
mereka pun sudah sampai ke rumah giandra, tapi sebelum nya, mereka menuju ke mall, untuk membeli kan sesutu untuk anak nya andra.
Vina menghela napas nya berkali kali, giandra menatap Vina, ia tahu kalau Vina lagi gundah, dan gerogi, giandra menggenggam tangan vina, untuk mengenang kan nya.
" aku yakin, semua ini akan baik baik aja sayang, percaya sama aku .. ?? "( giandra)
Vina pun menatap giandra, dan mengangguk kan kepala nya.
" InsyaAllah aku kuat mas, apa pun ke putusan keluarga kamu, aku yakin aku akan baik baik aja. "( Vina)
" amin.. ?? "( giandra)
giandra dan Vina pun ke luar dari mobil nya, dan di ikuti oleh silvi dan juga angga.
" assalamu'alaikum.. ?? "( giandra)
mereka yg berada di ruang tengah pun menoleh ke arah, sumber suara.
" waalaikumsalam ..?? " jawab ban semua orang.
orang orang yg berada di sana terdiam, dan memperhati kan, giandra bersama keluarga silvi, terutama sang mamah fitri, ia menatap tak suka ke arah Vina, Vina yg tau kalau fitri menetap nya, ia tertunduk malu.
bahkan silvi pun sama, ia merasa tak punya muka, karena kelakuan sang anak nya.
" silah kan duduk.. ?? "( doni) ia mempersilah kan keluarga silvi masuk.
kiara pun meninggal kan, ruang tengah, karena ia merasa canggung, dan anak nya di gendong oleh andra, sang suami.
mereka semua pun duduk, angga menghela napas nya, dan menatap ke arah doni.
" saya, datang ke sini, mau meminta maaf, atas ke salah han anak saya, saya tau ke salahkan anak saya, engga bisa di maaf kan, tapi tolong karena Vina, sekarang sedang mengandung cucu kalian.. ?? "( angga ) dengan tatapan memohon.
" tapi kenapa, kalian tidak bilang sejak awal. "( doni) dengan tegas.
" karena kita, engga punya ke beranian, untuk memberitahu, tentang ke hamil lan Vina, jadi lebih baik kita merahasia kan nya terlebih dahulu. "( angga)
" mau sampai kapan, kalian menutupi itu semua.. ?? "( doni) .
" mungkin, setelah anak ini lahir, karena kalau begitu, kita takut nya, kalian tidak menerima nya. "( angga)
" kenapa punya tanggapan seperti itu. "( doni)
__ADS_1
" iya karena, kami takut kalian engga percaya, apa lagi dengan ke salah han anak saya,"( angga)
doni menghela napas nya.
" kalau anak ini udah lahir, jadi kita bisa melakukan tes DNA, biar kalian lebih percaya, makan nya, kita bilang nya, nanti pas anak ini udah lahir. "( angga).
" jadi gini pah,kita ke inti nya aja, aku ingin rujuk sama Vina, aku ingin membesar kan anak ini, mah pah.. ?? "( giandra) kini ia yg angkat bicara.
" kamu percaya kalau anak yg di kandung Vina itu anak kamu. "( fitri) ia menatap ke arah giandra.
" aku yakin mah, karena usia kandungan Vina, dengan perpisahan aku mah. "( giandra)
" emang kamu, mau kapan rujuk sama Vina. "( fitri)
" kalau bisa di segera kan mah ..?? "( giandra)
fitri menghela napas nya, karena ia benar benar bingung harus mengucap kan apa,antara menerima atau engga.
kalau itu benar cucu nya, ia akan menyesal, kalau sampai ia melarang mereka rujuk, tapi hati nya masih merasa kesal atas sikap yg di lakukan oleh Vina, terhadap anak nya.
" jadi gimana mah, aku ke sini meminta restu, ke pada mamah sama papah, jadi aku mohon restui hubungan kita mah.. ?? "( giandra) ucap nya lirih, ia tau kalau sang mamah, masih belum Terima, apa lagi Vina telah menyakiti diri nya.
