
kini giandra sudah berada di kantor, ia langsung menuju ke ruangan nya, tapi sebelum ke ruangan nya, andra menghubungi nya,untuk menuju ke ruangan nya.
langkah kaki nya kini menuju ke ruangan andra.
ceklek
andra pun menoleh ke arah pintu, dan melihat giandra.
giandra pun menutup kembali pintu nya, dan menuju ke arah andra, ia duduk dan berhadapan dengan andra.
" ada apa ndra, nyuruh gue ke ruangan lo. "( giandra ) dengan tatapan serius.
" gue cuman mau menanya kan,nanti siang ada miting dengan PT brata, lo aja ya yg wakili, karena pekerjaan gue, engga mungkin gue tinggal. "( andra )
" ok, gue akan yg mengganti kan lo. "( giandra)
" ok thanks, lo kenapa wajah lo kusut banget. "( andra)
" lo mungkin tau, permasalahan gue apa, jadi jangan pura pura begi deh. "( giandra) dengan tatapan tajam.
" iya terus gue harus ngapain gi, gue bingung dengan posisi lo untuk saat ini. " ( andra)
" lo, bingung, apa lagi gue, gue juga bingung.. ?? "( giandra).
" gue harus melakukan apa, supaya nyokap gue merestui hubungan gue. "( giandra)
" cuman satu gi, yg harus lo lakuin sekarang. "( andra) ia menatap ke arah kaka ipar nya, yg terlihat prustasi.
" apa ..?? "( giandra)
" SABAR.. ?? "( andra) dengan menekan kata sabar.
" iya elah, kalau kata itu, udah pasti, gue udah sabar dari dulu, tapi batas ke sabaran gue udah habis ndra, atau engga gini aja, gue sembunyi sembunyi aja ya, rujuk sama Vina.. ?? "( giandra)
" jangan gila deh, mau membuat mamah kamu tambah marah..?? "( andra)
" iya engga sih.. ?? "( giandra)
" nah, makan nya itu, jangan macam macam deh gi. "( andra)
" nanti kalau kamu memaksa, engga akan baik untuk ke depan nya, masalah makin rumit, bukan nya ada jalan ke luar, tapi malah menambah masalah. "( andra)
" iya juga sih, asli gue buntu banget ndra, apa yg harus gue lakukan, supaya nyokap gue merestui. "( giandra)
" udah di bilang sabar, cuman itu satu satu nya kunci kita itu. "( andra)
__ADS_1
" iya tapi sampai kapan.. ?? "( giandra) dengan tatapan lesu.
andra mengedik kan bahu nya.
" ah pusing, mending gue ke ruangan gue aja, di sini bukan nya, memberi solusi, tapi malah tambah pusing. "( giandra)
" iya udah sana kerja, jangan makan gajih buta. "( andra)
" iya gue mau kerja dulu,bay.. ?? "( giandra) ia pun meninggal kan ruangan andra.
dan masuk ke ruangan nya, ia melanjut ken pekerjaan nya,hingga tidak terasa waktu nya, kini ia sudah waktu nya pulang.
ia melihat sudah pukul 05 sore, ia sampai lupa makan siang, perut nya lapar , dan keroncongan.
giandra sebelum pulang mau mampir dulu ke resto di depan kantor.
setelah ke luar dari kantor, ia langsung menuju resto, dan segera memesan makan nan.
tidak menunggu lama, akhir nya makan nan , yg ia pesan pun sudah sampai, ia pun langsung melahap nya, dan di saat ia sedang menikmati makan nan nya, handphone nya berdering, ternyata itu dari Vina, giandra pun tersenyum, dan menekan tombol hijau.
" ada apa sayang. "( giandra) sambil menyuap kan nasi nya.
" mas lagi dimana. "( Vina) ia mendengar giandra, seperti sedeng mengunyah.
