Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 258


__ADS_3

kini silvi dan dan Vina, sudah berada di rumah nya, silvi pun duduk di sofa, dan di ikuti oleh Vina.


" kamu duduk.. ?? "( silvi) dengan menampil kan wajah datar nya.


Vina pun duduk di samping silvi, ia menghela napas nya.


" kamu tau ke salahkan kamu apa. " ( silvi) ia menatap tajam ke arah Vina.


Vina tak berani melihat wajah sang mamah, ia hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.


" kamu kenapa, jadi cewe itu bodoh vin, mamah gagal mendidik kamu.. ?? " ( silvi) kini ucapn nya lirih.


tak ada jawab ban dari Vina,ia hanya menunduk kan kepala nya.


" jawab vin.. ?? " ( silvi)


" maaf mah, aku masih cinta sama fino, lagian mas giandra, sudah memberi kan aku pilihan mah, kalau aku memilih fino, mas giandra akan mundur. " ( Vina) ia masih menunduk kan kepala nya.


silvi membulat kan mata nya, saat mendengar ucapn sang anak.


" maksud kamu, giandra sudah tau, tentang masalah ini. " ( silvi) ia memegang bahu sang anak.


" sudah mah.. ?? " ( Vina).


" astaghfirullah.. ?? " ( silvi) ia memegang dada nya yg sesak.


" tapi mah, mas giandra belum tau kalau aku memilih fino, ke timbang mas giandra.. ?? " ( Vina)


" maksud kamu apa, coba jelas kan. " ( silvi) ia menatap intens, sang anak.


" jadi gini mah, mas giandra hanya tau, kalau aku belum memilih fino, karena sebelum nya, di saat kita pergi ke supermarket, aku bertemu dengan mamah fino, mamah fino menjelas kan apa yg terjadi dengan fino, dan memberi kan aku waktu sampai hari ini, kirain aku mas giandra, engga tahu ternyata mas giandra tahu mah, dan ia pun malam nya, berbicara, kalau misal kan aku memilih fino, dia akan mundur mah.. ?? " ( Vina)


" terus sekarang, kamu masih tetap dengan pendirian kamu.. ?? " ( silvi)


" entah lah mah, jujur aku masih cinta sama fino mah, aku ingin merajuk kembali hubungan aku sama fino mah.. ?? " ( Vina) ia menatap lurus ke depan.


" dengan mengorban kan perasaan giandra, yg tulus sama kamu vin.. ?? " ( silvi).


" entah lah mah, aku juga bingung, kalau sama mas giandra jujur aku hanya nyaman aja mah.. ?? " ( Vina).

__ADS_1


" kalau kamu nyaman, sama giandra, itu arti nya kamu sudah ada rasa sama giandra vin.. ?? " ( silvi).


di saat Vina akan berbicara, angga pun datang.


" assalamu'alaikum.. ?? " ( angga) ia mengecup kening sang istri.


angga mengkerut kan kening nya, di saat melihat wajah sang istri.


" ini ada apa.. ?? " ( angga) penuh dengan tanda tanya.


silvi pun menghela napas nya, dana menatap ke arah sang suami.


" anak, kamu pah, mau balik kan lagi sama fino.. ?? " ( silvi) langsung tutup poin.


" maksud nya ini gimana, bisa jelas kan ke papah.. ?? " ( angga)


silvi pun mencerita kan, kejadian yg terjadi terhadap sang anak.


" terus kamu mau memilih fino, dengan mengorban kan perasaan giandra.. ?? " ( angga)


Vina mengangguk kan kepala nya.


" kenapa kamu, memilih fino vin, karena kamu masih cinta sama dia.. ?? " ( angga) ia sedikit tegas.


" itu bukan cinta vin, tapi obsesi vin.. ?? " ( angga) sedikit manaik kan nada suara nya.


" engga pah, ini cinta.. ?? " ( angga)


" kamu tega ya vin, memilih laki laki berengsek, ketimbang giandra yg tulus cinta sama kamu.. ?? " ( angga) ia menatap tajam ke arah Vina.


" pah, fino itu di jebak.. ?? " ( Vina) ia berusaha membela fino.


