
giandra pun sudah sampai ke rumah Vina, ia pun masuk ke dalam, karena ingin pamit kepada orang tua Vina.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( Vina dan giandra)
" waalaikumsalam.. ?? " ( silvi)
" baru pulang nak, ko sore, pulang nya.. ?? " ( silvi) sambil menampil kan senyuman nya.
Vina dan giandra pun mengecup punggung tangan silvi, secara bergantian.
" maaf tan, barusan aku bawa dulu Vina ke kantor.. ?? " ( giandra) ie marasa tak enak.
" oh gitu ya, patas saja, kalian pulang nya sore. ?? " ( silvi)
" iya tan, maaf ya.. ?? " ( giandra)
" loh, ngapain kamu mknya maaf.. ?? " ( silvi)
" iya karena engga enak aja tan.. ?? " ( giandra)
" kalau engga enak, tinggal tambahin gula aja, biar manis.. ?? " ( silvi) sambil tersenyum, ia sedikit bercanda, supaya tidak terlalu tegang.
" udah yu kanu duduk dulu. ?? " ( silvi) sambil membawa giandra ke sofa, dan beralih ke arah sang anak.
" nak, bikin kan naj giandra minum.. ?? " ( silvi)
" engga usah tante, aku ke sini cuman bentar ko, lagian ada yg harus saya kerja kan.. ?? " ( giandra).
" emang kamu, belum cuti.. ?? " ( silvi).
" belum tante, kebetulan sih ada beberapa pekerjaan yg harus saya selesai kan insyaallah H-1, pekerjaan saya sudah beres, dan bisa cuti, agak lama.. ?? " ( giandra)
" iya dong, kamu harus cuti agak lama, biar sekalian kalian bulan madu.. ?? " ( silvi)
" mamah apa apaan sih.. ?? " ( Vina ) wajah nya memerah, karena malu dengan ucapan sang mamah.
" ngapain kamu malu malu sayang, apa yg di ucap kan mamah, ada benar nya juga kan, nak andra.. ?? " ( silvi) ia menatap giandra.
giandra hanya mengangguk kan kepala nya saja, di saat mereka sedang asyik mengibril, ada angga yg baru pulang kerja.
" wah.. ?? rupanya, ada calon mantu, yg lagi bertamu.. ?? " ( angga) sambil duduk di samping sang istri, dan membuka dasi nya.
__ADS_1
" ah.. ?? iya om, saya ke sini kan nganterin Vina, bentuk tanggung jawab saya kepada Vina om. ?? " ( giandra)
" bagus, baru itu laki laki.. ?? " ( angga )
" apalagi nanti, saya akan serah kan tanggung jawab say, kepada kamu, untuk menjaga Vina, tinggal beberapa hari lagi, saya menyerah kan jabatan saya.. ?? " ( angga).
" ih.. ?? papah.. ?? ada ada aja, emang aku apaan.. ?? " ( Vina) ia menggeeutu, dan tidak lupa memandang kan bibir nya, membuat yg berada di sana tertawa.
" kamu tau nak, kamu itu berlian di ke hidupan papah, makan nya papah menyerah kan kamu ke tangan giandra, ke laki laki yg tepat, walaupun papah, baru mengenal giandra singkat, tapi papah yakin giandra, laki laki bertanggung jawab untuk ke hidupan kamu, dan kelak untuk anak kamu juga nak.. ?? " ( angga) mata nua berlaca kaca, karena sebentar lagi sang putri, akan menjadi seorang istri.
" papah ko meliw gitu, walaupn aku udah menikah aku akan sering sering ko main ke sini, iya kan mas.. ?? " ( Vina) ia menatap giandra.
" iya om, aku akan mengijin kan Vina untuk mejenguk om dan tante.. ?? " ( giandra)
" kalau untuk menginap paling di akhir wekend aja pah mah, kalau di hari hati bias, kan aku kerja.. ?? " ( giandra)
"iya , tapi janji ya kalian akan menginal di sini.. ?? " ( angga) berusaha meyakin kan kembali dengan ucapan sang anak.
" iya lah, kami janji.. ?? " ( Vina).
" kenapa jadi. papah yg melow, padahal mamah sudah menahan nya dari tadi.. ?? " ( silvi) ia beucap lirih.
" udah ah, jangan melow melow lagi, makan nya buat kan aku adik lagi, biar mamah sama papah engga ke sepian. " ( Vina).