" tan, tolong maaf kan aku, aku tau atas ke salah han yg aku perbuat, aku benar benar khilap tan, tolong maaf kan aku tan. "( Vina) kini ia beranjak dari sofa, dan duduk bersujud di depan fitri.
" engga mas, aku mau minta maaf sama tante fitri. "( vina) ia bersikukuh, dengan pendirian nya.
fitri engga setega itu, fitri pun memegang bahu fitri.
" berdiri vin.. ?? "( fitri) dan membawa nya
duduk di sofa.
" beri saya waktu, untuk menerima ini semua.. ?? "( fitri) ucap nya lirih, ia pun langsung beranjak dari sofa, dan menuju ke arah kamar nya, doni dan giandra hanya menghela napas nya, dan menatap ke arah keluarga Vina.
" beri istri saya waktu, untuk menerima ini semua, dengan rasa tidak hormat, saya permisi masuk ke dalam kamar, untuk mengenang kan istri saya. "( doni)
angga hanya mengangguk kan kepala nya, ia tau dengan perasaan orang tua nya giandra.
sedang kan silvi dari tadi hanya memperhati kan saja, ia tidak berani mengeluar kan satu kata pun, lidah nya terasa keluh.
" iya udah gi,kita sekeluarga pamit pulang ya. "( angga)
__ADS_1
" om maaf, atas perlakuan mamah dan papah saya. "( giandra) ada rasa tak enak, atas sikap ke dua orang tua nya.
" engga apa apa, om maklumi ko, mungkin orang tua kamu, butuh waktu untuk menerima semua ini, om mengerti ko, apa pun ke putusan san nya, om sekeluarga akan menerima nya. "( angga) ia menampil kan senyum manis nya.
" iya om, aku yakin mamah akan menerima, mungkin untuk saat ini mamah butuh waktu, untuk memikir kan nya. "( giandra)
" iya udah kalau gitu km, sekeluarga pamit ya, dan ini titip untuk keponakan kamu. "( angga)
giandra pun mengangguk kan kepala nya, dan mengantar angga sekeluarga, ke luar.
" sayang sabar ya, bantu aku dengan doa, semoga hubungan kita dapat restu. "( giandra)
" aku pasti bantu, kamu degan doa mas, semoga hubungan kita, mendapat kan restu ya mas.. ?? "( Vina)
" amin.. ?? "( giandra)
kini keluarga Vina pun meninggal kan rumah giandra, setelah mobil angga, tak terlihat lagi, giandra pun masuk, dan membawa kado untuk keponakan nya.
tok.. tok.. tok..
" masuk.. ?? "( kiara)
cklek
giandra pun masuk, ke dalam kamar kiara, dan terlihat andra sedang merebah kan tubuh nya, di samping sang keponak kan.
giandra pun memberi kan kado dari angga.
" makasih bang.. ?? "( kiara) ia tahu kalau itu, pemberian dari Vina.
" sama sama. "( giandra)
" kenapa bang, muka nya kusut banget.. ?? "( kiara)
" mungkin, kamu udah tau de, kenapa wajah kaka kusut. "( giandra)
" aku hanya bisa memberi kan doa, untuk ke baik kan abang dan juga mba Vina.. ?? "( kiara)
" makasih de, atas doa nya, semoga mamah merestui hubungan kita lagi de,abang mau seperti kalian, yg membesar kan anak kita penuh dengan kasih sayang. "( giandra)
" aku yakin, mamah akan merestui hubungan kaka, mungkin sekarang mamah hanya butuh waktu aja bang. "( kiara) ia berusaha menyemangati sang abang.
__ADS_1
" iya de, kalau gitu abang ke kamar dulu ya, gerah. "( giandra)
kiara hanya mengangguk kan kepala nya, dan giandra pun ke luar, meninggal kan kamar kiara, sang adik.