Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 182


__ADS_3

waktu sudah menunjuk kan pukul 07 pagi.


giandra sedang bersiap siap, untuk pergi ke kantor, ia pun menuju ke meja makan.


" pagi mah, pah.. ?? " ( giandra) ia duduk di samping sang mamah.


" pagi juga bang.. ?? " ( fitri)


" mau sarapan sama apa bang.. ?? " ( fitri)


" mau sarapan roti aja mah.. ?? " ( giandra)


Fitri pun mengangangguk kam kepala nga, ia pun mengoles kan sele nya, ke dalam roti.


setelah itu ia pun memberikan roti tersebut, ke piring sang anak.


" makasih mah.. ?? " ( giandra) ia pun memotong roti,dan memasuk kan roti tersebut ke dalam mulut nya.


mereka pun sarapan tanpa ada yg berbicara, hanya ada suara dentigan sendok saja.


beberapa saat kemudian mereka pun selesai, doni dan giandra pun pamit untuk pergi ke kantor.


sedang kam fitri memberes kan piring piring kotor, bekas sarapan nya, ia simpan di West apel, biar bibi yg mencuci piring nya.


di saat ia mau ke taman belakang, handphone nya berbunyi, ia pun melihat siapa yg menghubungi diri nya, ternyata silvi, ia pun menekan tombol hijau.


" assalamu'alaikum.. ?? " ( silvi).


" waalaikumsalam..??" ( fitri )


" ada apa, vi.. ?? " ( fitri).


" aku ada kabar baik fit.. ?? " ( silvi)


" kabar baik apa vi.. ?? " ( fitri)


" kamu tau engga fit, Vina udah benar benar selesai dengan fino.. ?? " ( silvi )


" kamu serius, jangan jangan kaya kemarin, kamu memberi kan harapan palsu.. ?? " ( fitri)


" engga aku, engga bohong vi, serius, bahkan ia mau aku pertemu kan dengan giandra.. ?? " ( silvi).


" serius fit.. ?? " ( fitri)


" serius.. ?? " ( silvi).


" tapi aku takut, giandra kecewa lagi vi.. ?? " ( fitri).


" engga akan, aku bisa menjamin.. ?? " ( silvi)


" asal kamu tau, mamah nya fino, udah mempermalu kan Vina di depan umum, untung aja ada papah nya, yg kebetulan ada di resto tersebut.. ?? " ( silvi).

__ADS_1


" terus gimana.. ?? " ( fitri)


" engga gimana gimana, palah nya marah banget, dan anak aku menangis, ia menyesal keputusan nya. " ( silvi)


" iya udah besok kita pertemu kan mereka gimana.. ?? " ( fitri)


" boleh.. ?? " ( silvi)


" boleh deh, untuk waktu dan tempat nya , kamu yg ngatur aja.. ?? " ( fitri).


" ok, siap, mau pas jam makan malam aja.. ?? " ( silvi)


" boleh, biar anak kita pada ada.. ?? " ( fitri).


" siap kalau begitu, iya udah aku tutup. ya telpon nya. " ( silvi)


" iya, assalamu'alaikum.. ?? " ( fitri).


" waalaikumsalam.. ?? " ( silvi )


silvi pun memutus kan sambungan telpon nya, ia pun kembali melakukan aktivitas nya, begitu mpun dengan fitri ia juga sama melakukan aktivas nya.


berbeda dengan pasangan kiara dan giandra.


giandra melarang kiara untuk bekerja, kiara harus ikut ke kantor giandra.


kiara pun mau tidak mau mengikuti kemauan giandra, karena giandra mengancam kiara, kalau sampai kiara tidak menuruti kemauan giandra, lebih baik kiara tidak usah bekerja lagi, akhir nya mau tidak mau kiara pun harus mengikuti kemauan sang suami.


" Hai.. ?? ndra, kamu kemana aja, ko aku ke sini kamu engga ada.. ?? " ( sisi) dengan gaya centil nya, ia duduk di kursi depan.


" emang mau ngapain, kamu ke kantor aku.. ??" ( andra) dengan tatapan sinis.


" aku mau ketemu kamu lah, emang aku mau ngapain ke sini, kalau engga bertemu dengan kamu.. ?? " ( sisi) dengan nada centil nya.


