Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 198


__ADS_3

waktu sudah menunjuk kan pukul 05 sore, kiara terbangun, karena suara perut nya yg keroncongan, ia pun menggeliat, dan merasa kan tubuh nya yg sakit, ia pun melirik ke samping nya, ternyata sang suami masih terlelap, ia berusaha memindah kan lengan andra, secara perlahan, dan bangkit dari tidur nya.


ia pun mengisi bet up, setelah penuh, ia juga memberi tetesan aroma terapi, untuk sedikit merilek kan tubuh nya, karena jujur tubuh nya saat ini sangat remuk, karena kegiatan tadi siang, ia pun berpikir kenapa andra bisa seperti itu.


" nanti tanya kan saja lah, sama mas andra, biar jelas nya, soal nya engga biasa nya mas andra seperti itu.. ?? " ( kiara) ia pun melanjut kan berendam nya, tanpa ada yg di pikir kan lagi.


kiara memeng gadis awam akan hal itu, ia engga tau kalau andra tadi pengaruh obat, yaitu obat perangsang.


setelah beberapa menit ia berendam, tubuh nya kini menuju showe untuk membilas nya, dan setelah cukup ia pun menuju ke luar, dengan memakai piyama handuk, dan tidak lupa ia juga melilit kan handuk kecil di rambut nya.


secara sesama, andra pun baru bangun dan menoleh ke arah sang istri.


" kamu udah mandi.. ?? " ( andra) dengan memincing kan mata nya.


" udah mas, habis nya aku gerah dan juga lapar.. ?? " ( kiara)


" iya udah aku mandi dulu, kamu pesan makan nan dulu, tapi kalau pesan nan datang, kamu jangan dulu membuka pintu nya, nanti biar aku aja, aku takut, kalau pelayan nya laki laki.. ?? " ( andra) sambil berjalan ke arah kamar mandi, tanpa memakai baju.


kiara yg melihat itu hanya menggeleng geleng kepala nya saja, ia pun segera menghubungi pihak hotel untuk membawa kan makan nan nya, sambil menunggu makan, dan suami nya beres mandi, kiara pun mengering kan rambut nya terlebih dahulu, di saat bersamaan andra telah selesai dengan acara mandi nya.


kiara pun menoleh ke arah andra.


" mas , aku mau pake baju apa, engga mungkin aku pakai baju itu lagi, takut nya gatal, karena udah bersentuhan dengan lantai, takut nya gatal mas. ?? " ( kiara)


bukan nya kiara sombong atau manja, tapi kiara mencintai kebersihan, jadi wajar kalau kiara bilang seperti itu.


" nanti aku telepon ke bibi, suruh menyiapkan kan baju kamu dan juga aku, dan minta di anterin oleh supir pribadi.. ?? " ( andra) ia duduk di pinggir sofa.

__ADS_1


" sementara, kamu pake dulu itu ya.. ?? " ( andra)


kiara pun mengangguk dan menerus kan aktivitas nya.


tak berselang lama, suara bel pun berbunyi, andra tau itu pasti pelayan, yg membawa kan makan nan, andra lun menyuruh kiara untuk masuk ke toilet, karena andra takut kalau pelayan tersebut laki laki, dan melihat tubuh kiara, andra tidak akan membuat kan itu semua.


pas di buka ternyata benar, pelayan nya laki laki setelah pelayan tersebut menyaji kan makan nan nya, pelayan tersebut ijin ke luar.


begitu pelayan tersebut ke luar, andra pun menyuruh kiara untuk ke luar, dan mereka pun makan, tanpa ada suara.


di sela makan nya, andra pun mengambil handphone nya, takut nya ada panggilan masuk, atau e-mail masuk, ternyata di saat ia menyala kan handphone nya, ternyata banyak sekali yg menghubungi nya, terutama asisten nya dan juga giandra.


" kenapa mas.. ?? " ( kiara) ia menoleh ke arah sang suami, sambil tangan nya menyuap kan nasi.


