
" iya tapi aku bingung dengan ajakan kamu nikah tiba tiba.. ?? " ( giandra)
" aku akan berusaha, membuka hati aku untuk orang lain gi.. ?? " ( Vina).
" tapi vin.. ?? " ( giandra).
" aku engga mau,kamu menjawab berbelit belit, aku mau jawaban yg pasti kamu mau atau engga. ?? " ( Vina) dengan nada tegas.
" aku.. ?? " ( giandra) ia belum juga menuntas kan dengan ucapan nya, ke buru ada seseorang yg menemui mereka.
" vin. ?? " ( fino) ia pu berdiri di samping vina.
Vina dan giandra pun menatap ke arah fino.
Vina menghela napas nya berat, sedang kan giandra hanya menatap bingung.
" vin, kamu kenapa engga pernah mengangkat telpon aku vin, mamah dan papah aku sudah merestui hubungan kita vin.. ?? " ( fino)
" terus, gimana dengan istri kamu.. ?? " ( Vina)
" nanti aku akan ceray kan dia, kalau dia sudah melahirkan kan. ?? " ( fino)
" segampang itu kamu, berpikir. ?? " ( Vina) ia menatap sinis ke arah fino.
" iya karena aku engga yakin, kalau dia mengandung anak aku.. ?? " ( fino)
" kamu jangan pernah berucap seperti itu,nanti nya kamu bakal menyesal, kalau anak yg di kandung oleh istri kamu itu anak kamu.. ?? " ( Vina)
fino pun terdiam, apa yg di ucap kan oleh Vina, ada benar nya juga.
" tapi fin, aku cinta sama kamu.. ?? " ( fino)
" kamu cinta sama aku.. ?? " ( Vina ) sambil menunjuk diri nya.
" iya vin, aku cinta sama kamu.. ?? " ( fino) ia meyakin kan Vina.
" kalau kamu cinta sama aku, kamu engga mungkin menghianati aku, dan kamu melakukan hubungan terlarang, sampai menghasil kan anak, itu yg nama nya cinta.. ?? " ( Vina ) ia menyinggung kan senyum manim nya.
" aku khilaf, vin.. ?? " ( fino) ucap nya lirih.
" kalau kamu khilaf, engga akan terus menerus melakukan hubungan terlarang, itu bukan hilap tapi kebablasan.. ?? " ( Vina)
" aku tau, aku salah vin, aku engga bisa menahan godaan itu, aku laki laki normal, kalau terus menerus aku di goda,lama ke lamaan iman aku goyah.. ?? " ( fino)
__ADS_1
Vina hanya menyungging kan senyum man nya.
" kalau kamu memang cinta sama aku, pasti kamu akan kuat akan godaan itu.. ?? " ( Vina).
" sudah lah fin, aku udah engga mau lagi sama kamu.. ?? " (Vina)
" tapi vin, aku cinta sama kamu, aku engga bisa hidup tanpa kamu.. ?? " ( fino) dengan tatapan memohon.
" cukup fin, jangan pernah kamu mengucap kan kata kata itu lagi, dan stop untuk meminta aku untuk balik lagi sama aku, karena aku akan menikah.. ?? " ( Vina)
" kamu pasti bohong kn fin, aku tau kamu masih cinta, sama aku ya vin, terlihat satu tatapan kamu.. ?? " ( fino)
" jangan ke pd an ya, karena hati aku sudah tertutup, dan tidak ingin lagi mengenang tentang kamu.. ?? " ( Vina) ia pun menatap giandra yg hanya jadi penonton saja.
" kenal kan, dia adalah acalon suami aku.. ?? " ( Vina) ia pun beralih dan menggandeng tangan giandra.
" kamu jangan bercanda vin, kamu bohong kan.. ?? " ( fino) ia menatap Vina,berusaha meyakin kan.
" aku engga bohong, buat apa aku bohong, seminggu lagi aku akan nikah.. ?? " ( Vina) ia mengerat kan genggaman tangan nya.
" iya, saya akan menikahi Vina seminggu lagi. ?? " ( giandra) ucap pan nya tegas.
