Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 267


__ADS_3

di saat mereka ke luar, ternyata berpapasan dengan andra dan juga kiara.


" mamah mau kemana. " ( kiara) ia mengkerut kan kening nya.


" mamah mau ke rumah kamu nak.. ?? " ( fitri)


" emang mau apa mah, kan seperti biasa kalau hari wekend aku yg akan ke sini. " ( kiara)


" mamah ada perlu sama kalian. " ( fitri)


" iya udah, kita masuk ke dalam dulu mah, kasian anak kita. " ( doni)


fitri pun mengangguk, dan mereka pun masuk ke rumah,setelah duduk di sofa ruang tengah.


" jadi ada apa mamah Sama papah mau ke rumah. " ( kiara) ia menatap ke arah sang mamah dan beralih ke arah sang papah.


" mamah mau nanya tentang abang kamu.. ?? " ( fitri) sambil menatap ke arah sang anak, dan beralih ke mantu nya.


kiara dan andra pun saling tatap, ia saling memberi kode, andra hanya mengedik kan bahu nya.


" kalian jangan kode kode gitu, mamah udah tau semua. " ( fitri)


kiara menghela napas nya.


" bisa, kalian jelas kan.. ?? " ( fitri)


" mamah, kenapa bisa tau.. ?? " ( kiara).


" kamu mah, mamah nanya, balik tanya. " ( fitri)


fitri pun menjelaskan kan semua nya, dari awal sampai akhir, sedang kan kiara dan andra hanya sebagai pendengaf, dan sedikit kecewa atas keputusan Vina.


" jadi, mba Vina lebih memilih fino mah, ketimbang abang. " ( kiara) ia menatap sendu.


" seperti nya begitu sayang, mamah juga kecewa, atas ke putusan Vina, tapi mamah juga engga bisa memaksa kan nya, dan juga egois, karena cinta itu engga bisa di paksa kan. " ( fitri).


" tapi tetap, mamah kecewa atas sikap Vina, ia menjadi kan kaka kamu pelarian, di saat ia terpuruk, kaka kamu ada untuk nya, tapi di saat ia sudah bangkit, kaka kamu di buang. " ( fitri) dengan tatapan mata yg berlaca kaca.


" kita aku, mba Vina, engga akan ngambil ke putusan ini mah. "( kiara).


" makan nya, abang pergi sementara,tadi nya ingin memberi kan waktu, untuk mba Vina, tapi nyata nya mba Vina, malah lebih memilih fino, ke timbang abang. " ( kiara)

__ADS_1


" emang abang kamu di mana sekarang.. ?? " ( fitri)


" abang, lagi di surabaya mah, di sana abang lagi mengganti kan, salah satu pekerja, sebelum ada pengganti nya. " ( andra)


" oh, gitu ya.. ?? " ( fitri)


" tennah aja mah, abang di sana baik baik saja, mungkin memang hati nya terluka, tapi aku melihat abang ikhlas, dengan ke putusan yg nanti akan di ambil oleh Vina. " ( andra) ia berusaha meyakin kan, sang mamah mertua.


" iya nak, mamah percaya sama dia, kalau dia anak yg tangguh, dan kuat. " ( fitri)


" ia mah, kita kasih sport dan doa untuk abang ya mah. " ( kiara)


" iya nak, tapi kenapa ya, abang di hubungi ko engga bisa. " ( fitri)


" mungkin handphone nya, abang habis batre nya mah. " ( kiara)


" mungkin.. ?? " ( fitri).


sedang kami para suami, mereka hanya menjadi pendengar, paling menimpali sesekali.


" mudah mudah han aja, di saat abang menghidupi handphone nya, ia kembali menghubungi mamah. " ( kiara)


kiara hanya mengangguk kan kepala nya , dan mengerti apa yg di rasa kan oleh sang mamah.


" mah,aku pingin buat rujak. " ( kiara)


" aduh, anak mamah lagi ngidam ya. " ( fitri)


" iya kaya nya mah, tapi aku pingin mangga yg di belakang mah, apa di sana sudah berbuah.. ?? " ( kiara)


" seperti nya udah sayang, kita liat aja. " ( fitri) sambil beranjak dari sofa.