" mamah sama sudah berusaha, cuman belum ada hasil nya.. ?? " ( angga) dengan tersenyum jail, ke arah sang anak dan tidak lupa ia di buru pukulan oleh sang istri.
" iya harus lebih berusaha lagi dong pah.. ?? " ( Vina)
" iya deh, papah akan lebih berusaha lagi, untuk membuat adik, untuk kamu. ?? " ( angga)
" ok pah, di tunggu kabar baik nya.. ?? " ( Vina) sambil mengacung kan ke dua jempol nya, dan tidak lupa menampil kan gigi putih nya.
" ngomong ngomong ini, engga ada minuman nih, kasian loh, nak giandra.. ?? " ( angga)
" tadi nya, mamah juga mau membuat kan nak giandra minum, tapi nak giandra nya menolak.. ?? " ( silvi)
" loh, kenapa menolak nak.. ?? " ( angga) ia menatap giandra.
" saya menolak, karena saya buru buru om, karena ada pekerjaan, yg harus segera di selesai kan.. ?? " ( giandra).
" kamu mau menikah, tapi masih mikir kan pekerjaan.. ?? " ( angga)
__ADS_1
" itu sudah tanggung jawab saya om, makan nya saya ingin cepat cepat menyelesai kan, pekerjaan saya sebelum H -1 om.. ?? " ( giandra)
" bagus.. ?? berarti saya tidak salah memilih mantu, dan saya engga akan khawatir, terhadap Vina, karena kamu sangat tanggung jawab, pekerjaan aja kamu sangat tanggung jawab, apalagi dengan Vina, kamu pasti akan lebih tanggung jawab.. ?? " ( angga)
" kalau, masalah tanggung jawab, saya usaha kan terbaik, untuk kebahagiaan Vina om, saya hanya butuh doa dari om dan tante,.?? " ( giandra).
" kalau itu, engga perlu di pinta, karena om dan tante akan selalu mendoa kan kamu dan anak om, selalu bahagia..?? " ( angga)
" makasih sebelum nya.. ?? " ( giandra)
" oh iya nak, jangan panggil om dan tante dong, panggil aja mamah dan papah, kaya Vina ya nak.. ?? " ( silvi)
" engga ada penolak kan. ?? " ( silvi).
" iya mah.. ?? " ( giandra) sedikit gugup.
" kalau gitu saya pamit mah, pah, soal nya ini mepet banget.. ?? " ( giandra)
" oh.. ?? silah kan nak, padahal mamah ingin kamu makan malam di sini.. ?? " ( silvi)
" maaf ya mah, bukan nya aku engga mau tapi ada sesuatu yg harus saya kerja kan, lain waktu saya pasti makan malam, sama mamah, papah dan juga Vina.. ?? " ( giandra ) ia berusaha berbicara sehalus mungkin, supaya calon mertua nya, mengerti posisi diri nya.
" iya nak, kami mengerti lagian kalau nanginkan kamu udah bagian dari keluarga ini.. ?? " ( angga)
"dan satu lagi nak, kalau bisa kamu jangan menyetir sendiri, kata orang dulu, takut ada apa apa, karena kamu bentar lagi mau menikah.. ?? " ( silvi)
" iya pah,mah.. ?? " ( giandra)
" iya udah,kalau begitu saya pamit assalamu'alaikum..?? " ( giandra) ia mengambil punggung tangan mertua nya, dan ia kecup.
" waalaikumsalam.. ?? " ( mereka bertiga)
giandra pun menuju ke luar, dan di ikuti oleh Vina di belakang giandra.
" aku pulang dulu ya, kamu langsung istirahat ya.. ?? " ( giandra) ia membelai rambut sang calon istri, ingin rasa nya ia mengecup kening nya, tapi ia sadar kalau kini ia dan Vina belum sah.
" iya mas, kamu juga jangan terlalu lelah ya, dan hati hati di jalan.. ?? " ( Vina) sambil tersenyum.
" siap calon istri, iya udah aku berangkat ya, assalamu'alaikum.. ?? " ( giandra) ia pun menuju mobil nya.
" waalaikumsalam.. ?? " ( Vina).
__ADS_1
giandra pun membawa mobil nya, untuk ke sebuah hotel, mencari informasi tentang andra, siapa tau ada titik terang nya, dan dugaan nya benar, kalau cinta dalang dari masalah ini, bila benar giandra akan menyerah kan bukti bukti itu kepada andra, setelah itu, biar andra yg memutus kan, itu semua.