
di saat giandra, mau ke luar rumah, mereka berpapasan dengan silvi.
" loh, kalian mau kemana.. ?? " ( silvi)
" kami, mau ke rumah mamah fitri.. ?? " ( Vina)
" emang mau ngapain ke sana.. ?? " ( silvi)
kini ia sudah berada di depan sang anak, dan mantu nya, Vina dan giandra pun langsung mengecup punggung tangan sang mamah, secara bergantian.
" kalian, belum jawab pertanyaan mamah.. ?? " ( silvi)
" kita, mau ke rumah mamah fitri.. ?? " ( vina)
" emang mau apa.. ?? " ( silvi) wajah nya,penuh dengan tanda tanya.
" kita mau ada acara bakar bakar mah, bumil lagi ngidam.. ?? " ( Vina)
" oh gitu ya.. ?? " ( silvi) dengan tatapan kecewa.
" tadi nya mamah mau mengajak, kalian makan malam, tapi kalian nya malah pergi.. ?? " ( silvi)
" maaf ya mah, aku bukan nya engga mau, tapi gimana, kalau kita menolak, engga enak, karena ini ke ingin nanti bumil, takut nya nanti ke ponakan kita ngeces.. ?? " ( Vina)
" iya sih, iya udah kalau gitu, mamah pulang saja.. ?? " ( silvi) ucap nya lirih.
sebenar nya Vina, merasa tak enak, tapi ia juga tak enak kalau harus menak permintaan sang adik ipar.
" mah,gini aja, gimana kalau mamah ikut aja dengan kami ke rumah mamah fitri.. ?? " ( giandra) ia mengambil jalan tengah nya, karena ia juga engga tega melihat raut wajah sang ibu mertua.
silvi pun mendongak kan wajah nya,ia menatap sang menantu.
" emang boleh.. ?? " ( silvi)
" iya boleh lah mah, mamah fitri pasti seneng, biar ada teman gibah.. ?? " ( giandra) sambil menampil kan senyuman nya.
" ah, iya juga, udah lama banget mamah engga gibah dengan mamak kamu, tapi bener nih mamah boleh ikut.. ?? " ( silvi)
" bener mah, mamah boleh ikut.. ?? " ( giandra) ia meyakin kan kembali, ucapan nya.
" iya udah, kalau gitu mamah ke rumah dulu mau ganti baju.. ?? " ( silvi).
" bareng kita aja mah, biar nanti kita tungguin.. ?? " ( giandra) ia menghalangi, sang ibu mertua, untuk pergi sendiri.
silvi pun, mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
kini giandra, Vina, dan sang ibu mertua pergi ke rumah giandra, tapi sebelum nya, ibu mertua mampir dulu ke rumah nya, hanya untuk mengambil tas nya saja.
__ADS_1
sedang kan di ke diaman kiara, mereka sedang menyiap kan, ke butuh han untuk bakar bakar.
kiara pun menuju ke bawah, ia duduk di sofa, setelah melaksana kan shalat magrib, mereka pun pergi ke ruang tengah.
karena yg menyiap kan, bahan bahan dan yg lain nya itu oleh para asisten doni, jadi mereka tinggal Terima beres.
adalah masalah pembakar ran, biar laki laki saja, yg melaku kan nya, apalagi kiara ingin, yg melakukan nya para lelaki.
" ini belum seberapa, nanti kita lihat ke depan nya, cucu opah , ngidam apa lagi.. ?? " ( doni)
" semoga aja, jangan yg berat berat, kaya sekarang kan yg ringan ringan aja.. ?? " ( fitri).
" iya, biar kita menurut ti ke mauan nya, tidak berat.. ?? " ( doni).
" biasa nya, kalau ngidam yg riweh, suami nya , ini mah para omah dan opah pun ikut riweh.. ?? " ( fitri)
" iya ya, tapi engga apa pa lah, aku di riperotin sama cucu kita, asal yg ringan ringan ya.. ?? " ( doni) ia mengelus perut sang anak.
" mah, ka giandra, udah di hubungi.. ?? " ( kiara)
" udah sayang, kita tinggal tunggu aja.. ?? " ( fitri)
kiara hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawaban.
