
" gimana nak.. ?? " ( mamah fino)
" fino, masih mengharap kan kamu nak, dia benar benar cinta sama kamu.. ?? " ( mamah fino)
" tapi saya sudah menikah tan.. ?? " ( Vina)
" kalau masalah itu gampang, nanti kamu bisa bercerai dengan suami kamu,dan menunggu masa idah, setelah selesai masa idah, kamu bisa menikah dengan fino.. ?? " ( mamah fino)
" tapi tan.. ?? " ( Vina)
" kamu, engga usah buru buru untuk menjawab nya, tante tau kamu pasti butuh waktu, makan nya dari itu, tante kasih kamu waktu sampai besok, besok kita bertemu di cafe talia ya, di saat jam makan siang, ikuti kata hati kamu nak, tante tau di lubuk hati kamu yg paling dalam, kalau kamu masih cinta sama fino, sedang kan giandra, hanya sebagai pelampiasan kamu aja, untuk mengobati hati kamu, yg sedang sakit hati. "( mamah fino) sambil menampil kan senyuman nya, dan mengelus bahu Vina.
Vina benar benar bingung, harus menjawab apa, karena ia tidak menyangkal dengan ucapan mamah fino, karena di lubuk hati yg paling dalam, masih ada nama fino, walaupun perlahan nama nya di geser oleh giandra.
" kenapa kamu malah melamun..?? " ( mamah fino)
" ah .. engga.. ?? " ( Vina) ia sedikit kikuk, dan menggaruk tengkuk nya, yg tidak gatal.
" iya udah tante pamit,sampai ketemu besok. ?? " ( mamah fino) ia pun meninggal kan Vina.
sedang kan Vina, ia melihat mamah fino, sampai tak terlihat.
Vina pun membalik kan tubuh nya, dan degh..
ternyata giandra, sudah berada di belakang nya, wajah Vina berubah pias, saat giandra berada di hadapan nya.
" mas.. ?? " ( Vina) ucap nya lirih.
" udah selesai, belanja nya.. ?? " ( giandra) dengan tatapan datar nya.
Vina hanya mengangguk kan kepala nya saja, giandra pun berjalan menuju kasir, dan di ikuti oleh Vina.
" flashback "
awal nya giandra, masih ingin bersembunyi, tapi ia sudah tak tahan, akhir nya ia pun ke luar dari persembunyian nya, dan diam di belakang sang istri, tapi tidak menghadap sang istri, ia membelakangi sang istri, sehingga mamah fino pun, tidak menyadari kalau ada giandra, ada di belakang nya.
__ADS_1
setelah mamah fino pergi, baru lah giandra, membalik kan tubuh nya, sehingga Vina membalik kan tubuh nya.
" flasback "
setelah membayar belanjaan nya, giandra pun membawa nya, ke dalam parkiran.
dan memasuk kan nya, ke dalam mobil.
mereka pun pulang, selama dalam perjalanan tak ada satu kata pun yg ke luar dari mulut mereka, giandra masih menatap jalan, biasa nya ia sering mengajak Vina mengobrol, tapi ini tidak sama sekali bersuara.
sedang kan Vina merasa canggung, dan ia berpikir, apa giandra mendengar ucapan mamah fino, dan diri nya.
hingga memakan waktu 30 menit, mereka pun akhir nya sampai, di rumah nya, giandra masih dalam mode diam, ia langsung meninggal kan Vina, yg masih di dalam mobil.
Vina menghela napas nya, ia pun ke luar dari mobil, sambil membawa paperbage yg berisi baju dinas nya.
" bi.. bi.. ?? " ( giandra)
" iya den.. ?? " ( bi mila)
" ambil kan, belanjaan di dalam mobil.. ?? " ( giandra)
di saat bi mila, ke luar mereka berpapasan dengan Vina.
" loh non, biar sama bibi aja.. ?? " ( bi mila) sambil mau mengambil paperbage, yg sedang ia Vina bawa.
" engga usah bi, yg di dalam mobil aja, yg bibi bawa, biar ini aku yg bawa.. ?? " ( Vina)
" tapi non.. ?? " ( bi mila) ada rasa tak enak.