" kirain kamu mau bertemu dengan asisten aku.. ?? " ( andra)


" ih... ?? males banget kalau aku harus bertemu dengan asisten kamu, muka nya datar gitu.. ?? " ( sisi)


" ehmptz.. ?? " ( kiara) ia berdehem, karena ia kesal, dengan sikap sisi, yg menjelek jelek kan kaka nya.


sisi pun menoleh, dan membulat kan mata nya.


" kamu ngapain di sini.. ?? " ( sisi) dengan tatapan sinis.


" aku di sini, mu nemenin suami aku lah.. ?? " ( kiara) ia pun bangkit dari sofa, dan menuju ke arah kursi sang suami, ia pun duduk di pangkuan sang suami.


sedang kan andra, yg mendapat kan perlakuan kiara merasa senang, dan hanya memperhatikan saja, apa yg akan di lakukan oleh, sang istri selanjut ny.


" kamu kaya engga ada kerjaan aja, ngintilin suami kamu.. ?? " ( sisi).


" emang aku engga ada kerjaan, ngintilin suami aku,dia yg minta nemenin dia kerja.. ?? " ( kiara) ia menampilkan kan senyuman sinis nya.

__ADS_1


" emang iya ndra, kamu yg minta istri kamu nemenin kamu .. ?? " ( sisi) ia menatap andra.


" iya, saya yg minta istri saya nemenin saya.. ?? " ( andra) dengan nada datar nya.


" tuh kan, suami saya aja bilang, kamu engga percaya ya, kalau aku yg ngomong, sekarang percaya kan, kalau suami saya yg ngomong.. ?? " ( kiara) ia mengalung kan ke dua tangan nya ke leher sang suami.


" sekarang kamu mau ngapain datang ke sini.. ?? " ( andra)


" saya ke sini mau ngajak kamu makan siang.. ?? " ( sisi).


" tapi maaf, suami saya menolak nya, karena suami saya, akan makan siang sama saya.. ?? " ( kiara)


" aku engga butuh jawaban kamu, aku hanya percaya kalau andra yg bilang sama aku.. ?? " ( sisi)


" apa yg di ucap kan iatri saya benar, kalau saya mau makan siang dengan nya.. ?? " ( andra) dengan tegas.


" tapi ndra.. ?? " ( sisi)


" engga ada tapi tapian, karena saya mau makan berdua dengan istri saya, sekarang kamu ke luar, kalau engga ada kepentingan lagi, kamu tau kan pintu nya dimana.. ?? " ( andra) dengan nada tegas nya.


sisi pun mau tidak mau, ke luar dari ruangan andra, dengan perasaan kesal, dan kecewa, di saat ia akan ke luar ia berpapasan dengan giandra.


" anda kenapa nona.. ?? " ( giandra) ia menatap wajah sisi.


" bukan urusan kamu, urus aja tuh adik kamu.. ?? " ( sisi)


" emang adik saya, kenapa nona.. ?? " ( giandra)


" bilangin ke adik kamu, ngapain dia ke sini, ngintil suami nya, kaya yg wngga ada kerjaan aja.. ?? " ( sisi)


giandra pun tersenyum sinis, ia tau arah pembicaraan sisi.


" emang kenapa, kalau adik saya ngikutin suami nya, salah.. ?? " ( giandra)


" iya salah, kan suami nya pergi cari uang, bukan untuk, main.. ?? " ( sisi)


" urusan sama kamu apa, suami nya aja, engga masalah, kalau adik saya ikut sama dia, kenapa kamu yg pusing nya.. ?? " ( giandra).


" iya tetep aja, gimana kalau dia mengganggu pekerjaan suami nya.. ?? " ( sisi).


" tapi amat di sayang, suami nya engga ngeluh tuh.. ?? " ( giandra)


" yg jadi masalah,kamu ngapain ngejar ngejar andra, padahal kamu kan tau, kalau andra itu punya istri.. ?? " ( giandra)


" apa kamu engga laku ya, sampai ngejar suami orang.. ?? " ( giandra) dengan menampil kan senyuman meledek.


" engga juga, aku laki, terus kamu juga kenapa belum punya pasangan.. ?? " ( sisi)


" kalau saya lagi ta'aruf, karena saya mau langsung serius,bukan main main.. ?? " ( giandra)


sisi pun bungkam, ia pun lebih baik mengalah, dan pergi meninggal kan giandra, ketimbang, meladeni nya.

__ADS_1


sedang kan giandra hanya menggeleng geleng kan kepala nya, melihat ke lakukan sisi.


__ADS_2