Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 189


__ADS_3

kini Vina sudah sampai rumah, ia pun masuk ke dalam rumah.


" assalamu'alaikum. ?? " ( Vina)


" waalaikumsalam.. ?? " ( silvi) ia yg menyambut langsung anak nya, karena ia penasaran.


" gimana nak.. ?? " ( silvi)


Vina pun tidak menanggapi ucapan mamah nya, ia malah mengambil punggung tangan sang mamah untuk ia kecup.


" sambil duduk yu mah.. ?? " ( Vina)


" iya sayang.. ?? " ( silvi) ia pun mengekor di belakang Vina.


Vina pun duduk di sofa, dan di ikuti oleh silvi.


" gimana sayang.. ?? " ( silvi) sambil menampil kan wajah penasaran nya.


" mamah penasaran yah.. ?? " ( Vina ) ia menunjuk wajah mamah nya, dengan tersenyum jail.


" iya mamah penasaran.. ?? " ( silvi)


" makan nya cepet, bilang.. ?? " ( silvi)


" siap deh, aku bakal cerita, tapi mamah jangan jantung ngan ya.. ?? " ( Vina)


" iya mamah, engga akan jantung ngan , orang jantung mamah sehat.. ?? " ( silvi)


" udah cepet bilang, ngapain sih malah mikir mikir gitu.. ?? " ( silvi) karena ia benar benar penasaran, dengan ke putusan yg di ambil oleh sang anak.


Vina pun menghela napas nya, sebelum berbicara.


" jadi gini mah, aku sama giandra mau menikah satu minggu lagi.. ?? " ( Vina)


" apa, sayang kamu serius.. ?? " ( silvi) ia menatap sang anak.


" iya aku serius mah, aku engga bohong.. ?? " ( Vina)


" tapi giandra engga kamu jadi kan pelampiasan kan vin, dia itu laki laki baik nak.. ?? " ( silvi)


" engga mah, aku akan berusaha untuk mencintai giandra mah, aku juga sudah berbicara semua kepada giandra, tentang aku dan fino, bahkan di saat aku bertemu dengan giandra, tadi malah ada fino mah.. ?? " ( Vina)


" masa sayang, di sana ada fino.. ?? " ( silvi)


Vina pun mengangguk kam kepala nya, dan akhir nya ia pun mencerita kan semua nya, tentang kejadian tadi di cafe.


" untung nya mah, giandra tidak terpengaruh dengan ucapan fino.. ?? " ( Vina)


" syukur lah sayang, mamah yakin kalau giandra itu laki laki baik, mamah kenal ia dari kecil.. ?? " ( silvi)


" iya mah.. ?? " ( Vina)


" ingat ya nak, kamu harus bisa menerima giandra, buka hati kamu sayang.. ?? " ( silvi)


" iya mah, aku akan membuka hati aku, untuk giandra.. ?? " ( Vina)

__ADS_1


silvi pun memeluk sang anak dengan erat, dan peluk kan nya, di balas oleh sang anak, untuk sementara mereka tidur saling berpeluk kan, di saat mereka berpeluk kan sang papah pulang.


" aduh lagi asyik berpeluk kan nih, papah ikutan dong.. ?? " ( angga)


Vina dan silvi tidak menanggapi ucapan angga, mereka masih asyik berpeluk kan, angga pun ikut memeluk mereka berdua.


" awas, ah pah.. ?? " ( Vina) ia berusaha mereday peluk kan nya.


" kenapa di lepas sayang.. ?? " ( angga)


" engap yah, dan gerah, aku ke atas dulu ya, bau pah, mah.. ?? " ( Vina) ia pun beranjak dari sofa, sebelum beranjak ia mengecup pipi sang manah, dan berganti ke sang papah.


" iya sayang.. ?? " ( silvi)


angga pun kini ikut duduk di sofa, si samping aang istri.


" mas.. ?? " ( silvi) ia menatap sang suami.


angga pun menoleh ke arah silvi.


" mas bentar lagi kita akan punya menantu.. ?? " ( silvi) sambil menampil kan gigi putih nya.


" maksud kamu sayang.. ?? " ( angga) dengan tatapan heran.


" iya anak kita mau nikah.. ?? " ( silvi)


" jangan bercanda, deh sayang.. ?? " (angga)


" aku engga bercanda, sayang.. ?? " ( silvi)


" serius sayang.. ?? " ( angga)


" apa, sayang.. ?? " ( angga).