" mas lagi di resto sayang, mas laper. ?? "( giandra)
" kenapa, gitu sayang. "( giandra)
" iya karena mendengar mas, seperti mengunyah. "( Vina )
giandra tersenyum, dan tidak menjawab pertanyaan Vina, ia masih asyik mengunyah, setelah itu ia meminun air putih.
" ada apa, sayang kamu menghubungi mas, pasti ada sesuatu. "( giandra)
" aku pingin udang saus tiram, yg ada di depan kantor kamu mas, boleh aku minta tolong mas, untuk membeli kan nya, entah lah mas, tiba tiba aku mengingin kan nya, dan ingin, mas yg membeli nya, tapi kalau mas engga berkenan, engga apa apa, biar nanti aku menunggu mamah, supaya bisa mengantar aku ke sana. "( Vina) ucap nya lirih.
" engga apa apa sayang,nanti mas beliin, sekalian. "( giandra)
" emang engga ngerepotin kamu mas. "( Vina)
" iya engga lah sayang, aku tau, pasti itu ke mauan anak aku yg lagi ngidam. "( giandra)
" entah lah mas , tapi memang aku mau banget makan itu dan di beli kan nya sama kamu mas. "( Vina).
" iya berarti benar sayang, kalau itu kemauan anak aku bentar ya sayang nanti mas beliin, ke betulan mas juga baru selesai makan, di resto yg kamu ingin kan. "( giandra)
__ADS_1
" berarti anak kamu, sehati ya sama kamu . "( Vina)
" iya dong sayang, kita kan sehati. "( giandra)
" iya deh. "( Vina)
" iya udah kalau gitu mas, tutup ya, mas mau pulang, dan memesan dulu makan nan yg kamu mau sayang. "( giandra )
" iya mas, aku tunggu ya, sekali lagi makasih ya. "( Vina)
" iya sayang, assalamu'alaikum.. ?? "( giandra)
" waalaikumsalam ..?? "( Vina)
akhir nya ia pun memati kan sambungan telepon nya, dan memanggil pelayan, untuk memesan apa yang di mau Vina.
setelah menunggu beberapa lama, akhir nya pesan nan nya pun di bungkus, ia pun langsung membayar nya, dan meninggal kan resto tersebut, dengan hati bahagia, karena ia bisa mengikuti ke mauan sang istri.
ia pun kembali ke kantor nya, karena kebetulan mobil nya masih terparkir di sana.
di parkir ran ia bertemu dengan, andra.
" lo baru mau pulang, perasaan lo dari tadi ke luar nya. "( andra) ia mengkerut kan kening nya.
" gue tadi ke resto depan dulu, karena perut gue minta di isi. "( giandra).
andra pun menatap ke arah keresek yg di bawa oleh giandra, giandra tahu dengan arah tatapan andra.
" kenapa kamu menatap seperti itu. "( giandra).
andra hanya menggeleng geleng kan kepala nya.
" oh iya ndra, nanti kalau nyokap gue nanyain gue, bilang aja gue lagi ke rumah Vina, mau nganterin ini ( sambil mengacung kan, keresek, yg berisi udang saus tiram) "( giandra).
" ok, nanti gue kabarin mertua gue. "( andra)
" ok thanks.. ?? "( giandra) sambil memukul pelan bahu andra.
" kaya nya Vina lagi ngidam ya. "( andra)
" iya, makan nya gue bahagia, saat anak gue minta sesuatu, dan itu harus gue yg membeli kan nya. "( giandra) melihat kan wajah berseri seru.
" gue pernah merasa kan ini semua gi, betapa bahagia nya, di saat bisa mengikuti ngidam bga sang istri. "( andra)
" nah, makan nya itu, bahagia banget, engga bisa di ungakap kan dengan kata kata, pokok nya. "( giandra)
__ADS_1
" iya udah, sana kita pergi, ke buru bumil merajuk, gue juga mau pulang, karena udah kangen sama istri dan anak gue. "( andra)
giandra pun mengangguk, dan masuk ke dalam mobil masing masing, dengan tujuan masing masing pula.