Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 309


__ADS_3

hari yg di tunggu tunggu, oleh pasangan suami istri ini telah tiba, karena Vina kini sedang berjuang antara hidup dan mati, kini ia sedang melahir kan.


giandra menjadi suami siaga, yg selalu ada di sisi sang istri, ia memberi dukungan kepada sang istri.


" sayang kamu pasti bisa. " ( giandra) ia mengelap keringat, sang istri, tidak lupa ia menggenggam tangan sang istri, untuk memberi sport.


Vina hanya membalas dengan senyuman, dan juga angguk kan.


" bu, tarik napas ya, setelah itu keluar kan secara perlahan. " ( dokter)


Vina pun mengangguk, di saat gelombang itu datang, Vina pun mulai mengejen, tangan nya begitu kuat memegang telapak tangan sang suami, membuat giandra meringis ke sakitan, tapi giandra berusaha baik baik saja, sakit yg ia rasa kan, engga sebanding dengan sakit yg di rasa kan oleh sang istri.


hupt.. hupt.. hupt..


napas Vina, mulai tidak teratur, ia kembali mengejen.


" semangat bu, bentar lagi anda akan bertemu dengan anak anda, kepala nya sudah mulai terlihat. " ( dokter)


" semangat syang. " ( giandra)


Vina hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, dan ia berusaha untuk mengejen, dan pada akhir nya Vina pun melahir kan.


oek.. oek.. oek..


" allhamdulillah bu, anak nya sehat, bayi nya berjenis kelamin perempuan, sempurna, cantik, dan sehat. " ( dokter)


" allhamdulilah.. ?? " ( Vina) ucap nya lirih.


" makasih sayang.. ?? " ( giandra) ia terisak, dan tidak lupa ia mengecup kening sang istri, berkali kali.


ada rasa haru,menyelimuti diri nya, karena kini ia, sudah menjadi seorang ayah.


Vina hanya menjawab dengan angguk kan saja, karena ia benar benar lelah, tenaga nya terkuras habis, di saat ia melahir kan.


anak nya pun, di simpan di dada sang istri, seperti mengerti, sang anak mencari ****** Vina, setelah menemu kan nya ia pun mulai menyusu nya.


sikap sang anak, tidak jauh dari penglihatan giandra, dan juga Vina, tapi bukan mereka berdua saja, tapi semua yg berada di sana pun sama, mereka kagum dengan bayi mungil tersebut.


" kita bersih kan dulu ya, dede cantik nya. " ( suster) ia mengambil alih sang anak, dari dada nya.

__ADS_1


" sekarang giliran ibu ya. " ( dokter)


Giandra pun ke luar dan menemui ke dua orang tua nya, dan juga mertua nya, yg sedang menunggu nya, di luar.


ia langsung berhambur ke dalam peluk kan sang ibu, fitri pun membalas peluk nya dengan erat, dan mengusap punggung sang anak untuk menenang kan nya, terdengar suara isak kan, setelah reda giandra pun melepas peluk kan nya, dan ia bersujud di kaki sang ibu, dan mencium nya.


" berdiri nak. " ( fitri) ia mengangkat tubuh sang anak, dan memeluk nya.


" makasih mah, udah melahir kan giandra, makasih banyak, maaf kalau selama ini giandra masih menjadi anak pembangkang , dan belum bisa membahagiakan mamah. " ( giandra) masih dengan terisak.


" sama sama sayang, itu sudah kewajiban mamah untuk mengurus kamu, dan membesar kan kamu dengan penuh kasih sayang. " ( fitri) ia mengusap aurai rambut sang anak.


" giandra begitu terharu, di saat melihat Vina melahir kan, begitu banyak perjuangan, antara hidup dan mati, betapa sakit nya di saat melahir kan mah, walaupun giandra engga merasakan, tapi giandra melihat Vina begitu ke sakitan. " ( giandra)


fitri pun memegang bahu sang anak, dan menangkup ke dua pipi sang anak.


