Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 218


__ADS_3

" papah bisa lihat kan, kalau itu bukan editan, bahkan aku punya bukti CCTV pah, buat menjadi bukti, nanti buat ke pengadilan.. ?? " ( fino) ia meyakin kan sang papah .


papah fino pun menghela napas nya, untuk menetral kan perasaan nya.


" mamah engga nyangka sayang, kalau itu bisa terjadi dalam rumah tangga kamu ini, kelihatan sisil, sangat cinta sama kamu, tau tau nya dia itu menjijik kan.. ?? " ( mamah fino) sambil bergidik ngeri, setelah apa yg di lakukan sang menantu, ia melihat vidio yg kurang enak.


" kan, aku pernah bilang sama mamah, kalau misal kan di saat aku menyetubuhi sisil, ternyata dia sudah tidak perawan.. ?? " ( fino)


" iya yah, mamah dulu engga percaya sama kamu maaf, karena mamah lebih percaya sama sisil, karena ia menampil kan wajah memelas.. ?? " ( mamah fino )


" iya mah,si sisil itu sangat pintar ekting mah.. ?? " ( fino)


" oh iya sayang, tadi kata papah kamu, kalau kamu lagi ngejar ngejar mantan kamu, apa bener, emang kamu lagi ngejar siapa.. ?? " ( mamah fino) ia menatap sang anak, penuh dengan tanda tanya.


" aku mengejar cinta nya, Vina mah.. ?? " ( fino)


" apa, sayang.. ?? " ( mamah fino) ia sedikit menaik kan nada bicara nya.


" biasa kali mah.. ?? " ( fino)


" habis nya, mamah kaget.. ?? " ( mamah fino)


" ngapain, harus kaget.. ?? " ( fino)


" iya, kaget lah sayang, kalau kamu mengejar Vina, mamah sangat setuju.. ?? " ( mamah vino) ia memberi kan sport, kepada sang anak.

__ADS_1


" tapi sayang nya mah, Vina sudah menikah.. ?? " ( fino) dengan menampil kan wajah lesu.


" iya, walaupun Vina udah menikah, kamu masih bisa merebut nya no, jangan patah semangat gitu ah.. ?? " ( mamah fino)


" aku engga akan pernah bisa merebut nya lagi mah, soal nya Vina udah benci sama kamu.. ?? " ( fino)


" benci dan cinta, beda nya tipis nak, mamah yakin kalau Vina itu masih cinta sama kamu, kalian menjalin hubungan bukan hanya satu minggu, atau satu bulan, tapi kalian hubungan bertahun tahun.. ?? " ( mamah fino)


fino pun, mengiya kan ucapan sang mamah, tapi ia kutang yakin, karena tadi ia bertemu dengan Vina, Vina sama sekali tidak melirik nya, apa dia harus kembali mengejar Vina, atau move on.


mamah fino yg melihat sang anak, yg hanya melamun, ia menggeleng geleng kan kepala nya saja, ia pun memegang bahu fino, membuat fino tersadar dari lamunana.


" kenapa, kamu malah melamun, apa yg di ucap kan mamah, emang benar sayang.. ?? " ( mamah fino)


" entah lah, aku masih ragu mah, kita lihat ke dengan nya aja.. ?? " ( fino) ia merebah kan punggung nya, ke sofa.


" sudah lah mah, jangan terlalu menekan fino, sekarang yg harus fino pikir kan, bagaimana ia bisa lepas dari wanita ****** itu, kamu harus mencari bukti, setelah kamu lepas dari wanita ****** itu, terserah kamu, tapi papah saran kan, kamu harus move on, dari Vina.. ?? " ( papah fino)


" loh, ko pah, kenapa engga mendukung fino, untuk mendapat kan Vina.. ?? " ( mamah fino) ia menatap sang suami, dengan tatapan kesal, bukan nya mendukung, ini malah menyuruh anak move on, padahal kalau sampai menikah, dengan Vina perusahaan nya, akan lebih berkembang.


