
sisil pun kini sudah memberes kan pakaian nya, sedang kan fino hanya memperhatikan kan, sisil tanpa ada niatan untuk membantu nya.
selingkuhan nya pun sudah pulang, tanpa membawa mobil nya, karena ia engga mungkin meminta fino, untuk menggeser kan mobil nya, paling besok saja ia kembali ke sini, untuk mengambil mobil nya, ia pun memesan taksi online, dan hanya menunggu 5 menit, taksi yg ia pesan oun datang.
sisil pun menghela napas nya, sambil menduduk kan tubuh nya, ia mengelap keringat yg berada di kening nya, sisil pun menatap fino.
" kamu, engga ada niatan untuk membantu aku.. ?? " ( sisil) dengn penuh harap.
" malas, kerjain aja sendiri, saya masih kesal sama kamu, gara gara kamu, hidup aku hancur, aku kehilangan cinta aku, karena ke bohongan kamu.. ?? " ( fino) dengan tatapan tajam.
" sudah jangan, banyak bicara, lebih baik kamu selesai kan beberes nya, aku lelah, mau istirahat.. ?? " ( fino)
" aku pulang sendiri, kamu engga mau nganterin aku.. ?? " ( sisil)
fino pun terdiam, ia mencerna ucapan sisil,ada benar nya juga, ia harus mengantar sisil, walau bagaimana pun, ia harus mengembalikan sisil dengan baik, walaupun malas ia harus melakukan nya, ia tidak mau di cap sebagai laki laki berengsek.
fino menghela napas nya, dan ia menatap sisil.
" saya akan mengantar kamu, engga usah semua di bawa, biar nanti bibi yg beresin, dan di antar oleh supir, sekarang kita pulang ke rumah orang tua kamu.. ?? " ( fino) ia beranjak dari sofa, dan menuju ke bawah.
sisil pun menghela napas nya, dan menuju ke bawah,hati kecil mya ia enggan untuk meninggal kan rumah itu karena bagaimana pun rumah tersebut banyak sekali kenangan nya, dan sisil pun sudah mulai nyaman, berada di dekat fino, tapi ia tidak bisa menolak, karena ke buru, ke pergok oleh fino, kalau ia berselingkub apalagi fino mempunyai bukti yg sangat kuat.
di saat sisil akan turun ke bawah, ia berpalasan dengan sang bibi.
" nona mau kemana, kenapa bawa koper segala.. ?? " ( bibi) ia menatap sisil dengan penuh tanda tanya.
" aku mau pulang ke rumah orang tua aku bi.. ?? " ( sisil)
" loh, kenapa mau pulang ke sana, apa tuan mau pergi ke luar kota, sehingga nona di titip kan ke rumah orang tua nya non.. ?? " ( bibi)
ia berpikir seperti itu, karena setiap fino ada kerjaan ke luar kota, sang majikan sering minta menginao di rumah orang tua nya.
" engga bisa, aku selama nya, akan tinggal di rumah orang tua aku bi.. ?? " ( sisil) dengan mata berkaca kaca, dan juga raut penuh penyesalan.
" maksud non apa, bibi engga mengerti.. ?? " ( bibi) dengan tatapan heran.
__ADS_1
" nanti juga bibi bakal tau.. ?? " ( sisil) dengan menampil kan senyum palsu nya.
di saat bibi akan kembali bertanya, fino di bawah sudah memanggil sisil.
" sisil cepet dong, jangan membuang buang waktu saya, saya mau istirahat.. ?? " ( fino) ia meninggi kan suara nya.
" sudah ya bi, aku engga mau membuat fino marah sama aku, bibi jaga kesehatan, dan tolong jaga fino ya bi, bibi rawat dia ya bi, aku pamit bi.. ?? " ( sisil) ia pun menyeret koper nya menuju ke bawah.
bibi pun memeberi tawaran kepada sisil, untuk membawa kan koper nya, karena ia merasa tak tega melihat sisil, yg menyeret koper, apalagi sisil lagi hamil.
sisil pun memberi kan koper nya, karena ia juga butuh bantuan bibi.
di saat ia di bawah, sudah ada fino yg menunggu nya.
