Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 281


__ADS_3

kini waktu nya kiara pulang, mereka pulang ke rumah fitri.


" allhamdulilah, sampai juga.. ?? "( anita)


mereka semua duduk di sofa.


" kamu istirahat aja nak, ini liat anak kamu juga seperti mau nete. "( anita)


kiara pun mengangguk dan mereka pun menuju ke kamar, dan benar saja kalau sang anak, ingin nete.


" mamah ke luar dulu ya nak.. ?? "( anita)


kiara pun mengangguk, dan kini tinggal, kiara dan andra.


" mas, mau di beri nama apa anak kita. "( kiara) karena sang anak, sudah berumur 2 hari, tapi sang anak belum di beri nama.


" gimana kalau, aku kasih nama arka pertama. "( andra)


" nama yg bagus mas.. ?? "( kiara) sambil menampil kan senyum manis nya.


" iya udah kalau kamu setuju, nanti kita umum kan di saat acara akikah saja sayang . "( andra)


" terserah mas saja, aku ngikutin.. ?? "( kiara)


" siap sayang, oh iya sayang, kapan kita mau pindah. "( andra)


"kalau engga gini aja mas, gimana kalau kita pindah di saat anak kamu akikah, jadi bisa sekalian, sekalian syukuran rumah, dan acara akikah anak kita. " ( kiara)


" ide yg bagus sayang, entar aku mau bilang sama mamah, dan papah ya sayang.. ?? "( andra)


kiara hanya mengangguk kan kepala nya saja.


" aduh anak papah, udah kenyang ya. "( andra)


ia mengambil anak nya, dan menyimpan di bok bayi.


" kamu istirahat ya sayang, biar cepat pulih.. ?? "( andra)


kiara pun mengangguk sebagai jawab ban, karena ia juga merasa ngantuk, mungkin epek dari obat.


andra pun ke luar dari kamar menuju ke ruang tengah, di sana ada orang tua nya, dan juga mertua nya.


" mah, pah.. ?? "( andra) semua yg di situ menoleh ke arah andra.

__ADS_1


" ada apa ndra. "( anita)


" aku mau mengada kan akikah, tapi acara nya akan di laksana kan di rumah baru kita mah. "( andra)


" loh, koh di sana ndra.. ?? "( fitri) dengan menampil kan wajah kaget nya.


" iya mah, sekalian kita mau pindah. "( andra).


" kenapa, kalian mau pindah nak, kalian udah engga betah di sini.. ?? "( fitri)


" bukan, udah wngga betah mah, tapi sebelum nya aku sudah bilang sama kalian semua, kalau kita akan pindah, ke rumah di saat kami sudah punya anak, nah sekarang waktu nya kita pindah mah, pah. "( andra)


fitri menghela napas nya, ia pun mengingat nya lagi, kalau andra dan kiara pernah bilang, kalau mereka akan menempati rumah nya, di saat mereka punya anak, dan kini mereka sudah mempunyai anak, waktu nya mereka mandiri.


" iya udah, kalau itu keputusan kalian, kita hanya bisa, mendukung nya, kapan kalian pindah, kalau bisa jangan sekarang ya nak, soal nya badan kiara, masih belum sehat, dan bayi kamu juga masih kecil, kasih waktu 2 minggu, ya nak. "( fitri)


" iya mah, sebelum nya, aku mau mencari dulu asisten untuk menemani kiara, ena membantu kiara. "( andra)


" emang kamu butuh asisten rumah tangga, berapa orang nak. "( anita)


" dua aja mah, biar bergantian.. ?? "( andra)


" kalau supir dan tukang kebun, emang kamu engga membutuh kan. "( anita)


" kalau itu sudah ada mah, satpam, tukang kebun, kalau supir aku mengambil dari supir kantor mah. "( andra)


" terserah mamah aja, jngan terlalu muda, jangan terlalu tua, yg pnting dia pl bekerja dengan sungguh sungguh, dan sopan. "( andra)


" ok sayang.. ?? "( anita)


" mamah cocok, pasti aku pun cocok.. ?? "( andra)


" paling kapan kamu pindah.. ?? "( fitri)


" mungkin 2minggu lagi,mudah mudah han kiara sudah sehat mah. "( andra)


" yah, rumah ini bakal sepi lagi.. ?? "( fitri) dengan tatapan sendu .


