
hampir satu jam mereka di kamar mandi, kini pasangan suami istri pun ke luar, dengan wajah berseri seri, terutama sang suami, siapa lagi kalau bukan andra.
kiara pun langsung masuk ke walk in closet, untuk mengambil pakaian nya, tidak lupa ia pun mengambil pakaian sang suami, setelah terkumpul, ia pun membawa nya ke luar.
kiara tidak memakai pakaian nya di dalam, tapi ia ingin memakai pakaian nya, bersama sang suami.
andra yg melihat sang istri ke luar dari walk in closet terseyum senang, karena sang istri belum memakai pakaian nya, ia pun menaruh handphone nya, di atas nakas, dan berdiri menyambut sang istri.
kiara pun meletak kan pakaian nya, dan terlebih dulu memberi kan pakaian sang suami , andra pun menerima nya.
" makasih sayang.. ?? " ( andra) sambil mengecup kening sang istri.
" sama sama mas. " ( kiara) ia tersenyum hangat ke sang suami.
kiara pun membuka handuk nya, terpangpang lah, tubuh molek dan indah, di depan mata andra, ia sampai membulat kan mata nya, tak kalah melihat tubuh sang istri, sedang kan yg di tatap masih tidak menyadari, masih asyik dengan aktivitas nya, yaitu memakai pakaian nya, kiara pun menoleh ke arah sang suami yg masih mematungmematung, tanpa pergerakan, bahkan baju yg ia beri kan masih di tangan sang suami.
kiara pun menggibas gibas kan tangan nya ke arah wajah sang suami, tapi sang suami, tidak mereapon sama sekali.
" mas.. ?? " ( kiara) ia pun memukul lengan sang suami, membuat andra tersadar.
" ah.. iya sayang apa. " ( andra)
" ada apa mas, kenapa mas malah melamun bukan nya pakai baju. " ( kiara) ia kembali memakai pakaian nya, karena ia baru memakai dalam man nya.
__ADS_1
" itu semua gara gara kamu sayang. " ( andra) sambil memberengut kesal.
kiara yg mendengar ucapan andra, menoleh ke arah sang suami, dengan tatapan heran.
" maksud mas, ko aku yg di salahin " ( kiara)
" iya habis nya kamu sayang, pake baju ko depan aku banget, udah tau iman aku setipis tisu,kalau udah berhadapan dengan kemolekan tubuh kamu. " ( andra) kini ia menghela napas nya, untuk mentral kan pikiran nya, yg sudah berpikiran kotor, apa lagi kalau bukan membayang kan, diri nya melakukan aktivitas bercinta nya, dengan sang istri.
" atau jangan jangan kamu mau menggoda aku ya. " ( andra) ia menarik pinggang sang istri, supaya mendekat ke arah diri nya, bahkan baju nya, sudah tergolek di atas lantai.
" kamu itu mas, pikiran nya, hanya ************ saja, kan baru aja tadi kita melakukan nya, apa engga cukup. " ( kiara)
" engga sayang, engga ada kata cukup, karena tubuh kamu itu candu buat aku. " ( andra)
" aku, engga gombal sayang, tapi itu kenyataan nya. " ( andra)
" masih mending aku candu tubuh kamu, gimana kalau aku candu dengan tubuh wanita lain. " ( andra) ia menaik turun kan alis nya.
kiara yg mendengar ucapan sang suami,mendongak kan wajah nya, dan tidak lupa dengan tatapan tajam nya, membuat andra cengengesan, dan takut kalau sang istri marah.
" kalau kamu berani berbuat itu, jangan harap burung kamu itu bisa membuat wanita keenakan kan, karena apa, aku akan memotong burung mu itu hampir habis. " ( kiara) dengan menampil kan tatapan mata, yg begitu tajam, membuat nyali andra menciut, awal nya andra hanya bercanda, tapi naas candaan nya menjadi bumerang untuk hidup nya, apa lagi terlihat wajah istri yg begitu marah pada diri ny, dan tidak lupa tangan yg satu nya, sudah menutup burung nya, dan sedikit ngilu, ketika ia membayang kan kalau burung nya benar benar di potong.
" jangan dong sayang, mana mungkin mas bisa melakukan itu sama perempuan lain, sedang kan mas, punya yg lebih dari segala nya, hanya kamu yg bisa membangkit kan hasrat mas, gairah mas, kan kamu tau sendiri kalau burung mas itu hanya berminat nya sama kamu aja, beribu ribu perempuan yg ingin menggoda mas, tapi tidak satu pun perempuan, yg membangkit kan hasrat kamu, tapi berbeda dengan kamu sayang, hanya di tatap saja, burung aku sudah bangun kamu bisa membuktikan kan nya sayang. " ( andra) sambil membawa tangan sang istri , menuju burung nya.
__ADS_1
entah lah pikiran kiara sedang kemana,ia pun hanya bisa menurut dengan gerak kan tangan andra, menuntun tangan nya untuk memegang burung nya, andra pun tersenyum tak kala sang istri, menuruti yg ia mau, tanpa ada penolak kan, ia pun menaik turun kan burung nya, membuat diri nya mendesah, dan dari situ lah kiara membuyar pikiran nya.
" kamu apa apa an sih.. ?? " ( kiara) ia ingin melepas kan tangan mungil nya, tapi sayang andra menggenggam nya sangat erat, dan lagi lagi dia hanya menurut.
andra tersenyum, ia pun makin menarik kiara, ke dalam dekapan nya, dan di saat kiara akan protes ia buru buru membungkam bibir sang istri, dengan bibir nya,ia pun ******* bibir sang istri, dengan sangat lembut dan membuat kiara pun ikut terhanyut dalam permainan, yg di beri kan oleh sang suami, ia pun membalas nya, andra pun tersenyum senang, karena kiara membalas nya, ia pun makin menggila, tangan nya sudah berkeliaran kemana mana.
hingga kiara tersadar, dan ia buru buru menghenti kan aktivitas sang suami, yg akan membuka cd nya.
andra pun menatap teduh sang istri, ada rasa kesal, karena sang istri memberhenti kan kesenangan nya.
" kenapa yang, berhenti padahal ini udah tanggung yang, sebentar saja, mas engga bisa menahan nya sayang. " ( andra) dengan tatapan memohon.
kiara pun menjadi tak tega melihat wajah sang suami.
" mas. " ( kiara)
" sayang mas mohon, mas janji engga akan lama, mas akan mempercepat nya. " ( andra)
kiara hanya menghela napas nya, dan mengangguk kan kepala nya, mana mungkin ia tega, melihat wajah sang suami,yg seperti itu.
andra pun tersenyum senang, tak kala sang istri memberi kan lampu hijau, tak menunggu waktu lama, ia pun langsung melanjut kan aktivitas nya kembali, di saat andra akan mengukung sang istri, pintu kamar nya di ketuk, ia ingin abay, tapi di luar terus menerus mengetuk pintu nya, membuat andra menghela napas nya, dan ia pun menggulingkan kan tubuh nya ke samping.
" maaf ya mas, aku liat dulu, nanti kita lanjut lagi. " ( kiara) sambil merapikan pakaian nya, yg hampir terbuka semua.
__ADS_1
andra hanya mengangguk kan kepala nya,sebagai jawab ban,dan menutup mata nya, dengan sebelah tangan nya, ia berusaha merileks kan tubuh nya, supaya sedikit lebih tenang.