
" mau ngapain kamu ke sini. " ( andra) sambil membuka kaca mata nya, dan menaruh nya di meja.
" aku ke sini mau, ngajak tuan makan siang. " ( seli ) dengan nada manja nya, supaya andra tergoda, tapi sayang andra bukan nya tergoda, tapi andra malah muak mendengar ucapan seli.
tanpa di suruh andra, seli pun duduk di sofa, dengan mengeluarkan makannan nya, yg berada di paperbage, dan menaruh nya di meja.
" ayo , kita makan. " ( seli ) ia menatap ke arah andra.
tapi sayang andra tak bergeming, ia masih diam di kursi kebesaran nya, andra menghela napas nya, dengan dalam.
" tuan.. ?? " ( seli) ia kembali memanggil andra.
" maaf, kalau kamu mau makan, makan aja, aku lagi nunggu seseorang yg sangat berarti di hidup aku. " ( andra) dengan suara dingin nya, tidak lupa menampilkan wajah datar nya.
seli terdiam, dan sedikit bertanya tanya, siapa yg andra tunggu, apa istri nya.
tapi ia berusaha menghalau pikiran nya, ia berpikir kalau istri nya andra, sedang sibuk mengasuh anak ny.
" tapi makannan ini mubajir kalau engga tuan makan, atau engga gini aja, tuan makan sedikit aja ya, setidak nya ada yg di makan, sambil tuan menunggu seseorang. " ( seli) ia berusaha merayu andra.
tanpa banyak kata, andra menghubungi seseorang.
" keruangan gue sekarang. " ( andra)
klik
tak berselang lama, giandra pun datang.
iya, yg andra hubungi adalah giandra, sekretaris andra, sekaligus asisten pribadi nya .
" ada apa ndra, lo manggil gue, lo engga tau perut di cacing gue sedang demo, kalau ada kerjaan yg mendesak bisa nanti, lo bicarakan setelah gue selesai makan. " ( giandra) ia duduk di kursi, depan andra, tanpa melihat seli.
" justru itu, gue kan adik terbaik buat lo, pengertian buat lo.. ?? "( andra)
" pengertian, dan baik dimana, di saat gue kelaparan, lo malah manggil gue. " ( giandra) dengan nada ketus nya.
" dengerin gue, gue belum selesai ngomong sama lo, malah di potong aja lo. " ( andra)
__ADS_1
" ehmptz.. ?? " ( seli) ia berdehem, untuk mereray perdebatan antara andra dan juga giandra.
dan benar saja giandra dan andra pun melihat ke arah seli, giandra mengkerut kan kening nya, mana kala melihat ada seli, yg sedang duduk manis di sofa, dan ia pun melihat ada makan nan di meja.
giandra pun menatap ke arah andra, andra tau dengan tatapan giandra.
" gue ke sini, mau nawarin lo makan. " ( andra) sambil menatap ke arah makan nan, yg berada di meja.
giandra pun tersenyum, ia mengerti dengan ucapan andra.
" kenapa, lo engga bilang dari tadi, jadi gue engga harus ngomel ngomel dulu. " ( giandra) ia pun beranjak dari kursi, dan menuju ke sofa.
" gimana, gue mau ngomong orang lo nya, yg main marah marah,sebelum gue jelasin,maksud gue datang ke sini." ( andra)
tanpa banyak kata, giandra pun mengambil makan nan nya, tapi belum juga ia menyentuh makan nan nya, tangan nya sudah di pukul oleh seli.
plak..
giandra pun mengibas ngibas tangan nya karena seli , memukul nya sedikit keras.
" kenapa kamu mukul tangan saya. " ( giandra ) ia menatap ke arah seli.
kini tatapan nya, mengalihkan ke andra, dengan tatapan giandra, andra mengerti.
