
" assalamu'alaikum. ?? " ( Vina)
" Wa'alaikumussalam.. ?? " ( sahut semua orang.)
" sayang.. ?? " ( silvi) ia menatap sang anak, penuh dengan haru.
" mamah.. ?? " ( Vina) ia pun memeluk sang mamah dengan erat.
" kami dari mana sayang, terus kamu engga apa apa kan sayang.. ?? " ( silvi) ia melihat wajah sang anak.
vina tak menjawab, ia menunduk kan wajah nya.
" jawab sayang, kamu engga apa apa kan , jangan buat mamah khawatir.. ?? " ( silvi)
vina pun menatap sang mamah sambil berkaca kaca.
" mah, maaf pin aku.. ?? " ( vina)
" maaf untuk apa sayang, kamu engga pernah salah sama mamah.. ?" ( silvi)
" aku udah mengecewa kan mamah dan semua nya.. ?? " ( vina) ucap nya lirih.
" kamu engga pernah mengecewa kan kita semua.. ?? " ( silvi)
" coba cerita sayang, biar semua jelas.. ?? " ( fitri) kini ia yg buka suara, karena ia penasaran dengan ucapan sang calon mantu.
" maaf kan aku, karena aku tidak mendengar ucapan mamah jadi seperti ini, maaf ... ?? " ( vina)
" vina, kamu cerita kan sayang, jangan membuat kita penasaran.. ?? " ( fitri)
vina pun menghela napas nya, apapun yg terjadi, vina harus berbicara.
semua orang menatap diri nya, dengan tatapan penasaran.
" siang.. ?? " ( fino) ia berada di depan pintu, semua orang menoleh ke arah sumber suara.
" mau ngapain kamu ke sini.. ?? " ( angga) dengan tatapan sinis.
" apa saya boleh masuk, engga enak kalau saya harus menjelaskan kan nya di luar. " ( fino)
angga pun menatap ke semua orang, mereka mengangguk kan kepala nya, dan akhir nya angga mau tidak mau mempersilah kan fino utuk masuk, fino pun duduk di sofa tinggal, ia menatap vina, yg begitu menyedih kan, dan vina juga memejam kan mata nya.
__ADS_1
sedang kan giandra, dari tadi tidak banyak bicara, hanya menjadi pendengar saja.
" kata nya, kamu mau bicara,kenapa malah diam.. ?? " ( angga) dengan nada tegas.
sebelum bicara, fino menghela napas nya.
" jadi gini, saya harus menjelaskan kan, tujuan saya ke sini, saya mau bertanggung jawab, atas perbuatan saya kepada vina.. ?? " ( fino) . " maksud kamu apa ha.. ?? " ( angga) ia meninggi kan suara nya.
" jadi gini om, saya sama vina sudah melakukan kan hubungan intim, saya langsung saja menjelas kan, ke inti nya. ?? " ( fino)
semua orang yg mendengar itu, langsung menatap tajam ke arah fino.
wajah angga dan giandra sudah memerah menahan amarah.
giandra berusaha menenang diri nya ia menghela napas nya, berkali kali.
" kmaksud kamu apa bajingan.. ?? " ( angga) kini suara nya menggelegar.
sedang kan silvi dan fitri tidak bisa berkata kata lagi mereka terdiam, saking kaget nya.
" seperti yg om dengar, saya dan vina sudah melakukan hubungan suami istri, makan nya vina, tidak pulang karena ia menginap di hotel dengan saya.. ?? " ( fino)
" diam kamu bajingan, jangan melanjut kan lagi kata kata lo.. ?? " ( vina) ia sedikit meninggi kan suara nya.
" kenyataan nya seperti itu kan sayang, kamu engga bisa mengelak lagi sayang.. ?? " ( fino)
" stof, lo panggil gue sayang, rasa nya gue jiji, gue udah bilang kan, sama lo, kalau gue engga butuh tanggung jawab dari lo.. ?? " ( vina)
" tapi vin, aku takut kamu hamil , apalagi malam aku mengeluar kan nya di dalam, dan tidak sekali, tapi beberapa kali.. ?? " ( fino) ia mengucap dengan enteng nya.
BUGH..
tanpa aba aba, giandra langsung memukul pipi fino ia geram dengan ucapan fino.
fino menatap giandra, ia tersenyum remeh, di saat ia akan memukul kembali fino, ke buru di hadang oleh angga.