" tapi aku mau di ambil kan oleh papah sama kamu mas. " ( kiara)


membuat, andra dan doni saling tatap,ia kaget dengan ucapan kiara.


" tapi sayang, mas engga bisa manjat .. ?? " ( andra) dengan tatapan memohon.


" iya nak, papah juga engga bisa manjat, gimana kalau kita nyuruh mah ali ( tukang kebun) , nanti palah akan menyuruh mang ali, untuk ngambil mangga, sebanyak banyak nya. " ( doni) ia berusaha bernegosiasi, sebenar nya ia bisa manjat pohon, cuman ia geli melihat banyak semut.


" ok, kalau kalian, engga mau mengbil kan aku buah mangga, jangan salah kan aku nanti kalau anak kamu, dan cucu palah ileran, dan satu lagi, nanti malam, kamu tidur di luar mas. " ( kiara) ia menatap tajam ke arah andra, membuat nyali andra menciut, apa lagi ia di ancam, jangan tidur dengan sang istri, ia engga bisa.

__ADS_1


" iya udah deh, aku terpaksa mau ambilin kamu mangga, dari pada aku engga bisa tidur sama kamu, "( andra) sambil memanyun kan bibir nya.


" jangan terpaksa gitu, ikhlas lo mah, ini kan yg minta anak kamu bukan aku. " ( kiara)


" iya, sayang mas ikhlas. " ( andra) sambil menampil kan senyum manis nya.


" sekarang, giliran papah, mau engga, mengambil kan aku mangga, anak aku minta kan, sama opah dan papah nya, paph nya udah stuju, sekarang tinggal opah nya. " ( kiara) ia menatap ke arah sang papah.


doni pun melihat ke arah sang istri, mencari pembelaan, tapi sang istri malah menatap tajam ke arah nya.


akhir nya doni dan andra pun, dengan terpaksa, mengambil kan mangga untuk kiara.


" ah pah, kalau bukan karena anak aku, dan ancaman nya, aku malas melakukan semua ini. " ( andra) sambil kini sudah memanjat pohon.


" emang nya kamu aja, palah juga sama. " ( doni)


" sudah cepet, jangan ngedumel.. ?? " ( fitri) ia berteriak.


doni dan andra pun memetik mengga, tapi hanya beberapa, karena sebagian masih pada kecil kecil..


setelah cukup mereka pun membawa mangga tersebut ke arah kiara dan fitri.


" nih sayang.. ?? " ( andra) sambil menyodor kan mangga, yg sudah ia petik.


" jangan ileran ya nak, opah rela memetik mangga, demi kamu.. ?? " ( doni) sambil mengusap perut sang anak.


" iya opah, makasih ya opah, sama papah, yg mau nuruti ke ingin nan aku. " ( kiara) sambil mengelus perut nya.


" sama sama nak, papah mau ke dalam dulu, mau ganti baju dulu.. ?? " ( doni) ia pun menuju ke dalam, karena ia sedikit gatal , karena gigit tan semut.


" mas kamu engga mau ganti baju. " ( kiara) ia menatap sang suami.


" seperti nya, engga sayang, soal nya di tempat aku memetik mangga, engga terlalu banyak semut, berbeda dengan tempat papah, yg banyak semut nya. " ( andra) ia pun duduk di sisi sang istri.


sedang kan sang mamah, ia lagi mengupas mangga nya, kebetulan masalah bumbu, sedang di ulek oleh, bibi.


doni pun ke luar, dengan sudah bergantian pakaian, dan di ikuti oleh bibi, yg membawa bumbu rujak.


muara yg melihat itu, membuat air liur nya menetes, tanpa banyak kata, kiara pun langsung memakan rujak tersebut, mereka yg berada di situ, hanya menggeleng kan kepala nya, karena melihat tingkah laku kiara.


" jangan lupa, mampir ke karya aku, hati yang kau sakiti. "

__ADS_1


__ADS_2