" kamu tau, kalau sampai kalian mengusik ketentraman keluaga angga, aku engga bisa membayang kan mereka akan kejam, aku engga mau nanti berpengaruh ke perusahaan kita.. ?? " ( papah fino)


" engga mungkin pah, aku yakin kalau Vina itu, masih sayang sama anak kita.. ?? " ( mamah fino)


" terserah, tapi kalau ada apa apa dengan perusahaan, kamu tanggung akibat nya.. ?? " ( papah fino) ia menatap tajam ke arah fino.

__ADS_1


" sudah sudah pah, mah jangan meribut kan hal yg tidak pasti, aku ke sini mau cari ketenangan, bukan ke ributan.. ?? " ( fino) ia pun beranjak dari sofa, dan menuju ke kamar nya, ia ingin merebah kan tubuh nya, karena tubuh nya benar benar lelah , apalagi pikiran nya, kini sedang ruwet.


sedang kan orang tua nya fino, hanya bisa menatao kepergian sang anak.


" sekali lagi, aku peringat kan, jangan pernah mamah, menghasut fino , untuk kembali ke Vina,sebelum semua nya terlambat mah." (papah fino) ia pun berucao sangat tegas, dan kini ia beranjak dari sofa, meninggal kan sang istri, dengan keadaan hati kesal, pulang kerja bukan nya di sambut dengan teh hangat, dan hati tenang, ini malah di sambut dengan keributan.


mamah fino, yg melihat sang suami pergi hanya mengehntak kan kaki nya, ia benar benar kesal, karena sang suami tidak mendukung nya.


" aku harus bisa memberi semangat kepada fino, sualaya nya fino harus bisa jadi milik fino, kembali.. ?? " ( mamah fino)


" apapun cara nya, bodoh banget sih si palah, kalau fino nikah dengan Vina kan, kita bisa hidup tenang, bahkan perusahaan bakal berkembang pesat.. ?? " ( mamah fino) ia berbicara sendiri, ia tersenyum, membayang kan hidup kedepan nya seperti apa.


" pokok nya, aku harus menyatu kan Vina, apapun cara nya.. ?? " ( mamah fino) kini ia bangkit, dan menuju ke kamar nya untuk menyusul sang suami, ia akn merayu sang suami, supaya ia mendapat dukungan.


berbeda dengan mamah nya, yg semangat untuk mendapat kan Vina, berbanding terbalik dengan fino, kini hati nya sangat kacau, ia berpikir mungkin ini karma yg ia Terima, dulu ia menyakiti Vina, padahal Vina, memberi kan cinta yg tulus kepada nya, tapi ia malah membalas nya, dengan penghianatan.


" vin, aku benar benar benar menyesal vin, tolong balik lagi ke aku vin.. ?? " ( fino) ucap nya lirih, tak terasa air mata nya menetes ke pipi nya.


di saat ia sedang menangis, handphone nya berbunyi, fino pun mengusap air mata nya, dan melihat siapa yang menelpon, ternyata itu sisil, ia pun menekan tombol hijau, ia penasaran apa yg akan di ucap kan oleh sisil.


" ada apa lagi.. ?? " ( fino) jawab nya ketus.


" no aku mohon, jangan sampai kamu mencerai kan aku, kalau engga gini aja, gimana kalau nanti setelah aku melahir kan kamu boleh mencerai kan aku, aku ingin anak aku mempunyai akte.. ?? " ( sisil)


" terus, akte itu tertera nama aku.. ?? " ( fino)

__ADS_1


" iya fin, aku engga mau anak aku ini, nanti tidak mempunyai setatus, aku mohon.. ?? " ( sisil)


" najis banget, aku harus mengakui anak itu, sebagai anak aku, minta saja lertanggung jawab ban sama laki laki selingkuhan kamu, sudah jangan ganggu aku lagi, anggap aja kita engga pernah kenal, kamu tinggal duduk manis aja, biar aku yg mengurus persidangan perceraian kita.. ?? " ( fino) ia berucap dengan tegas, dan tanpa menunggu persetujuan sisil, fino pun memutus kan sambungan telpon nya.


__ADS_2