" engga ada tapi tapian bi, cepet sana ambil di mobil, dan tata yg rapi ya bi.. ?? " ( Vina)
" baik, kalau gitu non, bibi mau ke luar dulu.. ?? " ( bi mila)
Vina pun mengangguk, dan menuju ke kamar nya, bi mila pun, menuju ke luar, untuk mengambil barang belanjaan , majik kan nya.
__ADS_1
Vina pun menuju ke kamar nya, di saat ia masuk, ternyata sang suami tidak ada di kamar nya, Vina pun menyimpan barang belanjaan nya, di atas sofa, setelah itu ia pun menuju ke kamar mandi, untuk buang air kecil, karena ia sudah ke belet.
selang beberapa menit, Vina pun ke luar, dari kamar mandi, Vina langsung merebah kan tubuh nya di atas kasur.
ia menerawang jauh.
" apa yg harus aku laku kan ya Allah, di sisi lain, memang aku masih cinta sama fino, dan mendengar ucapan sang mamah fino, kalau fino itu di jebak, sebenar nya fino salah, telah menjelajahi wanita, dia tidak berani menyentuh ku, karena ia menghargai aku, dan setiap orang, pasti mempunyai ke salahan dan dosa, pasti ada kesempatan untuk memperbaiki diri nya, di sisi lain, aku engga mau menyakiti perasaan giandra, selama aku menikah dengan nya, giandra berusaha membahagia kan aku, aku nyaman bersama nya, aku harus gimana.. ?? " ( Vina) ia menghela napas nya, mata nya pun mulai berat, Vina pun terlelap, mungkin karena ia lelah, bukan hanya tubuh nya, tapi pikiran nya pun, ia lelah.
di tempat berbeda, giandra pun sama memikir kan rumah tangga nya, akan seperti apa ke depan nya.
" apa, aku harus merela kan Vina, dengan cinta nya, pasti Vina akan bahagia.. ?? " ( giandra) ia pun merebah kan punggung nya, ke kursi, dan tangan kanan nya menutup mata nya.
sama seperti sang istri giandra pun terlelap, karena ia lelah.
waktu sudah menunjuk kan pukul 05 sore, Vina pun mengeejap kan mata nya, dan melihat sekeliling ternyata sang suami, masih ada di ruang kerja nya, Vina pun bangun dan melirik jam ding ding, ternyata sudah menunjuk kan pukul 05.
" astaghfirullah, aku belum shalat ashar.. ?? " ( Vina) ia pun buru buru menuju ke kamar mandi, dan mengambil air wudhu, ia pun melaksana kan shalat ashar.
setelah selesai, ia pun menuju ke kamar mandi lagi, untuk membersihkan kan tubuh nya.
hampir memakan waktu 30 menit, kini Vina sudah terlihat segar, dan Vina pun menuju ke ruang kerja sang suami, ia harus membicara kan semua nya, karena ia benar benar tak nyaman, dengan kondisi seperti ini, terasa ada yg kurang dalam ke hidup pan nya, biasa nya sang suami, selalu mengintil, kemana pun ia pergi, sekarang tidak ada, giandra yg selalu mengintil, kini tidak ada.
Vina pun menghela napas nya, dan menuju ke ruang kerja sang suami.
cklek..
Vina pun masuk, dan melihat sang suami yg sedang memandangi leptop, tanpa sedikit pun menoleh ke arah vina.
Vina pun, kini berada di samping giandra.
" mas.. ?? " ( Vina)
" ehmptz.. ?? " ( giandra) tanpa menoleh ke arah Vina.
" mas aku mau ngomong.. ?? " ( vina )
__ADS_1
giandra pun menghela napas nya, dan menatap ke arah Vina.
" ikuti lah, kata hati mu, aku akan melepas kan kamu, kalau memang kamu memilih dia, aku tahu kamu masih cinta sama dia, aku akan mengalah, bukan nya aku engga cinta sama kamu, tapi aku engga mau, melihat kamu terpaksa hidup dengan aku,au sadar dengan posisi aku,mencintai bukan berarti bisa memiliki,memang tubuh kamu,aku miliki,tapi hati kamu milik orang lain,aku ikhlas kalau harus berpisah dengan kamu,walau hati ini sakit ..?? " ( giandra) ia berdiri dan menutup leptop nya, ia meninggal kan Vina, yg masih mematung.