" jangan kamu kotori, tangan kamu, hanya demi sampah, ingat kita dari keluarga terhormat.. ?? " ( angga)
giandra pun akhir nya luluh, ia pun merebah kan tubuh nya, dan duduk di samping sang mamah.
" sayang, denger mamah, kamu jelas kan ini semua, jangan membuat kita penasaran, ucapan dia itu engga benar kan.. ?? " ( silvi) ia mengelus bahu sang anak.
__ADS_1
" apa yg di ucap kan fino benar mah.. ?? " ( vina) ucap nya lirih.
lagi lagi yg berada di sana, di buat terkejut, mereka semua kecewa.
" kalian dengar semua, kalau vina pun mengakui.. ?? " ( fino) ia tersenyum senang.
" terus, gimana sayang dengan acara pernikahan kamu sama giandra, undangan sudah tersebar.. ?? " ( silvi)
" pernikahan masih tetap berjalan, biar aku yg mengganti kan nya, aku celon suami nya.. ?? " ( fino)
vina pun menatao tajam ke arah fino, di saat mendengar ucapan fino.
" gue, engga sudi lo nikahin, walaupun nanti gue hamil, gue bisa jaga anak ini dengan baik, ini semua engga akn terjadi kalau lo, engga menjebak gue bajingan.. ?? " ( silvi)
lagi lagi semua yg ada di sana di buat kaget, dengan pengakuan vina.
" maksud nya gimana nak, coba jelas kan kronologi nya, seperti apa, dari awal kamu bertemu dengan dia, dan bisa terjadi seperti ini.. ?? " ( fitri)
" jadi gini tan, inti nya aja, dia awal nya ingin bertemu dengan saya, kalau saya engga mau, dia akan menghancur kan acara pernikahan aku, aku mau engga mau, harus bertemu dengan nya, karena dia orang nya sangat nekad, di saat aku sampai resto, ia mengajak aku makan, tapi aku menolak, karena aku sudah makan, aku hanya pesan minum, di saat aku meminum nya, tiba tiba mata aku sangat berat, dan pagi nya ak.. aku sudah telanjang tanpa sehelang benang pun.. ?? " ( vina) kini air mata nya tumpah, yg dari tadi ia tahan.
" bajingan, berengsek.. ?? " ( giandra) ia memukul fino, tanpa ampun, angga yg melihat ke marahan giandra, ia berusaha mereray nya.
" cukup nak, bisa bisa dia mati kau kamu hajar terus.. ?? " ( angga).
" tapi om, dia itu pantas mendapat kan nya, kalau bisa aku matiin dia om, biarin aku di penjara juga.. ?? " ( giandra) ia meninggi kan suara nya.
" cukup, tolong mas, jangan sampai kamu masuk penjara, karena kamu membunuh nya aku engga mau, itu terjadi.. ?? " ( vina) dengan tatapan memohon.
giandra pun seketika luluh, ia langsung duduk di lantay, dan kini air mata nya terjatuh juga, yg sedari tadi ia tahan,kenapa semua ini harus terjadi, bahkan di saat hari kebahagian nya, sudah di depan mata.
apa dia engga berhak untuk bahagia, di saat ia merasa kan cinta, kenapa begitu banyak rintangan yg begitu berat, apa mungkin vina bukan jodoh nya apa dia harus membatal kan pernikahan nya.
semua orang yg berada di sana, tak kuasa menahan tangis, tak kala melihat giandra yg menangis, sampai terisak.
ingin rasa nya vina, menenang kan giandra, ia ingin memeluk nya, dan memberi kan ketenangan, tapi nyali nya begitu ciut, ia tau diri kalau dia itu sudah kotor, kini vina sudah pasrah, apa keputusan,yg akan di ambil giandra.
sejujur nya, vina sudah merasa nyaman dengan giandra, tapi ia tidak mau egois, mana mungkin giandra, mau dengan wanita kotor, seperti diri nya.
mereka semua, membiar kan giandra menangis, biar sedikit plong, giandra mengeluar kan unek unek nya, dengn cara menangis.
" kira kira, siapa yg akan menikah dengan vina, giandra atau fino, yu komen dan like nya di tunggu ya, dan maksih untuk para pembaca yg mendukung saya, dalam berkarya, maaf bila ada kata kata yg salah, harap di maklum kalau ada yg engga suka bisa di skip,.. ?? "
__ADS_1