
kini giandra, dan Vina pun sudah berada di taman belakang, silvi sudah menyiapkan kan bumbu rujak, yg akn di ulek oleh giandra.
giandra dengan senang hati mengulek bumbu rujak, untuk sang istri, dan juga anak nya.
" udah selesai, cobain. "( giandra)
dengan mata yg berbinar, Vina pun memakan rujak.
" gimana enak..? ? " ( giandra) ia menatap ke arah Vina.
" enak banget mas. "( Vina) sambil mengunyah.
" syukur kalau enak, tapi jangan terlalu banyak, takut nya nanti sakit perut. "( giandra).
Vina pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban nya.
giandra dan silvi hanya menatap Vina, yg sedang memakan rujak dengan lahap.
" assalamu'alaikum.. ?? "( angga)
" waalaikumsalam.. ?? "( silvi dan giandra) menoleh ke arah angga.
" loh, ko ada giandra. "( angga) ia mengkerut kan kening nya.
giandra pun mengecup punggung tangan angga.
angga duduk di samping sang istri, dengan raut wajah penasaran, silvi sang istri tautau dengan raut wajah yg di tampil kan oleh suami nya.
" kamu, pasti penasaran kan, kenapa giandra bisa ke sini.. ?? "( silvi)
angga mengangguk kan kepala nya , karena apa yg di ucap kan oleh sang istri ada memang benar.
silvi pun mencerita kan dari awal,kenapa giandra tau, kalau Vina lagi hamil.
" jadi gitu pah.. ?? "( silvi)
" jadi giandra sudah tau semua nya, terus keputusan kamu sekarang gimana. "( angga) ia menatap ke arah giandra.
" aku mau kita rujuk pah, aku mau membesar kan anak kita pah, tapi balik lagi ke Vina, apa mau rujuk dengan aku, atau engga.. ?? "( giandra k
semua orang menatap ke arah Vina, Vina yg di tatap menatap bingung.
" gimana sayang.. ?? "( silvi)
Vina menghela napas nya, dan menatap semua orang yg ada di sana, ia bimbang harus menjawab apa.
" jawab lah dari hati kamu nak. "( silvi) ia mengelus punggung sang anak.
" aku mau mah, tapi bagaimana dengan keluarga mas giandra , apa mereka bisa nerima aku, apa lagi kemarin aku menyakiti mas giandra. "( Vina) ucap nya lirih.
__ADS_1
" aku sudah, membicara kan semua nya, sama orang tua aku vin, InsyaAllah mereka menerima, apa lagi kamu lagi mengandung anak aku, yg otomatis itu cucu nya. "( giandra)
" tapi mas. "( Vina)
" engga ada tapi tapian vin, besok aku akan ke sini membawa ke dua orang tua aku.. ?? "( giandra)
" engga usah kamu yg ke sini nak, kita yg akan ke sana. "( angga).
" kenapa gitu om.. ?? " ( giandra)
" sekalian mau minta maaf, sama keluarga kamu gi, atas perlakuan anak kita. " ( angga).
" tapi pah, kalau papah ke sana kesan nya gimana gitu pah. "( giandra) ia merasa tak enak.
" iya engga apa apa gi, engga usah merasa tak enak, sekarang saja kita ke sana, karena rencana baik, jangan di tunda tunda. "( angga )
" orang tua kamu kan, ada di rumah. "( angga)
" mereka pasti ada di rumah om, apa lagi mereka baru punya cucu baru. "( giandra).
" apa, jadi kiara sudah melahir kan. "( silvi).
" iya tan, kiara sudah melahir kan. "( giandra).
" laki laki, atau perempuan. "( silvi).
" wah, cucu pertama laki laki, pasti semua orang bahagia.. ?? "( silvi)
" iya, doa mereka terkabul tan, karena dari keluarga aku pingin cucu nya pertama nya itu laki laki, dan dari keluarga andra pun sama, ingin laki laki.. ?? "( giandra ) penuh dengan antusias.