" apan perlu mamah, hubungi mamah anita, biar tambah seru.. ?? " ( fitri)
fitri pun menghilang handphone nya, dan mencari nama anita, setelah menemukan nya, fitri pun menekan tombol panggil, tak menunggu lama, sambungan telpon pun terhubung.
" assalamu'alaikum fit.. ?? " ( anita)
" waalaikumsalam.. ?? " ( fitri)
" ada apa fit.. ?? " ( anita)
" aku mau, ngajak kin kamu untuk bakar bakar, kamu mau ikutan.. ?? " ( fitri)
" loh, ko tumben, acara nya mendadak.. ?? " ( anita)
" gimana, engga mendadak, orang ini acara nya bumil.. ?? " ( fitri)
" acara bumil, maksud nya gimana.. ?? " ( anita) ia masih belum ngeh, dengan ucapan fitri.
" jadi anak aku, ngidam ingin bakar bakar ran, tapi ngajak kin keluarga, yg deket deket aja.. ?? " ( fitri)
" aduh, ternyata mantu aku, lagi ngidam ya.. ?? " ( anita)
" iya nit, makan nya kamu ke sini.. ?? " ( fitri)
__ADS_1
" aduh, aku ingin ke sana, cuman aku sekarang lagi di luar, aku lagi mau nemenin suami aku, untuk menghadiri acara jamauan makan malam, dengan klayen nya,aku ini udah ada di rumah nya, gimana dong, kalian telat, memberitahu aku nya.. ?? " ( anita)
" yah kirain, kamu engga lagi ada acara.. ?? " ( fitri)
" iya maaf ya, kalau pun harus balik, pasti engga ke buru, soal nya rumah klayen suami aku jauh, berada di puncak.. ?? " ( anita)
" iya udah, engga apa apa, biar lain kali aja.. ?? " ( kiara) ia menengahi, karena ia engga mau, kalau sampai sang ibu mertua, ke pikiran.
ke betulan handphone nya, fitri di lospek, jadi terdengar.
" aduh nak, bener nih engga apa apa.. ?? " ( anita) ia merasa tak enak.
" bener ran mah, engga apa apa.. ?? " ( kiara)
" iya udah kalau gitu, maaf ya nak mamah engga bisa ke sana.. ?? " ( anita)
" iya mamah, santay aja, mamah lanjut aja, acara nya, jangan pernah merasa bersalah.. ?? " ( kiara)
" iya nak, sekali lagi maaf ya.. ?? " ( anita)
" iya mah.. ?? " ( kiara)
" iya udah, kalau gitu aku tutup ya telpon nya, assalamu'alaikum.. ?? " ( fitri)
" waalaikumsalam.. ?? " ( anita) sambunhan telpon pun tertutup.
fitri pun menyimpan kembali handphone nya di atas meja.
tak berselang lama, ada seorang yg membuka pintu, sambil mengucap kan salam, siapa lagi kalau bukan giandra, sang istri dan ibu mertua nya.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( ucap bertiga) sambil berjalan ke arah sofa.
" waalaikumsalam.. ?? " ucap semua, yg berada di ruang tengah
" loh vi, kamu ikut juga.. ?? " ( fitri) sambil cipika cipiki, dan di ikuti oleh sang anak dan menangu nya, untuk bersalaman.
" engga boleh ya, aku ikut ke sini.. ?? " ( silvi)
" iya boleh lah, biar seru.. ?? " ( fitri)
" ah, makasih, udah ijin nin aku ikut ke acara kalian.. ?? " ( silvi)
" kamu itu ya kaya yg ke siapa aja, lagian kita ini keluarga.. ?? " ( fitri)
silvi hanya mengangguk dan menampil kan senyuman nya, silvi pun mengalihkan kan tatapan nya, ke arah kiara.
" sayang apa kabar.. ?? " ( silvi)
__ADS_1
" baik mah, mamah sendiri gimana, kabar nya.. ?? " ( kiara) ia menyebut silvi dengan sebutan mamah, karena di minta oleh silvi sendiri, karena mereka di sini keluarga, jadi kalau kiara manggil dengan sebutan tante, merasa gimana, makan nya ia memberi kan perintah ke pada kiara untuk memanggil nya mamah, lagian kan giandra sang abang mantu nya, jadi sepantas nya, kiara pun memanggil nya mamah, dan kiara pun tidak ke beratan, untuk memanggil silvi, dengan sebutan mamah.