
Vina dan giandra pun menoleh ke arah pintu, dan mereka tersenyum saat, melihat sang adik yg datang.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( andra dan kiara) andra pun menutup pintu, pelan.
setelah menutup pintu, andra pun mengikuti sang istri, menuju ke arah sang kaka.
" waalaikumsalam.. ?? " ( giandra dan Vina)
kiara pun cipika cipiki, dengan Vina, sedang kan ke sang abang , ia mengecup punggung tangan nya, dan memeluk nya.
" selamanya ya bang, sekarang sudah menjadi ayah. " ( kiara)
" iya de, makasih ya, atas kunjungan nya. " ( giandra)
" sama sama bang. " ( kiara) ia pun mereka peluk kan nya, dan kini berbalik ke arah sang kaka ipar.
" selamat menjadi seorang ibu. " ( kiara) ia tersenyum ke arah Vina.
" iya ra, makasih ya udah jengukin. " ( Vina)
" sama sama ka.. ?? " ( kiara )
ia pun beralih ke arah box bayi, dengan mata yg berbinar, dan tersenyum senang.
" cantik banget ponakan onty.. ?? " ( kiara) ia membuka kelambu, dan menatap sang keponak kan.
" iya dong, siapa dulu buat nya. " ( giandra) ia menepuk dada nya, dengan bangga nya.
kiara dan andra, saling tatap, dengan tatapan jengah nya.
" kalau kamu mau, kita bisa buat sayang, pasti anak kita lebih lucu, dan cantik. " ( andra) tidak mau kalah dari sang abang.
kini kiara dan Vina, yg saling tatap , dengan tatapan jengah, seperti biasa kalau mereka bertemu, pasti seperti itu, engga mau kalah, pasti ada saja, yg membuat mereka ribut, kiara hanya geleng geleng kepala, dari pada ia harus melihat perdebatan antara sang suami dan juga abang nya, ia lebih baik menggendong keponak kan nya.
" sudah ini rumah sakit, kalian itu ya, selalu saja berdebat, ingat umur.. ?? " ( Vina) dengan sinis.
membuat giandra, dan andra terdiam,setelah mendengar ucapan Vina.
" sayang belain ke. " ( andra) ia merengek ke istri nya, sedang kan sang istri acuh, dan tidak mempeduli kan rengekan sang suami.
membuat gelak tawa giandra pecah, dan membuat sang menangis, karena kaget dengan suara tawa sang ayah, membuat Vina menatap tajam ke arah giandra.
giandra pun terdiam, tak kalah melihat tatapan tajam dari sang istri.
" keluar kalian.. ?? " ( Vina) dengan tegas.
giandra dan andra, menghela napas nya, dan mau tidak mau mereka pun duduk di sofa, sedang kan kiara menutup tirai , karena melihat vina yg akan menyusui anak nya.
sedang kan para lelaki, hanya menghela napas nya, dan saling menatap.
" selamat ya gi.. ?? " ( andra) kini ia yg memulai berbicara, setelah beberapa menit, saling diam.
__ADS_1
" ya.. ?? " ( giandra) jawab nya singkat.
" selamat jadi ayah, dan juga selamat berpuasa. " ( andra) sambil tersenyum jail.
giandra menatap sinis ke arah andra, yg sedang meledek nya.
" sabar bro.. ?? " ( andra) ia menepuk bahu sang kaka ipar.
giandra, tak menggubria ucapan sang adik ipar.
cklek.
pintu pun terbuka, nampak lah sang mertua, sambil tangan sang papa mertua, yg membawa keresek, yg berisi makan nan nya, ia pun meletak kan nya di meja.
" istri kamu lagi menyusui.. ?? " ( silvi)
" iya mah. " ( giandra)
" iya sudah kalau gitu kita makan ya. " ( silvi)
giandra pun mengangguk.
" nak apa kamu mau makan. " ( silvi) ia menatap ke arah andra.
" engga usah tan, aku masih Kenyang. " ( andra) sambil menampil kan senyum manis nya.
" iya udah kalau gitu kami makan dulu ya. " ( silvi) ia pun membuka kitak makan nan nya.