" lelet amat sih.. ?? " ( fino) dengan wajah judes nya.
sisil tidak menanggapi ucapan fino ia malah langsung masuk ke mobil fino.
fino pun merasa geram, melihat kelakuan sisil, bibi pun memasukan koper sisil ke bagasi.
sebelum fino masuk ke dalam mobil, ia menatao bibi.
fino yg melihat bibi hanya diam saja, tanoa menanggapi ucapan fino, merasa geram .
" kenapa bibi malah diam, apa bibi mendengar ucapan saya.. ?? " ( fino) ia sedikit meninggi kan suara nya, membuat bibi terhenyak kaget, karena bibi melamun, ia masih merasa bingung dengan ucapan sang majikan.
karena fino dan sisil terlihat baik baik saja, tapi di saat ia pulang dari belanja, kenapa majikan nya seperti ini.
" bi.. bi.. ?? " ( fino) ia memukul pelan bahu bibi.
bibi pun tersadar, dari lamunan nya.
" iy .. iya.. ?? tuan, akan bibi kerja kan.. ?? " ( bibi) sedikit menunduk kan kepala nya .
fino pun mengangguk dan kini ia masuk ke dalam mobil, sedang kan bibi hanya melihat mobil fino , yg berlalau, meninggal kan rumah tersebut.
__ADS_1
" apa pun keputusan nya, mudah mudahan ini jalan terbaik.. ?? " ( bibi) ia pun kini melangkah kan kaki nya, masuk ke rumah, dan memberes kan kamar fino, sesuai perintah sang majikan.
berbeda dengan fino, di mobil tidak ada satu kata pun yg ke luar dari mulut mereka.
sisil sedari tadi gelisah, ia takut orang tua nya marah.
hanya menmpuh 20 menit, sisil dan fino pun sampai, di rumah orang tua nya sisil.
mereka pun masuk ke rumah orang tua nya, di saat ia masuk ternyata orang tua sisil lagi duduk santai di ruang tengah.
" wah.. wah.. ?? tumben tumben nan, kalian main ke sini.. ?? " ( mamah sisil)
fino oun hanya tersenyum, dan ia pun mengecup tangan mamah nya sisil, dan beralih ke papah nya, setelah itu fino pun duduk di sofa.
" mau minum apa.. ?? "( mamah sisil) dengan tersenyum ramah.
" aku air putih aja mah.. ?? " ( fino)
" kalau kamu mau apa sayang.. ?? " ( mamah sisil) ia beralih menatao sang anak, yg terlihat murung, di saat ia datang ke rumah nya, tapi ia belum berani bertanya.
sisil oun mendongak kan wajah nya, dan menatap sang mamah.
" aku, samain aja kaya mas fino mah.. ?? " ( sisil) ia kembali menunduk kan kepala nya.
" baik, kalau gitu mamah akan ambil kan.. ?? " ( mamah sisil) ia pun beranjak, dan menuju ke dapur.
tak berselang lama mamah sisil sudah membawa nampan, yg berisi 2 gelas air putih.
" silah kan di minum nak.. ?? " ( mamah sisil)
" makasih mah.. ?? " ( fino) ia pun segera meminum nya, karena ia benar benar haus, ia mengikuti nya hampir setengah nya, ia pun menyimpan kembali gelas nya, di atas meja.
" oh iya,kalian tumben ke sini ada apa.. ?? " ( papah sisil) kini ia yg bersuara.
fino lun menghela napas nya, dan ia menatap papah nya sisil.
__ADS_1
" saya ke sini, mau mengembal kan sisil pah.. ?? " ( fino) dengan tatapan serius.
orang tua nya sisil yg mendengar ucapan fino, merasa kaget, mereka membulat kan mata nya, dan menatap fino dengan penuh pertanyaan.