Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 276


__ADS_3

kini fino sudah berada di kantor nya, ia langsung masuk ke ruangan nya, dan di sana sudah ada asisten nya.


" kenapa bisa seperti ini.. ?? "( fino) sambil masuk ke dalam.


" saya juga engga tau, kenapa bisa seperti ini. "( gio)


gio adalah, tangan kanan nya fino.


" ah.. ?? "( fino) sambil menyugar kan rambut nya, karena ia benar benar pusing.


" pemegang saham terbesar di perusahaan kita mencabut saham ny tuan, jadi mengakibat kan perusahaan kita anpal. "( gio)


" lo bisa, mencabut nya. "( fino)


" entah lah tuan, mereka belum memberi klarifikasi dan setelah itu para inspektor pun, ikut ikut tan, menarik saham nya. "( gio)


fino menghela napas nya, dan menatap lurus ke arah luar.


ia tau, ini semua pasti ada hubungan nya, dengan keluarga Vina, apa Vina sudah bilang ke pada sang papah, atas kelakuan nya.


" tuan, apa kita harus menemui nya. "( gio)


" iya ,kita harus menemui pa angga, kita harus menanya kan, kenapa pa angga menarik saham nya. "( fino).


gio pun mengangguk, dan kini ia menguhubingi pihak angga, dan ternyata pihak pa angga, mau bertemu dengan fino .


" gimana gi.. ?? "( fino) ia menatap ke arah gio.


" mereka bersedia tuan, mereka mengingin kan bertemu nya di kantor saja. "( gio)


" baik, kalau gitu, kita ke sana secepat nya, karena saya sudah tak sabar, apa makasud nya mereka mnarik semua saham nya. "( fino)


sambil beranjak dari kursi ke besar dan nya, gio pun mengangguk dan mengikuti fino dari belakang, di lobi sudah tersedia mobil beserta sopir nya, karena sebelum berangkat gio sudah menghubungi sang supir untuk stend bay di lobi, karena mereka akan pergi, jadi tidak menunggu waktu lama, mereka pun langsung berangkat.


sedang kan angga dan asisten nya sedang menunggu ke datangan fino.


" kamu, sudah mengumpul kan bukti bukti, tentang kecurangan yg di lakukan oleh fino. "( angga) ia menatap ke arah sang asisten.


" sudah tuan, saya sudah mengumpul kan nya di berkas ini. "( asisten)


angga pun mengangguk,dan melihat bukti tersebut,angga tersenyum miring.

__ADS_1


di saat ia sedang asyik membaca,asisten nya memberitahu kalau di bawah sudah ada fino, dan asisten nya.


" tuan, kita membahas nya, apa akan di sini, atau ruang miting. "( asisten)


" di sini saja, kamu jemput mereka di luar. "( angga)


asisten pun, mengangguk kan kepala nya, ia pun menuju ke luar, untuk menyambut fino dan asisten nya.


tak menunggu lama, fino dan rombongan nya pun datang, angga mempersilah kan fino dan asisten nya duduk di sofa.


" ada apa gerangan, anda ke sini. "( angga) sambil menampilkan kan senyum, tapi senyum nya, yg sulit di arti kan.


" maaf tuan, anda pasti tau, tujuan saya ke sini. "( fino)


" kamu pasti bertanya, kenapa saya mencabut semua saham saya, di perusahaan kamu.. ?? "(angga)


fino pun mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.


" apa, selama ini, kamu pernah melakukan ke salah han, karena saya engga mungkin bertindak kalau, anda tidak salah. "( angga)


fino menatap ke arah angga, ia ragu untuk mengata kan nya.


fino menghela napas nya, dan mendongak kan wajah nya, menatap ke arah angga .


" saya, memang melakukan ke salahkan tuan, yaitu menyakiti anak anda yg ke dua kali nya, tapi tolong tuan jangan pernah, menyangkut paut kan pekerjaan dengan masalh pribadi. "( fino).


" saya bukan orang seperi itu no, saya berusaha profesional, kamu masih belum mengakui ke salah han kamu yg lain. "( angga)


" saya engga pernah melakukan ke salah han yg lain, selain itu tuan. "( fino) ia berusaha menetral kan perasaan nya.


" masih saja mengelak.. ?? "( angga) dengan menampil kan senyum remeh nya, ia pun menyimpan berkas di atas meja.


" baca.. ?? "( angga) dengan tatapan tajam.


membuat nyali fino menciut, dengan tangan gemetar ia pun mengambil berkas tersebut dan membaca nya, tak berselang lama terlihat wajah fino yg pucat pasi, setelah membaca berkas tersebut.


" gimana, kamu udah membaca semua nya. "( angga)


fino menyimpan berkas nya di atas meja, ia menghela napas nya.


" itu semua fitnah.. ?? "( fino) ia masih berusaha mengelak.

__ADS_1


" kamu itu ya no, masih saja mengelak, padahal itu sudah jelas jelas bukti nya, masih mending saya engga membawa kasus ini ke jalur hukum, saya masih punya hati ya no, engga seperti kamu, yg sudah menyakiti anak saya sampai 2 kali, dan saya minta sama kamu, jangan pernah kamu mendekati keluarga saya, apa lagi menyakiti nya, kalau sampai itu terjadi, saya engga akan segan segan untuk menghancur kan kamu. "( angga) ia berucap dengan tegas nya, dan menatap tajam ke arah fino.


" kamu tau, omongan saya engga pernah main main. "( angga).


fino pun mengangguk kepala nya, sebagai tanda setuju.


" iya udah, ngapain kalian masih di sini, sekarang kamu ke luar, dari ruangan saya, ingat dengan pesan saya, kalau kamu bertemu dengan anak saya, anggap saja kita engga pernah bertemu. "( angga).


lagi lagi fino, hanya menjawab dengan angguk kan saja, tanpa pamit fino dan gio pergi meninggal kan ruangan angga, fino menahan amarah nya,ia mengepal tangan nya kuat, karena rahasia nya terbongkar.


di saat ia masuk lip, ternyata ia berpapasan dengan Vina.


tapi ia tidak menyapa sama sekali, ia takut dengan ancaman angga, karena angga, tidak pernah main main dengan ucapan nya.


Vina mengedik kan bahu nya, dan ia melanjut kan jalan nya, menuju ke ruang sang papah.


cklek.


Vina pun masuk ke dalam ruangan, dan angga melitik sekilas ke arah, sang anak.


" pah, minta tanda tangan dong. "( Vina) sambil menaruh berkas nya, di atas meja, angga pun mengambil nya, dan menandatangani berkas tersebut, setelah selesai ia memberi kan berkas nya ke pada sang anak.


tapi Vina tidak beranjak sama sekali, ia tahu tentang pemikiran sang anak.


" kamu, pasti penasaran ya nak, kenapa mantan pacar kamu ada di sini. "( angga)


Vina memgangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.


" ambil berkas ini, dan baca sama kamu. "( angga) ia menyerah kan sebuah berkas, dan Vina menerima nya.


Vina membulat kan mata nya, ketika ia membaca nya.


" jadi dia, melakukan kecurangan pah.. ?? "( Vina) ia menatap ke arah sang papah.


" jadi, papah engga usah menjelas kan nya lgi ya nak, karena di situ sudah jelas semua nya. "( angga)


" iya pah, kalau gitu aku ke ruangan aku dulu ya pah. "( Vina) sambil menyimpan berkas nya.


angga mengangguk kan kepala nya, Vina pun meninggal kan ruangan sang papah.


" jangan lupa mampir, ke karya satu aku lagi, hati yg kau sakiti. "

__ADS_1


__ADS_2