah masih banyak mempertimbang kan semua nya, tapi demi anak kalian, mamah rela menekan egois mamah. "( fitri) ucap nya sedikit tegas.
" mamah merestui hubungan kalian, tapi dengan satu syarat. "( fitri )
giandra dan Vina, menatap lekat, fitri.
mereka sedikit tidak percaya, dengan ucapan fitri.
__ADS_1
" sekali lagi, mamah melakukan ini, demi anak kalian, karena mamah ga mau cucu mamah, tumbuh, tanpa kasih sayang . "( fitri)
Vina pun bangun dari tidur nya, dan bersimpuh, di kaki fitri, air mata nya mengalir begitu saja.
" makasih banyak tan, maaf atas ke salah han aku, yg pernah aku perbuat, aku engga akan mengulang nya lagi tan, dan engga pernah buat tante kecewa, makasih atas ke sempat tan, yg tante beri kan. "( Vina) ia berucap, sambil terisak, ia menangis karena ia bahagia.
" bangun lah, mamah beri kamu ke sempat angkat ke dua, dan jangan pernah kamu menyia nyia kan nya kembali vin. "( fitri)
" sekarang kamu bangun ya, kasian cucu mamah ke jepit. "( fitri) ia membopong Vina, supaya duduk di samping nya, dan tidak lupa ia menghapus air mata nya, yg membasahi ke pipi nya.
" jangan nangis lagi ya, kasian cucu mamah, ikut sedih, dan jangan panggil tante, panggil mamah. "( fitri)
" iya mah.. ?? "( Vina) ia pun menghambur ke peluk kan fitri.
fitri pun menyambut, peluk kan Vina, ia mengelus punggung Vina.
setelah sedikit reda, Vina pun mereray peluk kan nya, dan menangkup ke dua pipi Vina, yg kini sudah chubi, mungkin karena banyak makan.
" usia kandungan kamu berapa bulan. "( fitri) sambil mengelus perut Vina.
" udah enam bulan mah. "( Vina)
" udah di USG.. ?? "( fitri)
" laki laki atau perempuan. "( fitri)
" kata nya, perempuan mah. "( Vina)
" subhanallah, mamah akan mendapat kan cucu perempuan, jadi mamah dapat cucu satu jodoh dong. "( fitri) dengan mata berbinar.
" iya mah, mamah seneng. "( giandra) kini ia menyaut pembicaraan fitri.
" mamah sangat senang gi, ternyata mamah akan dapat, cucu satu jodoh, dari kamu perempuan, dan dari adik kamu laki laki. "( fitri)
" syukur kalau mamah seneng, soal nya aku takut, mamah mengingin kan, cucu laki laki. "( Vina) ucap nya lirih.
" sebenar nya, mamah engga terlalu peduli kalau cucu mamah mau laki laki atau perempuan, yg penting cucu mamah dan ibu nya, terlahir selamat. "( fitri)
" anak itu anugrah,sayang..?? "( fitri)
" jadi kita harus menjaga nya, dengan baik ya nak. "( fitri) ia mengelus rambut Vina.
Vina yg di perlakukan seperti itu, merasa bahagia.
__ADS_1
" berarti kapan mah, giandra bisa rujuk. "( doni)
" secepat nya, biar giandra bisa mendampingi Vina. "( fitri)
" ide bagus itu mah, kasian anak kamu, kurang belay yan.. ?? "( doni) sambil menaik turun kan alis nya.
semua yg ada di situ, tertawa, mereka tau apa yg di maksud dengan doni, sedang kan giandra hanya geleng geleng kepala, berbeda dengan Vina, wajah nya memerah karena malu, dengan ucapan sang papah mertua.
" iya nih pah, kan bentar lagi Vina mau melahir kan. "( andra) ia ikut menggoda nya.
" lebih enak tau kalau istri lagi hamil, tambah seksi. "( andra)
plak.
bahu nya di pukul oleh sang istri.
" sakit sayang, kenapa memukul aku "( andra)
" habis nya, ngomong nya, engga di pliter sih. "( kiara) ia berbicara sedikit ketus.
" emang itu ke nyataan nya sayang, papah aja suka kalau mamah kamu hamil, tambah seksi. "( doni) ia membenar kan ucapan andra.
" tuh, sayang denger, apa kata papah, papah aja membenar kan ucapan aku. "( andra) ia tersenyum senang, karena ada yg membela nya.
" dasar laki laki, otak nya itu engga jauh jauh ke situ. "( fitri)
" kita normal mah, lagian kita melakukan nya itu, sama pasangan sah mah. "( doni)
" ah, terserah papah, kalau mamah berdebat sama papah, bisa panjang. "( fitri) ia pun lebih baik mengalah, karena kalau ia meladeni ucapan sang suami, akan berkepanjangan.
" udah kita bahas, ke permasalahan awal. "( fitri)
" kalian mau kapan, rujuk nya . . ?? "( fitri)
" aku terserah mas giandra aja mah. "( Vina )ia menatap ke arah giandra.
" secepat nya aja mah. "( giandra)
" yg sudah ke belet. "( andra) dengan nada bicara, yg meledek.
" mas.. ?? "( kiara) ia sedikit, menaik kan nada bicara nya, karena ia kesal dengan sikap usil sang suami.
andra pun langsung, menutup mulut nya, karena di bentak oleh sang istri.
__ADS_1
giandra hanya tersenyum, meremeh kan, karena melihat sang adik ipar,langsung terdiam, tak kala di bentak oleh adik nya.