" iya mas, engga usah kaget gitu deh.. ?? " ( silvi).


" aku kaget sayang, dan benar benar bingung, coba kamu ceritain sayang.. ?? " ( angga)


silvi pun menghela napas nya, dan akhir nya ia pun membicara kan dari awal, sampai akhir, tentang kisah sang anak, memang selama ini silvi tidak membicara kan masalah sang anak, selama ia masih bisa mengatasi nya.


" terus gimana sayang. ?? " ( silvi)


" iya engga gimana gimana lah mas, besok kata nya keluarga giandra akan melamar anak kita secara resmi.. ?? " ( silvi)


" apa sayang, kamu serius, ko mendadak sih sayang.. ?? " ( angga) dengan menampil kan wajah kaget.


" iya mas.. ?? " (silvi)


" ko kamu malah, tenang gitu sih sayang, kita kan belum punya persiapan.. ?? " ( angga)


" harus persiapan apa sih mas, orang Vina dengan giandra pingin acara lamaran nya sederhana, lagian menikah oun mereka ingin sederhana.. ?? " ( silvi)


" kalau untuk lamaran papah setuju, kalau mau sederhana.. ?? " ( angga)


" tapi untuk menikah, palah engga setuju, karena Vina anak satu satu nya aku, jadi aku ingin memperkenal kan mantu dari keluarga mehendra.. ?? " ( angga)

__ADS_1


" kalau itu keputusan kamu, kamu tinggal bilang besok di saat acara lamaran.. ?? " ( silvi)


angga pun mengangguk kan kepala ny saja.


" iya udah mas, kita ke atas, kamu harus membersih kan tubuh kamu dulu.. ?? " ( silvi)


" iya tapi temenin.. ?? " ( angga)


" iya udah, ayo.. ?? " ( silvi)


" udh mau punya menantu aja masih saja manja.. ?? "( silvi) ia menggerutu.


" biarin aku manja nya sama kamu, kalau aku manja nya sama orang lain gimana.. ?? " ( angga) ia menaik turun kan alis nya.


" awas aja kalau kamu kaya gitu, aku akan potong burung kamu.. ?? " ( silvi) ia menatap tajam ke arah angga.


angga yg melihat tatapan sang istri beegidik ngeri.


" iya engga akan lah sayang, orang aku cinta mati sama kamu.. ?? " ( angga) sambil menampil kan senyuman nya.


" awas aja kalau kamu berani macam macam.. ?? " ( silvi)


angga pun hanya mengangguk kan kepala nya saja dan mereka pun menuju ke kamar nya.


sedang kan di kediaman giandra, mereka sedang membicara kan tentang hubungan giandra dan juga Vina.


" kamu serius bang.. ?? " ( fitri) ia kembali meyakin kan ucapan sang anak.


" aku serius mah, masa aku bohong.. ?? "( giandra)


" tapi seminggu, terlalu cepat bang .. ?? " ( fitri)


" kita sepakat pingin menikah sederhana mah, yg penting sakral.. ?? " ( giandra)


" tapi sayang, apa orang tua nya setuju sayang.. ?? " ( fitri)


" kalau pernikahan nya, hanya sederhana, kan kamu tau sendiri kalau Vina itu anak tunggal.. ?? " ( fitri)


" aku engga tau mah, gimana besok aja.. ?? " ( giandra)


" maksud nya sayang.. ?? " ( fitri)


" iya kan besok malam aku akan melamar Vina, aku akan meminta Vina sebagai istri aku mah, di hadapan orang tua nya mah.. ?? " ( giandra)


" lagi lagi kamu mendadak bang, allohuakbar.. ?? " ( fitri)


" masa kita engga bawa buah tangan sih bang.. ?? " ( fitri)


" tinggal beli aja mah, kan mamah banyak kenalan, masa gitu aja repot sih mah.. ?? " ( giandra)


" kamu itu ya bang, segala sesuatu di bikin mudah.. ?? " ( fitri)


" iya terus, harus gimana mah, apa yg aku ucap kan bener kan mah.. ?? " ( giandra)


" iya udah mamah akan persiap kan semua nya, engga mungkin kan mendadak.. ?? " ( fitri)

__ADS_1


" terserah mamah aja deh.. ?? " ( giandra)


fitri hanya menggeleng kan kepala nya saja, atas ucapan sang anak,giandra pun pamit untuk ke atas, sedang kan fitri ia mempersiap kan untuk acara lamaran sang anak.


__ADS_2