" kalian pasti bohong kan.. ?? " ( fino)
" okey, saya akan tunggu undangan kamu, dan satu saya akan beritahu kamu, kalau kamu itu hanya pelampiasan Vina, karena saya lihat Vina masih mencintai saya.. ?? " ( fino)
giandra pun terdiam, sedang kan Vina hanya membulat kan mata nya, apa yg di ucap kan, oleh fino ada benar nya juga, tapi rasa cinta nya tidak sebesar dulu, Vina pun menghela napas nya, dan berusaha untuk tidak gugup.
" kamu salah fin, aku sudah bilang kalau rasa cinta aku sudah tidak ada, semenjak kamu menghianati aku.. ?? " ( Vina) dengan menampil kam wajah serius.
fino pun sudah ke habis san kata kata, ia pun pergi dari hadapan Vina dan giandra.
sedang kan giandra ia masih mencerna ucapan fino ada benar nya.
" gi.. ?? " ( Vina) ia menggoyang goyang kan lengan giandra.
giandra pun tersadar, dan menatap Vina.
" ah iya vin.. ?? " ( giandra)
" kamu jangan pernah mendengar ucapan si fino ya gi, walaupun aku belum cinta sama kamu, tapi aku akan berusaha untuk menumbuh kan rasa cinta aku ke kamu, dengan seiring nya waktu, pasti akan tumbuh rasa cinta.. ?? " ( Vina)
" makan nya, kamu bantu aku ya gi.. ?? " ( Vina) ia menatap giandra dengan tatapan memohon.
__ADS_1
giandra pun melihat, raut wajah Vina, dengan tatapan memohon seperti itu, ia merasa tak enak, ia pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan tersenyum.
" iya udah sekarang kita lanjut kan makan lagi.. ?? " ( giandra) ia mengelus rambut Vina Vina hanya mengangguk kam kepala nya saja, dan mereka pun duduk dan melanjut kan acara makan nya.
selang beberapa menit mereka pun, selesai dengan acara makan ny, giandra pun memanggil pelayan untuk meminta bil nya, setelah selesai, mereka pun menuju ke arah parkir.
" kamu bawa mobil.. ?? " ( giandra)
" iya aku bawa mobil.. ?? " ( Vina).
" baik kalau gitu aku duluan ya, untuk ke depan nya , tentang persiapan pernikahan kita, nanti aku hubungi lagi, dan besok malam aku akan ke rumah kamu, untuk melamar kamu ke orang tua kamu. " ( giandra)
" iya gitu, sebelum nya makasih ya.. ?? " ( Vina)
" sama sama, iya udah aku antar kamu ke mobil kamu.. ?? " ( giandra).
Vina pun mengangguk kan kepala nya, dan ia pun menuju ke mobil nya, ia pun menekan pintu mobil, untuk membuka kunci mobil nya.
giandra pun membuka kan pintu, untuk Vina.
Vina tersenyum, dan masuk ke dalam.
" hati hati, nanti kalau udah sampai kabarin aku ya.. ?? " ( Vina)
" iya, aku duluan ya gi, assalamu'alaikum.. ?? " ( Vina)
" waalaikumsalam.. ?? " ( giandra) ia pun menutup pintu mobil Vina, pelan.
Vina pun melaju kan mobil nya, meninggal kan giandra, setelah mobil Vina melaju giandra pun masuk ke dalam mobil nya, ia menghela napas nya, dan kini ia pun melaju kan mobil nya menuju ke rumah nya, ia harus segera pulang dan memberi kabar kepada sang mamah.
hanya menempub 20 menit saja, giandra sudah sampai di rumah nya, ia pun langsung masuk, dan mencari sang mamah, ternyata sang mamah lagi menonton TV.
" assalamu'alaikum mah.. ?? " ( giandra) ia mengecup punggung tangan sang mamah.
" waalaikumsalam.. ?? " ( fitri)
" gimana bang, mamah penasaran nih.. ?? " ( fitri) ia menampil kan wajah serius nya.
giandra menghela napas nya.
" aku dan Vina akan menikah mah, minggu depan.. ?? " ( giandra)
fitri pun terdiam sejenak, dan berusaha mencerna ucapan sang anak.
__ADS_1