" apa kamu bilang di jebak, kamu percaya.. ?? " ( angga)


" aku percaya pah.. ?? " ( Vina)


" kamu masih tetap dengan pendirian kamu vin.. ?? " ( angga).


" iya pah.. ?? " ( Vina).

__ADS_1


" terus, gimana dengan rumah tangga kamu vin.. ?? " ( angga)


" aku mau mengakhiri hubungan aku, pah.. ?? " ( Vina)


" astaghfirullah Vina, istigfar kamu vin.. ?? " ( silvi).


" mamah sama papah, engga merasa kan apa yg aku rasa kan, berumah tangga tanpa ada cinta, terasa hambar pah.. ?? " ( Vina)


" kata siapa mamah sama papah engga merasa kan, dulu kita juga menikah tanpa cinta, tapi seiring nya waktu,kita bersama, tumbuh lah benih benih cinta, dan menghasil kan kamu.. ?? " ( silvi)


" sekarang terserah kamu, kalau kamu masih mau melanjut kan hubungan kamu dengan fino, silah kan.. ?? " ( silvi)


" mungkin itu sudah jalan nya kamu, raih lah ke bahagiaan kamu, dan jangan pernah menyesal dengan ke putusan kamu dengan akhir nya. " ( silvi) ia pun beranjak dari sofa, dan meninggal kan Vina dan angga, ia lelah untuk memberitahu Vina, dada nya begitu sesak, apa lagi giandra anak yg baik, bukan itu aja, giandra anak dari sahabat nya, ia engg tau harus berbicara apa, kalau sampai ini terjadi.


Vina dan angga saling tatap, dan melihat sang mamah yg masuk ke kamar nya.


" kami sudah dewasa vin, pikir kan dengan baik baik, dan jangan sampai menyesal vin, papah melihat giandra, laki laki yg begitu bertanggung jawab, papah engga mau kamu memilih yg salah, selama kalian berumah tangga, papah engga pernah melihat kamu sedih vin, giandta selalu berusaha membuat kamu bahagia, jangan sampai ambil langkah vin. " ( angga) ia menepuk bahu sang anak.


" dan satu lagi, mamah nya fino, sekarang memeberi kan kamu restu, setelah mereka tau, kamu anak papah, sebelum mereka tau kamu anak papah, mereka menghina kamu,masih ingat di pikiran kamu nak, coba kamu cerna, di balik semua ini, pasti ada yg mereka rencana kan, kamu pintar, dan bisa memilih antara batu berlian, dan batu kerikil. " ( angga)


" papah, akan menenang kan dulu mamah kamu, sekali lagi berpikir dulu, sebelum mengambil ke putusan. " ( angga) ia beranjak dari sofa, dan menuju kamar.


sedang kan Vina, ia menghela napas nya, ia membenar kan ucapan sang papah.


" aku, harus gimana.. ?? " ( Vina) ucap nya lirih.


Vina pun melirik jam ding ding, ternyata sudah pukul 05 sore, pasti giandra sudah pulang, Vina pun buru buru menuju ke rumah nya, ia bingung dengan perasaan nya,tapi ia takut sang suami sedang menunggunya di rumah,untung saja rumah orang tua nya dan rumah nya, tidak jauh, dengan berjalan kaki ia sudah sampai.


Vina pun mengkerut kan kening nya, kenapa mobil sang suami belum ada di garasi, biasa nya jam segini sang suami, sudah pulang, kalau pun telat pulang nya, ia pasti menghubungi nya.


Vina pun masuk dan di sambut oleh bibi.


" bi mas giandra, udah pulang.. ?? " ( vina)


bibi menggeleng kan kepala nya.


" tadi aden siang sempet pulang, dan pergi lagi, tapi bibi engga tau aden pergi nya, soal nya bibi lagi di belakang.. ?? " ( bibi)


" iya udah bi, aku ke atas dulu, mungkin mas giandra, kena macet, dan tadi pulang hanya mengambil berkas yg ke tinggal lan. ?? " ( Vina)

__ADS_1


bibi hanya mengangguk kan kepala nya, saja.


Vina pun berjalan, menuju ke kamar nya.


__ADS_2