" mamah kaya yg di tinggal, kemana aja, orang masih satu komplek, bisa dengan berjalan kaki. "( andra).


memang rumah andra dan juga kiara, engga jauh dari rumah fitri, hanya terhalang oleh 2 rumah, jadi fitri bisa kapan saja, bertemu dengan cucu nya, dan juga anak nya.


" kalau gitu aku pamit ya,ndra mamah pamit ya, salam ya ke kiara. "( anita)

__ADS_1


" iya mah. "( andra)


" assalamu'alaikum.. ?? "( anita)


" Wa'alaikumussalam.. ?? "( jawab semua)


anita pun beranjak dari sofa, dan andra mengecup punggung tangan anita , dan berganti ke arah sang papah.


kini anita cipika cipiki ke arah fitri, fitri mengantar sampai luar, sedang kan andra masuk ke kamar, karena ia lelah, mungkin karena berada di rumah sakit, ia kurang tidur,ia pun merebah kan tubuh nya, dan tak berselang lama, ia sudah terlelap, sambil tangan nya memluk tubuh sang istri.


berbeda dengan andra, yg sedang istirahat, kini giandra sedang menghendaki pekerjaan andra, semenjak ia masuk kerja, setumpuk pekerjaan sudah menunggu nya.


bahkan untuk makan siang pun, ia tidak ke luar, dia hanya makan di ruangan nya.


di saat ia sesat serius dengan berkas berkas nya, handphone nya berdering.


giandra pun melihat, siapa yg menghubungi nya, ternyata orang suruhan nya, yg menghubungi nya, ia pun langsung menekan tombol hijau .


" hallo ada apa. "( giandra) dengan tegas.


" maaf tuan, baru mengabari sekarang, karena kemarin ada kendala."( suruhan).


" iya, engga apa apa, sekarang informasi apa yg kamu dapat. "( giandra)


" saya mendapat kan informasi, kalau nona Vina dan fino engga pernah menikah tuan, karena fino ke tahuan, membohongi nona Vina. "( suruhan)


" apa.. ?? "( giandra) sedikit berteriak .


" informasi yg kamu beri kan, apa benar.. ?? "( giandra) ia meyakin kan orang suruhan nya.


" iya benar tuan, saya yakin informasi yg saya beri kan, benar."( suruhan)


" apa tuan, tidak mempercayai saya, dan meragu kan kinerja saya. "( suruhan)


giandra terdiam, karena selama ini ia tidak pernah kecewa, dengan kinerja sang anak buah nya.


" gimana tuan, kalau tuan engga percaya tuan main aja ke rumah nya, untuk memasti kan, dan kalau informasi yg saya beri kan tidak sesuai bukti nya, tuan tidak usah membayar nya. "( suruhan)


" iya sudah, saya akan mengecek nya langsung. "( giandra)


" iya udah kalau gitu saya tutup.. ?? "( giandra) ia pun menutup sambungan telpon nya.


giandra memanggil asisten nya, dan menanya kan apa aja agenda nya, ternyata hati ini luang, jadi giandra memutus kan untuk pergi ke rumah Vina, karena ia benar benar penasaran, dengan anak yg di kandung oleh Vina, ia harus memasti kan anak yg di kandung nya itu adalah anak nya.

__ADS_1


setelah pekerjaan nya beres, giandra pun menuju ke rumah Vina, untuk memasti kan nya, dengan perasaan yg sulit ia arti kan.


" jangan lupa mampir ke karya aku yg stu lagi, hati yg kau sakiti. "


__ADS_2