" iya udah sekarang kita siap siap dulu untuk pergi ke sana, sekalian menjenguk anak nya andra, dan kiara. "( angga)
sulvi pun mengangguk, mereka berdua pun pamit, untuk bersiap siap, kini tinggal lah giandra, dan juga Vina.
" vin.. ?? "( giandra)
Vina pun menatap ke arah giandra.
" anak kita laki laki atau perempuan. " ( giandra) dengan tatapan penasaran.
" kalau mas, mau nya apa.. ?? "( Vina)
' kalau, aku mau nya laki laki, tapi kalau perempuan juga engga apa apa, yg penting sehat, selamat.. ?? " ( giandra )
" bener, engga apa apa, kalau perempuan. "( Vina) ia menatap ke arah giandra.
" iya, engga apa apa,itu hanya harapan saja, yg terpenting buat aku, sehat dan selamat , itu yg terpenting buat aku vin. "( giandra)
" anak kamu, perempuan mas.. ?? "( Vina) ucap nya lirih.
__ADS_1
" allhamdulilah, anak pertama cewe, bisa jadi anak ke dua laki laki, .. ?? "( giandra) sambil tersenyum genit.
" kalau cewe lagi gimana. "( Vina)
" iya engga apa apa , kita bikin lagi sampai anak kita laki laki. "( giandra)
" itu mah mau nya kamu mas. " ( vina) memanyun kan bibir nya.
" jangan di manyun menyun nin gitu deh vin,kamu mancing aja. "( giandra)
" dari dulu sampai sekarang kamu masih mesum ya mas. "( Vina)
" aku laki laki normal vin, tapi aku tau, kalau aku mesum nya hanya ke pasangan halal. "( giandra) sambil tersenyum.
" emang selama di sana, engga ada gitu perempuan, yg mencuri hati kamu. "( Vina) menatap penasaran ke arah giandra.
" entah lah, sampai sekarang hati aku masih ada nama kamu vin, ingin rasa nya aku melupa kan kamu, tapi tetap aja, aku engga bisa, dan pada akhir nya aku bisa memiliki kamu lagi vin. " ( giandra)
" maaf kan, aku mas, atas ke salah han aku dulu, jujur aku merasa tak enak mas, karena sudah menyakiti kamu,makan nya aku mau menutupi ke hamil lan anak kamu mas,karena aku engga punya ke beranian,bertemu dengan kamu,bahkan bertemu dengan ke dua orang tua kamu pun aku engga berani,maaf kan aku mas,atas ke salah han,yg aku perbuat,sekali lagi maaf kan aku mas."( Vina) ia menatap ke arah giandra, penuh dengan penyesalan.
" setelah kamu pergi, aku baru merasa kan kalau aku engga mau jauh dari kamu mas, aku mencintai kamu mas. "( Vina).
" apa, kamu benar mencintai aku vin. "( giandra)
" iya mas, aku sangat mencintai kamu."( Vina)
" makasih.. ?? "( giandra) ia memeluk Vina, dengan erat.
" seharus nya, aku yg bilang maksih, karena mau menerima aku kembali. "( Vina)
" sama sama, kita tutup luka yg lama, kita jalani hidup kita yg baru, dengan anak kita sayang. "( giandra )
Vina mengangguk kan kepala nya, dan memeluk giandra.
" makasih mas, udah mau nerima aku lagi. "( Vina)
" sama sama sayang.. ?? "( giandra)
" iya udah sekarang kamu siap siap dulu, kita bentar lagi berangkat. "( giandra)
" iya udah mas, aku mau siap siap dulu, kamu tunggu di sini ya, atau mau tunggu di ruang tengah. "( Vina).
" aku tunggu di ruang tengah aja. "( giandra).
Vina pun mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, sedang kan Vina menuju ke atas, untuk mengganti pakaian nya.
setelah semua sudah rapih, mereka pun pergi ke rumah giandra.
" jangan lupa mampir ke karya aku yg stu lagi hati yang kau sakiti. "
__ADS_1