" denger mamah, itu sudah jadi kodrat seorang istri, mamah merasa kan, begitu bangga, di saat bisa menjadi seorang ibu, dan memberi ke turunan ke pada suami. " ( fitri)


giandra pun mengangguk kan kepala nyanya, sebagai jawab ban.


" sudah jangan menangis, kan kamu udah jadi seorang ayah, selamat ya. " ( silvi) sambil tersenyum ke arah sang menantu, dan mengelus bahu sang menantu.


giandra pun menoleh, dan tersenyum, ia memeluk sang ibu mertua.


" iya nak, sama sama. " ( silvi)


" cucu mamah perempuan, atau laki laki. " ( silvi)


" allhamdulilah perempuan. " ( giandra)


" allhamdulilah.. ?? " ucapan semua yg ada di sana.


mereka tidak tahu jenis kelami anak Vina dan giandra, karena memang Vina dan giandra tidak ingin tahu, jenis kelamin anak mereka, biar menjadi suprise.


mereka melakukan USG, hanya untuk melihat tumbuh kembang sang anak, tanpa ingin tahu jenis kelamin sang anak.


pintu ruang bersalin, pun terbuka.


mereka semua menoleh ke arah ruangan tersebut, terlihat Vina yg berada di bangkar, dan belakang nya ada sang anak yg mengikuti , dengan bok bayi.

__ADS_1


Vina di pindah kan, ke ruangan dengan di dorong oleh suster, semua orang yg ada di sana mengikuti Vina.


kini Vina sudah berada di ruang inap, setelah itu semua orang mengerubuni Vina, dan juga bayi nya.


yg pertama menggendong sang cucu, yaitu fitri, sedangkan silvi ia menuju ke arah sang anak.


" sayang selamat ya. " ( silvi) ia memeluk sang anak.


" iya mah, makasih ya, atas doa dan dukungan nya. " ( Vina)


" sama sama sayang. " ( silvi) ia mengecup kening sang anak.


" mah makasih ya, udah ngelahir rin aku, begitu banyak perjuangan, yg aku rasa kan, di saat melahir kan. " ( Vina)


" sama sama sayang, itu udah menjadi kewajiban mamah. " ( silvi) sambil menampil kan senyum manis nya.


silvi pun beralih ke arah sang cucu yg sedang di gendong oleh besan nya.


fitri pun tau, dengan tatapan sang besan, ia pun memberi kan sang cucu ke pada besan nya, silvi pun tersenyum, dan menerima nya.


" selamat menjadi seorang ibu ya. " ( fitri) ia mengelus rambut sang menantu.


" iya mah, makasih. " ( Vina)


" ko anak kamu, mirip banget sama giandra ya. " ( silvi) ia menatap wajah sang cucu.


" ya, iya lah kan aku papah nya. " ( giandra) sambil menepuk dada nya.


" iya mah, aku pun iri, ko anak aku mirip sama papah nya, aku nya mah engga ada. " ( Vina)


" iya engga apa apa sayang, masih mending anak itu mirip dengan papah nya, gimana kalau cucu mamah mirip dengan tukang sayur, kan jadi pertanyaan.. ?? " ( silvi)


" iya juga sih mah, tapi tetep aja, aku yg mengandung selama 9 bulan, aku yg berjuang antara hidup dan mati, tapi engga ada satu pun wajah nya yg mirip dengan aku. " ( Vina) memanyun kan bibir nya, membuat yg ada di sana gemas.


" nak, bayi baru lahir kan akan berubah ubah, siapa tahu nanti dengan seiring nya waktu, cucu mamah akan mirip dengan kamu. " ( fitri)


" iya juga ya mah. " ( Vina)


" ah, engga bisa gitu, harus tetap seperti itu, karena aku papah nya, dan berjuang di atas, sedang kan kamu hanya menikmati nya, tanpa bekerja. " ( giandra)

__ADS_1


Vina membulat kan mata nya, saat mendengar ucapan sang suami, yg begitu prontal.


" mas ih.. ?? " ( Vina) kini wajah nya memerah, menahan malu, dan kesal, karena ucapan sang suami.


__ADS_2