" ini giandra dan juga asisten aku menghubungi aku berulang ulang, ada apa ya.. ?? " ( andra) iaenghela napas nya.


" ada apa ya mas, kenapa kamu engga telpon balik abang giandra, dan juga asisten kamu.. ?? " ( kiara)


ia pun segera menekan tombol panggil, tak menunggu lama sambungan telpon nya pun terhubung.


" hallo, kamu dimana, kenapa kamu belum pulang dari miting, kamu tau, barusan aku baru selesai miting penting.. ?? " ( giandra) ia bertanya, tanpa jeda.


tapi andra tidak menjawab, ia malah diam, membuat kekesalan giandra menggebu gebu.


" aku bingung, harus menjawab yg mana.. ?? " ( andra)


giandra pun menghela napas nya.

__ADS_1


" iya udah jawab satu satu.. ?? " ( giandra) dengan nada ketus nya, karena ia benar benar marah, seharus nya sekarang ia libur, dan mempersiap kan acara pernikahan, ini malah di suruh kembali bekerja.


" aku sekarang di hotel.. ?? " ( andra)


" kamu ngapain di hotel, jangan jangan kamu habis enak enak kan ya.. ?? " ( giandra)


" iya , kalau aku habis enak enak kan, emang kenapa, salah.. ?? " ( andra) dengan nada dingin nya.


" aku kan enak enak , kan juga dengan istri aku.. ?? " ( andra)


" emang kamu enak enak kan dengan istri kamu, tapi tau waktu dong ndra, kamu tau kan kalau aku sekarang lagi mempersiap kan pernikahan aku, sampai sampai aku harus membawa calon bini aku, ke kantor.. ?? " ( giandra) ia sedikit geram dengan ucapan andra sang adik ipar, sekaligus bos nya itu.


" ini sesuai dengan rencana, gi.. ?? " ( andra) di saat mereka berdua, andra memanggil nama saja, tapi di saat banyak orang, ia memanggil dengan sebutan abang.


"maksud kamu apa ndra.. ?? " ( giandra) dengan mengkerut kan kening nya.


" untung aku ke sini, sama istri aku, kalau engga sama istri aku, sudah deh rumah tangga aku bakal seperti apa. ?? " ( andra)


" maksud, dari pembicaraan kamu apa ndra, aku engga ngerti, jangan berbelit belit gitu deh.. ?? " ( giandra)


andra pun menghela napas nya, dan menceritakan kejadian tadi siang membuat giandra geram dan menggebrak meja nya, membuat Vina terlonjak kaget, tapi Vina berusaha menetral kan degub jantung nya, tapinya juga bertanya tanya, kenapa giandra sampai marah seperti itu, karena baru pertama kali, ia melihat giandra semarah itu, Vina pun kembali memain kan permainan di dalam ponsel nya, tanpa mempeduli kan giandra, yg sedang berbicara dengan andra.


" gila, juga yuh cewe, harus gue basmi, untung aja kamu sama kiara, kalau engga, tamat riwayat loh, bukan hanya lo bercerai dengan kiara, tapi kamu juga akan di coret di ahli waris orang tua mu.. ?? " ( giandra)


" iya, keberuntungan masih di hidup ku, udah ah, aku tutup ya , aku mau menikmati momen seperti ini, anggap aja aku lagi bulan madu, biar cepet cepet, dapet keponakan .. ?? " ( andra)


" dasar ya, iya udah tutup aja.. ?? " ( giandra)

__ADS_1


andra pun mematikan sambungan telpon nya, dan meletakkan kan handphone nya di atas meja, setelah itu melirik ke arah sang istri, yg sedang berdiri di balkon.


baru saja beranjak dari sofa, tiba tiba ada yg menekan bel, andra pun membuka pintu dulu, dan ia tau pasti itu supir nya, dan ternyata benar itu supir nya, yg membawa kan pakaian nya, dan juga pakaian sang istri.


__ADS_2