" iya, silahkan tan. " ( andra) ia pun mengambil handphone jua, untuk melihat lihat email yg masuk.
srek...
mereka pun menoleh ke arah, Vina dan juga kiara.
" nak mau makan sekarang. " ( silvi) ia menatap ke arah sang anak.
" boleh mah, tapi setelah mamah beres, baru aku. " ( Vina ) ia merasa tak enak kalau mengganggu sang mamah, lagi makan, walaupun perut nya lapar, tapi ia berusaha menahan nya.
silvi pun mengangguk kan kepala nya, kebetulan makan nan nya sebentar lagi habis.
kiara tau kalau sang kaka ipar lagi lapar, apa lagi ia baru menyusui, ia pun berinisiatif untuk mengambil makan nan sang kaka ipar.
" mana tan, makan nan untuk kaka. " ( kiara)
" oh, ini sayang, kamu bener engga mau makan. " ( silvi) ia menatao ke arah kiara.
" engga tan, kebetulan saya masih kenyang. " ( kiara)
" iya udah kalau gitu, sebelum nya maksih ya, dan maaf udah ngerepotin kamu. " ( silvi) sambil menyodor kan kotak makan nan nya.
" engga tan, aku engga merasa di repotin ko. " ( kiara) sambil menampil kan senyum man nya.
__ADS_1
yg di balas oleh silvi, dengan senyuman nya.
kiara pun berjalan, dan memberi kan kotak makan nan nya ke pada sang kaka ipar.
" makasih ra. " ( Vina) ia pun menerima kotak makan nya, dan tersenyum ke arah Vina.
" sama sama.. ?? " ( kiara)
akhir nya mereka pun selesai makan, dan kini mereka pun berbincang, ngiler kidul, tanpa terasa kini waktu sudah menunjuk kan pukul 09 malam.
" sayang kita pulang yu, kasian anak kita udah terlalu lama di tinggal. " ( andra)
" iya mas. " ( kiara) ia pun menatap ke arah sang kaka ipar.
" ka, bang, om, tante, kami permisi pulang dulu ya, soal nya, kami terlalu lama meninggal kan anak kami, takut nya dia mencari saya. " ( kiara)
" iya de,sekali lagi makasih ya, udah meluangkan kan waktu untuk menjenguk. " ( Vina).
" sama sama ka, ini ada hadiah untuk keponak kan aku, semoga bermanfaat ya. " ( kiara)
" pasti bermanfaat, semoga terganti kan ya. " ( silvi)
" allohuma amin. " ( kiara)
mereka pun pamit, dan saling bersalaman, masih dengan mode jail nya, andra pun membisik kan sesuatu ke telinga nya giandra.
" ingat, harus masih puasa. " ( andra)
giandra pun memukul lengan andra, sedang mereka yg berada di sana hanya menggelenh geleng kan kepala nya melihat tingkah mereka berdua.
akhir nya andra dan kiara pun pamit, dan meninggal kan rumah sakit.
" sayang.. ?? " ( andra) ia menoleh ke arah sang istri.
kiara pun menatap ke arah sang suami.
" ada apa mas. " ( kiara)
" sayang kita tambah lagi anak yu, kamu lepas kb kamu, kaya nya lucu, kalau kita mempunyai anak. " ( andra)
" boleh aja mas, tapi jangan sekarang ya. " ( kiara) ucap pan nya pelan.
" kapan sayang. " ( andra)
" nunggu, anak kamu lepas asi ya mas, sekitar 2 tahun nan, soal nya aku masih mau pokus dulu ke anak kmu, setelah cukup, baru kita menambah anak lagi ya, aku mohon mas. " ( kiara) ia menangkup tangan nya di dada, dengan mata nya yg memohon.
andra pun tak tega, melihat tatapan sang istri, ia menghela napas nya.
" iya sayang, mas ngerti, tapi di saat kamu udah siap, bilang ya sama mas. " ( andra) ia mengelus rambut sang istri.
" iya mas, makasih ya, udah mengerti aku. " ( kiara)
__ADS_1
" sama sama, sayang.. ?? " ( andra)
mereka pun melanjut kan perjalan nan nya, menuju ke rumah nya.