Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 330


__ADS_3

hampir memakan waktu 1 jam, miting pun akhir nya selesai , dan sang yg berada di pangkuan nya pun masih duduk manis, sambil memain kan bulpoin sang papah .


" apa masih ada yg tidak di mengerti. " ( andra)


mereka yg berada di sana menggeleng kan kepala nya, bahwa mereka setuju.


" kalau begitu saya, akhirri miting kali ini, sampai bertemu hari berikut nya " ( andra)


mereka semua mengangguk kan kepala nya, dan mereka semua berdiri, dan menyalani tangan andra, tidak lupa mereka melihat gemas anak dari andra.


ingin rasa nya mereka memegang atau mencium anak andra , tapi sayang andra tidak mengijin kan sembarang orang untuk menyentuh sang anak.


" ayo kita kembali ke kantor " ( gio) ia melirik ke arah seli.


" kamu duluan aja gio, nanti gue nyusul. " ( seli)


" awas aja kalau lo macam macam. " ( gio)


tanpa menjawab, seli pun bangkit dari kursi nya, membuat gio kesal.


akhir nya gio pun pamit ke andra.


kini andra dan giandra,tidak lupa sang anak yg berada di dalam gendong ngan nya,kembali ke ruangan nya tanpa mempeduli kan seli, yg masih berada di ruangan nya.


seli yg lagi lagi tidak di anggap ia pun mendengus kesal, dan berusaha mengikuti langkah andra dan juga giandra.


merasa ada yg mengikuti, dari arah belakang, andra dan giandra pun membalik kan tubuh nya, ia mengerut kan kening nya, melihat seli mengikuti mereka.


" kenapa anda tidak pulang. " ( andra) menatap datar ke arah seli.


seli yg di tatap seperti itu, terasa gugup, tapi dia berusaha menutupi nya , ia menghela napas nya, untuk menghilang kan ke gugup pan nya .


" ada yg mau di bahas tuan. " ( seli) .


andra mengerut kan kening nya, di saat seli berucap.

__ADS_1


" emang kamu mau bahas apa. " ( andra )


" ada yg tidak di mengerti tuan,tentang pembahasan proyek tadi. " ( seli)


" kenapa, engga tadi kamu minta penjelasan, kan saya bertanya, apa ada yg tidak di mengerti, tapi kamu tidak menjawab " ( andra)


" aku pingin nya, di bahas di ruangan tuan aja, biar lebih di mengerti. " ( seli)


andra pun mengangguk kan kepala nya,ia tersenyum sinis.


" iya udah ikut aku. " ( andra)


seli pun mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, hati nya begitu berbunga bunga mana kalau rencana nya berhasil, bisa dekat dengan andra, seli pun mengekor di belakang andra, sedang kan giandra, ia mengedik kan bahu nya, entah apa yg di pikir kan oleh andra.


kini andra membelok kan tubuh nya ke ruang kerja giandra, membuat giandra bingung, dan bertanya tanya, kenapa andra malah menuju ke ruangan nya , bukan ke ruang andra , tapi lagi lagi andra bersikap acuh, ia pun kini masuk ke ruangan nya, bukan hanya giandra yg di buat bingung, tapi seli pun di buat bingung, kenapa diri nya di bawa ke arah ruangan giandra, bukan ke ruangan andra.


" silah kan duduk. " ( andra) ia mempersilah kan seli duduk di sofa.


tanpa banyak kata seli pun duduk di sofa, sedang kan andra, masih berdiri, sambil menggendong sang anak.


" iya tuan. " ( seli) sambil mengangkat kan kaki nya, terlihat lah paha mulus nya, yg sengaja ia perlihat kan ke arah andra, karena ia berusaha menggoda andra, ia sengaja melakukan itu semua, tapi sayang andra tidak menatap nya.


" kamu bisa menanya kan nya ke giandra, karena saya masih banyak pekerjaan, yg belum saya beres kan. " ( andra) dengan tegas.


" loh, kenapa harus giandra yg menjelaskan nya, bukan tuan. " ( seli)


" maaf saya sudah mengatakan nya, kalau saya masih banyak pekerjaan, yg harus segera di selesai kan. " ( andra)


" tapi.. ?? " ( seli)


" maaf saya harus ke luar dulu, kamu bisa bertanya sama asisten saya,kalau begitu saya permisi. " ( andra) ia pun langsung menatap ke arah giandra.


giandra yg sudah mengerti dengan tatapan andra, ia pun mengangguk kan kepala nya,tanpa banyak kata andra pun langsung ke luar, tanpa melihat ke arah seli.


seli hanya bisa mengepal kan tangan nya, lagi lagi ia di kecewa kan oleh andra .

__ADS_1


giandra hanya tersenyum, ia baru mengerti maksud andra, membawa seli ke ruangan nya, awal nya ia marah terhadap andra, karena ia mengiya kan permintaan seli, dan membawa seli ke ruangan nya, tapi setelah itu ia baru menyadari kalau andra,itu sedang berusaha menghindar dari seli.


" ehpmptzz ?? " ( giandra) ia berdehem.


dan benar saja seli langsung menoleh ke arah, giandra.


" maaf nona, apa ada yg kurang di mengerti,coba poin yg mana nona, biar saya jelas kan, oh iya tolong turun kan kaki nya,sayang kalau harus di pertonton kan seperti itu, wanita terhormat harus nya mengerti,tata cara berpenampilan,dan juga sikap." ( giandra) dengan tegas, dan menampilkan jan senyum depil nya.


sedang kan seli hanya menatap tajam giandra, perkataan giandra membuat hati nya sakit, kena banget.


ia pun buru buru menurun kan kaki nya.


" apa anda terpesona sama saya, sampai melihat segitu nya, tapi maaf sebelum anda bilang, saya menolak, karena saya udah beristri dan mempunyai anak. " ( giandra) kini ia memberi kan senyum meledek.


membuat seki di buat marah, dan juga geram tangan nya sudah memerah, dan urat urat nya terlihat.


" siapa juga yg mau sama kamu, engga level. " ( seli)


" terus kamu mau nya sama andra, ADIK IPAR saya. " ( giandra) ia menekan kan kata adik ipar nya.


seli terdiam, ia tidak menjawab .


" kenapa kamu diam, kamu mau sama adik ipar saya, jangan halu deh, dia itu udah punya istri dan anak,saya tau kamu pasti ingin merebut andra dari adik saya, dengan melakukan berbagai cara, tapi sayang, sampai detik ini, adik ipar saya engga kena. " ( giandra)


" kamu ngomong apa, kalau ngomong jangan sembarangan. " ( seli ) ia berusaha mengelak.


lagi lagi giandra tersenyum sinis, dan menatap ke arah seli.


" kamu jangan mengelak, aku tau kalau kamu itu suka sama adik ipar saya, jangan sama kan aku dengan anak kecil, ingat itu. " ( giandra)


" sekarang kamu pulang, dan jangan berani kamu mengganggu hubungan rumah tangga adik saya, kalau kamu masih kekeh mengejar adik ipar saya, saya akan menghancur kan kamu, bukan hanya kamu tapi keluarga kamu pun akan kena imbas nya, mengerti. " ( giandra) dengan tegas.


membuat nyali seli menciut, ia pun buru buru ke luar, tanpa berpamitan, dan hampir saja ia tersandung, tapi ia berusaha untuk menyeimbang kan nya.


sedang kan giandra hanya menggeleng geleng kan kepala nya, melihat tingkah seli,ia berharap seli tidak mengganggu rumah tangga sang adik.

__ADS_1


__ADS_2