" kan kata kamu, makan nan nya takut mubajir, sedang kan aku engga bisa memakan makan nan kamu, karena saya lagi nunggu seseorang, nah... daripada mubajir lebih baik saya kasih kan aja ke asisten saya, sekaligus kaka ipar saya, jadi engga mubajir kan. " ( andra) dengan tegas.
mendengar ucapan andra, membuat seli menahan kesal, tangan nya ia kepal kan, saking kesal nya.
" kamu memang adik terbaik deh ndra, tau aja kalau gue lagi lapar, apa lagi makan nan nya enak enak. " ( giandra) tanpa permisi, ia mengambil makan nan yg ada di meja, dan memakan nya, tanpa menghirau kan tatapan seli menatap diri nya dengan tajam.
" engga usah melihat saya seperti itu, saya tau kalau saya ini ganteng. " ( giandra).
" jangan pd kamu, ganteng ngan juga tuan andra , ketimbang kamu. " ( seli) dengan nada meremah kan.
tapi sayang, giandra tak bergeming sama sekali, ia masih asyik dengan makan nan nya, setelah menelan makanan yg ia kunyah, ia pun minum.
" walaupun saya engga ganteng, tapi setidak nya, saya punya harga diri , tidak mengejar ngejar, pasangan yg sudah di miliki orang lain. " ( giandra) sambil menyuap kan nasi, ke dalam mulut nya.
__ADS_1
lgi lagi seli di buat jengkel, saat mendengar ucapan giandra, sedang kan andra hanya tersenyum, melihat perdebatan antara giandra dan juga seli.
di saat ia sedang melihat perdebatan giandra dan seli, ada orang yg mengucap salam.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( kiara ) sambil tersenyum ramah, dan menatap ke arah pintu masuk.
" waalaikumsalam sayang. " ( andra) kampung berdiri, dan merentang kan ke dua tangan nya.
kiara yg sudah mengerti, ia pun langsung masuk ke dalam peluk kan sang suami.
andra pun memeluk erat, kiara dan tidak lupa mengecup pucuk kepala kiara.
" Sus, bawa aja anak saya ke dalam. " ( andra) ia menunjuk ke kamar pribadi nya, suster nya pun mengangguk dan membawa anak andra ke dalam, ia sudah tau letak nya, karena setiap main ke kantor, sang anak selalu bermain di kamar pribadi andra.
" ehmptz.. ?? " ( giandra)
kiara pun menoleh ke arah giandra, dan tersenyum.
" terasa dunia milik berdua ya, yang lain mah ngontrak. " ( giandra)
kiara hanya tersenyum, mendengar ucapan sang kaka.
" loh ko , banyak makan nan gini. " ( kiara) ia melepas peluk kan nya .
" ko kamu juga ada di sini. " ( seli) ia menunjuk ke arah seli.
" iya nyonya, aku ke sini sekalian mau rapat, karena takut telat, sekalian aja aku bawa makan siang ke sini. " ( seli) ia sambil menampil kan senyum manis nya, padahal senyum palsu.
" terus ini gimana sayang, kan aku ke sini mau makan siang bareng. "( kiara) ia menunjuk kan paperbage nya.
" iya engga gimana gimana sayang, aku makan aja. " ( andra)
" tapi kan kamu, udah makan sayang. " ( kiara) dengan tatapan kecewa.
" kata siapa aku udah makan, aku belum makan apa apa, karena aku nunggu kamu sayangsayang, buat apa aku nyuruh kamu ke sini,kalau aku makan bukan masak kan istri aku." ( andra) sambil mencolek hidung mancung sang istri.
" terus, makan nan itu gimana. " ( kiara) ia menunjuk makan nan yg berada di meja.
__ADS_1
" tenang aja, biar makan nan itu di habisan sama abang, tapi seperti nya, abang juga ingin menyicipi masak kan kamu, abang udah kangen, masak kan adik tercinta abang. " ( giandra) ia kini pokus dengan makan nan nya, sambil terus mengunyahmengunyah, tanpa mempeduli kan tatapan semua nya, yg kini menatao ke arah diri nya.